Arwah Gentayangan Penjual Keripik

Hai para pembaca KCH, namaku gita dan ini ceritaku yang berikutnya, waktu itu aku mengirimkan cerita yang berjudul malam menakutkan di rumah baru. Aku kuliah di universitas negeri dikota Bandung. Sore itu hujan sangat lebat, aku berteduh di halaman depan kampus sambil berbincang dengan sahabatku rita. Saat kami sedang berbincang ada wanita sebaya yang menjual keripik dengan kemeja putih lengan di gulung dan celana jeans nya. Aku sedikit risih karena dia memaksaku untuk membelinya, sehingga membuat ricuh antara aku, rita, dan penjual keripik itu.

loading...

Aku: mbak, maaf bukan tidak sopan. Tapi saya tidak suka keripik pedas.
Penjual: tolonglah saya, jualan saya tidak laku-laku.
Rita: mbak, kan disini mahasiswa sangat banyak. Lalu kenapa mbak tidak memutar di kawasan ini dan menjual ke yang lain. Lagi pula mbak bukan mahasiswa sini kan?.
Aku : betul mbak disini itu tidak boleh berjualan, apalagi ini memaksa. Bisa saya lapor security sini loh.

Penjual itu akhirnya pergi dengan raut muka seperti orang yang kesal. Tapi kami tetap menghiraukannya. Setelah lama berteduh, hujan pun akhirnya berhenti. Aku lalu bergegas pulang dengan motorku. Setelah tiba di rumah tanpa berpikir panjang aku langsung mandi, selesai mandi seperti biasa aku membuka laptop ku dan mulai mengerjakan tugas dari dosen killer. Baru saja aku membuka laptop, tiba-tiba dari jendela kamarku ada yang mengetuk.

Aku sangat ketakutan karena aku berpikir mana mungkin manusia mengetuk kamarku yang ada di lantai 2 ini. Aku kembali berpikir kenapa makhluk halus di rumahku ini menggangguku lagi. Tapi pemandangan yang sangat menyeramkan mulai membuatku panik dan tidak bisa berbicara apapun. Aku melihat wanita penjual tadi dengan wajah marah dan hancur melihat tajam kepadaku. Aku mulai bisa berbicara dengan suara pelan dan terbata-bata.

Aku : siapa kamu? Kenapa menggangguku?.
Penjual : mana yang telah membunuhku mana?.
Aku : memang siapa yang telah membunuh kamu? Bukankah kamu tadi menjual keripik?.
Penjual : aku telah di gauli dan di bunuh, aku sekarang mencari siapa yang membunuhku.
Aku : aku tidak tahu masalahmu, jangan ganggu aku.

Akupun tak sadarkan diri karena sudah tidak kuat lagi dan ketika aku sadar, aku sudah berada di rumah saudaraku. Kata mereka aku kesurupan dan penjual itu berkata akan membawaku ke dunianya. Setelah aku mulai sadar dan kembali sehat, aku mulai bertanya lebih. Ternyata penjual itu adalah korban dari pembunuhan atas ulah temanku sebut saja inisialnya H. Dia mendatangiku dan rita karena kami adalah teman dekatnya H. Sekian ceritaku, mohon maaf kalau masih salah-salah dalam penulisan. Sampai nanti di ceritaku berikutnya ya.

Share This: