Apa itu di Pos Ronda?

Hai namaku Rudi (23 tahun). Ini pertama kalinya aku mengunjungi situs web ini. Aku punya sepupu yang biasa aku panggil Ai (20 tahun). Sepupuku ini punya insting yang peka banget. Setiap kali melewati jalan gelap atau jalan sepi dia selalu waspada, karena sering melihat penampakan makhluk dunia lain. Dia bilang begini kalau ada orang yang mengira dia anak indigo, “aku ini bukan indigo, tapi cuma orang yang ketiban sial karena sering lihat mereka”.

Nah langsung ke pokok cerita. Waktu itu kalau gak salah malam selasa. Di Bandung daerah Citoke, di rumah kakek. Lingkungan di rumah kakek kalau setelah maghrib pasti sepi, seram. Malam itu kalau gak salah hampir masuk waktu isya. Sepupuku Ai pengen sekali bikin coklat panas. Tapi persediaan coklat habis. Lalu dia mengajakku membeli coklat bubuk di koyod memakai sepeda ontel milik kakek.

Lalu aku dan Ai pergi ke koyod berboncengan. Jalan yang kami lewati agak gelap, saat kami melewati kebun kakek yang ada pohon jambu air yang sangat besar Ai masih agak biasa saja, pegangan tangannya di pinggangku masih ringan. Tapi saat melewati jalan besar yang tak di beri penerangan jalan dan melewati banyak pohon besar, pegangannya di pinggangku semakin mengerat.

Dia bilang padaku untuk cepat mengayuh sepedanya. Tak lama kami sampai di warung yang menyediakan bubuk coklat. Saat kami pulang, pas melewati pos ronda yang sudah tak terpakai tiba-tiba rantai sepedanya copot. Aku cepat-cepat membetulkan rantainya, karena melihat Ai yang mukanya sudah pucat sekali, dan berkeringat dingin. Saat hampir selesai, aku mendengar suara aneh, seperti sesuatu yang besar terjatuh dari arah pos ronda.

Saat aku menyoroti pos ronda dengan senter yang di pasang di kepalaku, aku melihat sosok hitam bermata besar berwarna merah menyeramkan sekali. Aku langsung membaca ayat Qursi sambil cepat membetulkan rantai. Keringat dingin mulai bercucuran, membetulkan rantai yang sebenarnya mudah sekali rasanya terasa sangat lama. Saat sudah selesai tanpa aku sadari Ai sudah tergeletak pingsan.

loading...

Aku sangat takut di buatnya, hingga aku teriak sekencang-kencangnya “tolong!”. Hingga sebuah mobil lewat dan berhenti di depanku, aku sudah kehilangan tenaga dan celanaku basah (yang baca jangan ketawa *dong) lalu aku tak sadarkan diri. Saat aku sadar, aku sudah berada di rumah kakek dengan pakaian yang sudah di ganti.

Lalu aku ceritakan apa yang aku lihat pada kakek. Kata kakek makhluk itu hanya jahil. Tapi ternyata yang di lihat Ai lebih dari sosok hitam besar di pos ronda tadi. Katanya ada beberapa yang mencoba mendekati untuk meminta tolong dan meminta Ai ikut dengan mereka. Segitu dulu deh ceritanya. Nanti aku bakal share cerita yang lain.

KCH

rudi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

rudi has write 2,694 posts