Antu Kaye (Hantu Air)

Antu Kaye ini berasal dari Sumatera, kisah ini menceritakan tentang hantu yang menghuni perairan di sana. “Antu” dalam bahasa daerah berarti hantu, dan “Kaye” merupakan air. Bagi masyarakat Sumatera, ketika ada seseorang yang tenggelam di suatu sungai atau danau, maka biasanya sosok makhluk halus yang disebut Antu Kaye diyakini sebagai penyebab orang tersebut tenggelam.

Kisah Antu Kaye di Sumatera memang cukup banyak beredar dan menjadi legenda di masyarakat Sumatera, terutama yang tinggal di dekat perairan seperti sungai atau danau. Beredar kabar Antu Kaye sering mencari korbannya ketika berada di dalam air. Antu Kaye akan menarik tubuh korban hingga ke dasar air menggunakan rambutnya yang panjang. Setelah menyeret orang itu, maka orang itu akan tenggelam karena tak sempat diselamatkan.

Pernah mendengar kalimat yang berbunyi “Nyisih kau Gadis Juani. Bujang Juandan nak ke kayek” yang berarti “Pergi kau Juani, Pemuda Juandan hendak ke sungai” Kalimat ini mungkin pernah diucapkan para orangtua zaman dulu kepada anak-anaknya. Konon, kalimat itu merupakan rapalan untuk mengusir Antu Kaye dari sungai atau air. Menurut mitosnya, setelah mendengar seseorang mengatakan itu, Antu Kaye akan bersembunyi atau melarikan diri karena tidak mau bertemu dengan “Bujang Juandan” terkait masa lalunya.

Menelusuri kisah Antu Kaye, memang tidak mudah. Tidak banyak orang yang mengetahui dari mana asal Antu Kaye dan mengapa hingga makhluk ini suka mengincar orang-orang yang berenang di perairan Sumatera. Namun, ada sebuah cerita rakyat Sumatera yang mungkin menjadi dasar dari keberadaan Antu Kaye penghuni dasar perairan ini.

Suatu waktu, hidup seorang gadis bernama Juani yang tinggal di sebuah desa kecil. Walau tinggal di desa kecil, kecantikan Juani sangat terkenal di seluruh desa. Tidak heran, banyak pemuda yang ingin mengajaknya berkencan. Namun, semua pemuda yang datang ke rumahnya selalu ditolaknya dengan alasan belum ingin terlibat asmara dengan siapa pun.

Orangtua Juani bukanlah keluarga yang berkecukupan. Ketika terjerat hutang yang cukup besar, maka orangtua Juani terpaksa menyetujui pinangan seorang pemuda kaya raya bernama Juandan. Dia bukanlah pemuda yang tampan, lebih buruknya lagi pemuda itu menderita penyakit kulit di hampir sekujur tubuhnya. Orang-orang bahkan mengenal Juandan sebagai “Pemuda Kurap” karena penyakit kurap yang dimilikinya.

Mengetahui dirinya telah dijodohkan dengan pemuda buruk rupa itu, Juani sangat sedih. Sebenarnya, Juani ingin menolak dan lari dari perjodohan sepihak tersebut. Namun, dia juga kasihan dengan ayahnya yang harus menanggung seluruh hutang kepada keluarga Juandan. Hari demi hari, hidup Juani dijalaninya dengan air mata kesedihan, dia tidak bisa melawan takdirnya. Ketika hari pernikahan sudah mulai dipersiapkan, seluruh warga desa turut mengatur pernikahan ini, dan malam yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.

Juani yang cantik kemudian dipakaikan hiasan pengantin yang menambah keelokan kulit putihnya yang halus, dengan gaun pernikahan yang anggun, dan rambutnya yang panjang diatur sedemikian indahnya. Namun, malam itu Juani menunggu di kamarnya seraya berurai air mata. Ketika rombongan dari keluarga pemuda kaya raya itu datang beserta mempelai prianya, Juani yang malang semakin kalut. Hatinya hancur, dan tidak berdaya. Di tengah kekacauan pikirannya, Juani kemudian mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.

Berurai air mata, dia lalu melarikan diri melalui pintu belakang rumahnya, dan terjun ke sebuah sungai yang ada di sana. Akhirnya, di dalamnya sungai itu membuat hidupnya dalam kesedihan yang tak selesai. Kematiannya yang menyedihkan membuat arwahnya tidak tenang dan kembali untuk menuntut balas. Namun, karena tenggelam di dalam sungai, arwah Juani tidak bisa lepas dari tempat itu dan menghantui sungai tersebut.

Sejak itu, setiap orang yang bermain air di sungai itu akan dibawa oleh hantu Juani. Kebanyakan dari korbannya merupakan anak-anak yang berenang di sungai itu tanpa pengawasan dari orangtuanya. Hantu Juani kemudian dikenal dengan sebutan Antu Kaye atau Hantu Air.

loading...

Share This: