Angka 29

*Tok! Tok! Tok! Ketukan itu lagi! Tak lama kemudian terdengar suara anak perempuan meneriakan angka “28! 28! 28!” di depan pintu kamar kostanku. Entah siapa anak kecil itu. 1 minggu setelah aku memutuskan untuk hidup mandiri dan mengekost, setiap malam aku kerap kali di ganggu oleh suara itu. Seperti saat ini, aku yang ketakutan hanya bisa mengumpat di balik selimut sampai aku terlelap.

Esoknya lagi-lagi aku menceritakan hal yang sama pada temanku sehingga dia sedikit merasa jengkel. “Kau selalu menggangguku dengan pertanyaan konyolmu! Mungkin itu hanya anak dari tetanggamu” ujarnya. Aku terdiam, selama ini aku tak pernah melihat dia begitu jengkel. “Tapi ini aneh, kau tahu. Aku merasa kalau suara anak itu menyeramkan” kataku lirih, ia menghela nafas kasar.

“Kau belum pernah menemuinya kan? Temui dia malam ini juga” katanya keras.
“Aku takut”.
“Temui dia atau tak usah berbicara denganku lagi” tegasnya lalu meninggalkanku, membiarkan aku berfikir tentang kalimatnya barusan.

Malam pun tiba, aku sangat berdebar menunggu ketukan itu terdengar. Sembari menunggu aku mengecek handphone, dan asyik chatting dengan salah satu temanku. “Tok! Tok! Tok! 28. 28. 28” bulu kudukku seketika berdiri, ku letakkan handphoneku di atas lalu duduk di pinggiran kasur. Antara ragu dan takut untuk menemuinya, tapi terlintas pembicaraanku dengan sahabatku.

Perlahan aku berjalan menuju pintu, tanganku bergetar hendak memutar gagang pintunya. Kali ini ketukan dan suara *cempreng anak itu terdengar amat keras, tentu saja karena kami mungkin tengah berhadapan. Aku memutar gagang pintu, dan. *JLEB! Entah apa yang membuat kepalaku menjadi terbelah dua, yang jelas samar-samar aku dengar teriakan seorang anak perempuan “29. 29. 29”

loading...
KCH

Indah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Indah has write 2,686 posts