Angkernya Sekretariat Kampus

Asalamualaikum Wr.Wb nama saya ahmad.s dari jambi, setelah membagikan cerita saya kemarin berjudul “Kuburan Tua” Sekarang saya jadi tertarik untuk menceritakan sekretariat kampus dan beberapa kejadian aneh yang saya alami kepada teman-teman yang mungkin pernah mengalami kejadian serupa. Saat itu saya dan teman saya nori terpilih menjadi Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM dikampus.

Jadi pihak akademik memberikan fasilitas berupa sekretariat guna membantu kami dalam menjalankan kegiatan kampus, sekretariat ini tidak begitu besar hanya memiliki ruang tamu, ruang kerja, dapur dan toilet, sekretariat ini sudah lama kosong dikarenakan sekretariat ini sebenarnya adalah rumah bagi dosen dikampus, dikarenakan banyak dosen yang memiliki rumah sendiri jadi tempat ini dijadikan sekretariat kami.

Setelah kami lihat ternyata sekretariat ini butuh diperbaiki, seperti dek yang bolong, cat dinding yang mengelupas, lampu yang rusak dan tidak ada korden di ruang tamu, jadi kami putuskan setelah pulang kuliah malamnya kami berkumpul untuk memperbaiki sekre, tanpa terasa hari sudah menunjukan pukul jam 01.00 dini hari, suasana kampus pun hening karena kegiatan perkuliahan sudah selesai.

loading...

Untuk menghilangkan bosan kami berlima pun bermain kartu diruang tamu, Saya, Nori, Robi, Rizki dan juga iksan, saya pun masuk keruang komputer untuk menghidupkan musik untuk menutupi malam yang sunyi. Tidak berapa lama saat saya memilih musik yang akan dihidupkan, tiba-tiba saya mendengar gagang pintu toilet yang dibuka seakan ada seseorang yang keluar dari toilet “Kreek”.

Saya menyangka yang keluar dari toilet adalah teman saya, saya pun melihat kearah pintu, berharap melihat siapa yang baru keluar dari toilet. Karena toilet berada di sebelah ruang komputer, maka untuk keruang tamu harus melewati ruang komputer. Setelah menunggu beberapa menit, tapi tidak ada yang lewat, saya pun tiba-tiba merinding, lalu melihat keruang tamu ternyata mereka berempat sedang bermain, jadi siapa yang barusan keluar dari toilet?

Tanpa banyak bicara saya menceritakan kepada 4 orang teman saya, kami pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, waktu itu menunjukan tepat pukul 02.00 dini hari.

Share This: