Antara Kunti dan Mata Satu

Assalamu’alaikum, perkenalkan nama saya Agus. Saya ingin menceritakan kisah nyata pengalaman pertamaku bertemu dengan makhluk gaib. Saat itu saya masih duduk di kelas 3 SD. Saya tinggal dirumah bersama nenek dan buyutku. Karena ayah dan ibu sudah bercerai sejak usia saya 1 tahun. Di desa saya rata-rata semuanya adalah petani. Kebetulan waktu itu lagi musim panen bawang merah.

Singkat cerita saat itu nenek saya sedang bekerja dirumah tetangga untuk memotong daun bawang merah. Rumahnya tepat berseberangan dengan rumah nenek. Waktu itu banyak yang ikut bekerja disana sehingga didalam rumahnya penuh sampai teras. Pukul 5 sore saya menunggu nenek saya bekerja. Karena tempatnya penuh jadi saya hanya bisa duduk dipagar depan teras tepat dipinggir jalan.

Di samping rumahnya tepatnya sebelah kanan ada pohon mangga yang besar dan tinggi. Di bawahnya membentang tanaman pagar dari depan sampai kebelakang rumah, sehingga hanya menyisakan jalan kecil sampai kebelakang dan tempatnya gelap karena tidak ada lampu. Dari jam 5 sore sampai sekitar pukul 7.30 malam saya tetap nungguin nenek disitu. Entah kenapa ketika pukul 7.30 saya berpikiran untuk mencari nenek dirumah, padahal jelas-jelas saya lagi nungguin nenek disitu.

Tanpa berpikir lagi saya langsung pulang untuk mencari nenek saya. Sampai diruang tamu saya melihat buyut saya baru keluar dari dapur. Untuk menuju dapur harus belok kekanan melewati satu ruangan kemudian belok kiri ada pintu masuk kedapur. Tepat didepan pintu itu ada sumur dan dibelakangnya ada kamar mandi terbuka tempat untuk mandi dan cuci piring.

Saat itu saya berpapasan dengan buyut saya tapi saya tidak bertegur sapa. Padahal biasanya saya sangat akrab. Saya langsung menuju dapur untuk mencari nenek. Tepat didepan pintu dapur saya berhenti. Pandangan saya tertuju ke ujung kamar mandi. Saya melihat baju putih panjang seperti sedang dijemur, tapi dibawahnya diberi perapian. Saya berpikir kalau itu mungkin buyut saya lagi jemur baju.

Tapi sontak saja saya tersadar kalau buyut saya tidak punya baju seperti itu, apalagi panjang banget. Bulu kudukku tiba-tiba saja merinding dan kaki saya kaku tidak dapat digerakkan. Pandangan saya masih tertuju kearah baju itu. Ternyata ada rambutnya yang terurai kedepan dan acak-acakan menutupi mukanya. Setengah bajunya dari pinggang kebawah berwarna merah karena terkena pantulan api dari bawah. Pandangan saya semakin kebawah. Ternyata baju itu melayang tidak menyentuh tanah, dan bagian bawahnya compang-camping.

Kemudian saya melihat ketanah untuk melihat sumber api. Ternyata disitu tidak ada api. Yang saya lihat tanahnya berlubang seperti terkena gempa dan retak-retak. Dari dalamnya terlihat sangat panas dan terlihat bara api tapi tidak ada apinya yang menyala. Sangat merah seperti arang yang dibakar. Sekitar 3 menit saya tidak bisa bergerak dan tubuhku menggigil kaku. Sangat lama untuk melihat penampakan itu karena itu pertama kali saya melihat hantu. Dan saya belum tahu kalau itu sosok kuntilanak.

Tiga menit kemudian saya berusaha menggerakkan badan. Akhirnya mampu berbalik badan dan segera meninggalkan tempat itu. Tapi tetap saja tidak bisa lari karena kaki saya gemetaran. Di ruang tamu saya berpapasan lagi dengan buyut, tapi tidak saya hiraukan. Saya langsung menuju kerumah tetangga tempat nenek saya bekerja. Aneh kenapa tadi saya mencari nenek dirumah? Padahal saya lagi tungguin nenek disini? Pikirku bingung.

Saya duduk kembali dipagar tempat saya duduk tadi. Di belakang pohon mangga besar tadi saya melihat lampu merah menyala. Saya berpikir mungkin itu hanya lampu. Tapi disitu tidak ada lampu, apalagi berwarna merah menyala. Saya perhatikan beberapa saat lampu itu. Ternyata bentuknya seperti mata dan ukurannya 10 kali lebih besar dari mata manusia dan cuma satu.

loading...

Kembali tubuhku gemetar melihat mata tajam itu. Saya mencoba melihat tubuhnya, tetapi tidak terlihat karena tempatnya gelap. Yang terlihat hanya mata satu yang bersinar merah menyala. Beberapa saat kemudian ada seorang pekerja yang pulang lewat depan saya. Mata itu kemudian mati dan tidak terlihat lagi. Saya kemudian bergeser menjauhi tempat itu.

Sampai saat ini dua penampakan yang terjadi dalam semalam itu masih teringat jelas. Kenapa bisa setelah melihat kuntilanak kemudian saya melihat mata merah? Dan saya masih tidak habis pikir ketika saya mencari nenek saya didapur. Padahal jelas-jelas saya lagi tungguin disana. Apa dengan sengaja makhluk itu memanipulasi pikiran saya supaya saya kedapur? Itulah pengalaman saya yang benar-benar saya alami. Waalaikum salam wr, wb.

Facebook: [email protected]
Whatsapp: 085230285355

KCH

Agus

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Agus has write 2,704 posts

Please vote Antara Kunti dan Mata Satu
Antara Kunti dan Mata Satu
Rate this post