Anjing Cici

Hai reader KCH. Anjing kecil. Nama anjing ini, Ichi. Anjing ini merupakan ras maltese, yaitu memiliki tubuh panjang, kepala bulat, mata besar, bewarna putih kecoklatan dan memiliki bulu yang banyak ditubuhnya. Anjing ini sangat lucu dan menggemaskan. Dia pintar dan baik juga ramah kepada siapa saja. Cici adalah nama majikannya Ichi. Cici sangat menyayangi Ichi. Kemana-mana, dia selalu mengikutsertakan anjingnya.

Selama aku mengenal Cici, Cici gak pernah kalau tidak bersama Ichi. Suatu hari Cici kerumahku serta membawa Ichi. Setelah mengobrol ala perempuan, kemudian Cici pulang kerumahnya dengan menggendong Ichi. Betapa sayangnya Cici kepada Ichi. Sampai suatu ketika papi dan mami Cici hendak pulang kampung. Kampungnya gak main-main jauhnya, kampungnya di kota Taipei, China.

Awalnya Cici gak mau pulang kampung, karena syarat pulang kampung, dia harus meninggalkan Ichi. Tapi kedua orang tuanya memaksa Cici untuk wajib ikut. Alasannya karena jarang berkumpul keluarga besar. Cici terpaksa harus ikut dengan menitipkan Ichi kerumah salah satu teman sekelasnya bernama Rui (nama samaran). Cici sewaktu SMA memang tidak sekelas dan tidak satu sekolahan denganku. Kami hanyalah tetangga. Jadi teman yang paling dekat dengan Cici sekaligus teman sebangkunya adalah Rui.

Ia pun menyerahkan Ichi kepada Rui. “Tolong Rui, jagakan Ichi. Ini makanannya dan ini perlengkapan untuk Ichi”, kemudian Rui jawab “iya, tenang saja. Ichi aman berasamaku”. Cici sebelum pergi, dia pamitan kepada Ichi “Ichi, jaga dirimu baik-baik. Jangan telat makan dan jangan kemana-mana, tunggu aku pulang. Nanti kau akan ku jemput” begitulah kata Cici, sebelum dia pergi meninggalkan Ichi ke Taipei.

Ichi membalasnya hanya dengan menggonggong saja, melihat majikannya pergi meninggalkannya. Beberapa hari sudah, Ichi dirawat oleh Rui, dan Ichi mulai terbiasa dengannya. Sampai suatu ketika, keluarga Rui yang berasal dari Manado datang, yaitu nenek, kakek, paman, saudara-saudara dan lainnya datang kerumah Rui, karena sesuatu (aku juga kurang jelas karena ada apa. Entah arisan atau hanya berkunjung).

Waktu itu Rui sedang pergi mengerjakan tugas sekolah berkelompok kesalah satu rumah temannya dan anjing Cici dibiarkan saja dengan mengikatkan tali keleher. Ichi tidak bisa berlari dan bermain, karena Rui tidak ada dirumah. Sampai salah satu saudaranya Rui melihat anjing kecil itu, ia kemudian bermain dengan anjing itu. Mengajaknya berenang. Tapi, mereka terkejut melihat Ichi tak pandai berenang. Ichi pun tenggelam.

Pertama kali dikira mereka, Ichi hanya mau kedasar kolam atau mau main-main, tapi ternyata Ichi malah tenggelam. Mereka pun panik, karena Ichi sudah mati. Malam harinya Rui pulang, karena baru selesai kerja kelompok dan betapa kagetnya dia melihat sebuah gundukan tanah dihalaman rumahnya. “Ada apa ini? Siapa yang kalian tanam?” mereka pun menjawab, kalau anjing kecil itu yang mereka tanam.

Rui sangat kaget dan bingung. Bagaimana ini? Bagaimana kalau Cici sampai pulang dan tahu kalau Ichi mati? Perasaan gundah ada dibenak Rui. Sampai suatu ketika Cici pulang dari Taipei dan langsung kerumah Rui untuk meminta anjing kesayangannya. Sampai dirumah Rui, Rui menjelaskan kejadian yang dialami Ichi sampai Ichi tewas. Betapa terkejutnya Cici, mendapat kejutan yang sangat gila.

loading...

Anjingku, anjingku. Cici nangis dan mengamuk dirumah Rui. Cici pun memukul, menjambak, menampar dan segalanya hingga membuat keluarga Rui marah besar dan mengusir Cici, sebelum Cici pergi dari rumah Rui, ia meminta jasad sang anjing. Ternyata setelah dibongkar, tinggallah tulang belulang si anjing, karena tubuhnya sudah menjadi santapan makhluk tanah, karena Ichi hampir sebulan tewas.

Cici sambil menangis membawa sekantong tulang belulang Ichi. Sampai dirumah, Cici hanya bisa menangisi kepergian Ichi dengan melihat tulang belulang itu. Sampai suatu hari, karena Cici sudah depresi berat, ia berniat ingin menyusul Ichi dan akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan dirinya dipohon belakang rumahnya sebelah tepat kandang Ichi. Di pesan terakhirnya dia meminta kalau jasadnya kelak harus dikubur bersama tulang anjing kesayangannya, Ichi.

Maaf kalau tidak seram, tapi ini yang dialami Cici. Sekarang Cici selamanya akan terus bersama Ichi. Mereka berdua dikubur tepat disamping kandang Ichi. Semoga kalian bisa terus dan selamanya bersama. Selesai.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

Please vote Anjing Cici
Anjing Cici
Rate this post