Arwah Balas Dendam Istri Part 2

Cerita sebelumnya arwah balas dendam istri. Salam dariku. Semoga hidup kalian semua bahagia dan sejahtera jika kalian sudah menikah nanti atau sekarang. Lets go to story. Suaminya. Ia sudah punya rencana dengan anak laki-lakinya. Mereka berdua akan membunuh istrinya atau ibu si anak laki-lakinya. Anak lelaki itu juga sudah menerima/mau pacar baru ayahnya (suaminya si istri) menjadi ibu barunya.

loading...

(Aku baru ingat nama istri aslinya itu Faizah, nama suaminya Zain, nama anak lelakinya Shidiq, nama anak terakhirnya Zahra). Siang hari yang tepat hari itu hari pernikahan mereka, Zain memanggil Faizah ke kamarnya Faizah. Saat mereka berdua di kamar. Zain berkata.

Z: Zain
F: Faizah
S: Shidiq

Z: aku punya kejutan spesial untuk kamu, aku yakin kamu bakal suka kejutan spesial dihari pernikahan kita ini. Oke kita mulai, kamu duduk dulu dikursi. (Sambil mengeluarkan tali tambang). Sekarang aku ikat dulu ya kaki kamu sama tangan kamu.
F: ma.. mau apa kamu?

Z: diam! Kamu gak usah tahu. Namanya juga kejutan kan? Ngerti tidak! (sambil teriak marah-marah membuat Faizah menjadi takut).
F: iy.. iya (sambil ngos-ngosan).

Sesudah tangan dan kaki Faizah diikat.

Z: kamu diam yah! Shidiq.
S: siap ayah. (sambil membawa tali tambang dan korek api).
Z: pakai dulu tali ini di leher kamu yang cantik itu ya!
F: tidak.

Lalu Shidiq memegangi tubuh ibunya agar tidak bergerak. Zain pun mengikat leher Faizah dengan sangat keras.

F: argh, tolong, to… tolong. (sambil sesak nafas).
Z: gimana rasanya? Sekarang kamu berdiri.
F: gak mau.
Z: ah… sudah gak usah banyak ngelunjak kamu. Cepat atau saya akan memotong leher kamu!

Faizah pun lalu berdiri. Dari belakang, Faizah didorong kedepan oleh Shidiq sampai kaki ibunya tidak menyentuh kursi lagi/melayang alias gantung diri. Sementara itu Zain memukul-mukuli tangan dan kaki Faizah sampai memar memar/lebam-lebam. Sementara itu juga Shidiq malah mengambil korek api dan mendekati muka ibunya. Shidiq pun membakar muka ibunya tanpa belas kasihan.

Z: wah, kamu hebat juga, gak sia-sia ayah ngajarin kamu.
S: *hahaha.

Mereka berdua pun menjatuhkan Faizah kehalaman rumah dari jendela kamarnya dan keluar dari kamar dan mengunci pintu kamar itu. Sore harinya, Zahra dan Shidiq menemui ibunya dalam kondisi mengerikan dan tubuh mamanya mengenai lampu warna merah dan hijau (mungkin karena itu kali ya, pantas tubuhnya bersinar hijau dan merah). Zahra pun menangis sambil memeluk ibunya sambil berkata.

Z: Zahra
S: Shidiq

Z: (sambil terus menangis) kak, lihat mama kak.
S: *hahaha, rasakan.
Z: eh, kok kakak malah ketawa sih, ini kan mama kak.
S: sudahlah jangan nangis, kakak saja ketawa. Mama kan pantas mati karena selalu jarang dirumah.

Z: tapi kan mama banyak kerjaan dikantor kak, sekarang malah gini. Ternyata mama sudah ditakdirkan begini.
S: hei, bukan ditakdirkan, mama memang pantas gak ada didunia ini, kamu gak tahu apa-apa.
Z: kenapa sih, memang kakak yang memimpin dunia ini! (Sambil berlari masuk ke dalam rumah).

4 hari, Zahra selalu mengurung diri dikamar, dia juga tidak pernah keluar kamar lagi. Ayahnya dan Kakaknya pun penasaran apa yang dilakukan Zahra dikamar. Mereka berdua pun mendobrak pintunya dan ternyata di dalam kamarnya tidak ada siapa-siapa, tapi dimeja belajarnya ada kertas dan jendelanya terbuka.

A: Ayah
S: (sudah tahu siapa kan?)

A: Wah, gawat, kayaknya si anak (Zahra) itu kabur.
S: Itu lihat yah, ada kertas, mungkin buat kita.

Mereka pun membaca kertas itu yang berisi begini: “Dear ayah dan kakak, aku sedih ngelihat mama meninggal, tapi aku heran, kenapa disemua badannya ada memar-memar gitu, dilehernya juga ada tali tambang. Aku yakin, pasti ini perbuatan kalian, iya bukan? Sekarang aku bakal bunuh diri untuk menyusul mama. Silahkan kalian tertawa”.

Mereka berdua pun menangis dan melihat kebawah dari jendela itu, ternyata Zahra ada disamping mamanya dalam kondisi meninggal dan bersimbah darah. Faizah dan Zahra pun dikubur dihalaman rumah itu. Sedangkan ayah dan anaknya pindah rumah jauh-jauh bersama ibu yang baru. Sekarang rumah ini pun ditempati olehku. Sekarang dia gentayangan karena ingin membalas dendam ayahnya dan anaknya. Wallahualam, sekian, ini kisah nyataku dulu ketika tahun 1990. Ini memang kisah nyata/asli. Terserah kalian saja deh mau percaya ini asli atau mengarang. Tapi kisahnya benar-benar nyata.

Pesanku: Jangan pernah durhaka kepada ibu kita, apalagi membunuhnya. Padahal kan ibu kita semua yang sudah ngandung kita, melahirkan kita dengan rasa sakit, bahkan ada juga yang sampai meninggal, ngerawat kita, membesarkan kita. Kita juga harus menurut sama ibu kita, supaya bisa masuk surga. Surga kan ada dibawah telapak kaki ibu. Jangan lupa juga bersujud dan mencium telapak kaki ibu, supaya Allah juga jadi sayang sama kita. Wassalam, wr, wb.

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,704 posts

Please vote Arwah Balas Dendam Istri Part 2
Arwah Balas Dendam Istri Part 2
Rate this post