Arwah Kekasihku

Assalamualaikum. Welcome guys di cerita saya yang ketiga, perkenalkan kembali ya, nama saya jaenal arifin, fisik gak usah di jelasin ya, yang sudah pernah baca cerita “di taksir kuntilanak”. Oke kita masuk ke cerita, waktu SMP saya memang termasuk salah satu idol di sekolah saya, banyak wanita yang ingin menjadi kekasihku, namun pilihanku jatuh kepada seorang wanita bernama Bella.

Sekedar informasi Bella ini wanita yang menurutku sempurna, di samping memiliki wajah yang cantik, dia pun termasuk siswi yang cerdas dan sholehah, itulah sebabnya saya jatuh hati padanya. Kisah cinta kami berjalan seperti remaja kebanyakan. Setelah saya masuk SMK dan dia pun pindah ke Pemalang. Saat itu saya sama dia masih berkomunikasi lewat handphone, suatu hari saat anniversary ketiga tahun saya mendapat pesan bahwa dia ingin ke Jakarta dan mengajakku jalan.

Saat itu hati saya sangat senang. Saya pun tidak sabar menunggu esok, anehnya ketika malam hari ada yang mengetuk pintu rumah, saat itu saya agak takut. Karena saat itu saya sedang sendirian di rumah. Perlahan saya mendekat ke pintu, lalu saya buka dan saya melihat bella yang mukanya putih pucat dan nampak kedinginan. “Sayang kamu cepat banget sampainya? Barang-barang kamu kemana sayang?” tapi dia hanya diam dan menggigil, akhirnya saya persilahkan dia masuk dan aku persiapkan minuman hangat.

Setelah siap saya persilahkan dia minum. Dan anehnya minuman yang masih panas langsung di teguk habis olehnya. Setelah minum, saya lihat dia masih kedinginan. Akhirnya saya peluk dia, agar dia mendapatkan kehangatan. Namun bukannya dia yang hangat, malah saya yang kedinginan.

“Kamu gak apa-apa kan sayang? Kayaknya kamu kedinginan banget”.
“Aku gak apa-apa kok sayang, cuma tadi hujan saja jadi aku kedinginan”.
“Ya sudah kamu tidur dulu ya biar dinginnya hilang”.
(Dia hanya mengangguk. Akhirnya aku gendong dia ke kamarku dan ku rebahkan dia di kasurku).

“Tidur yang nyenyak ya sayang, besok kan kita mau jalan”.
“Iya sayang”. Aku tutup selimut dia dan ku kecup jidatnya.
“Selamat tidur sayang, aku sayang kamu”.
“Aku juga sayang kamu, misalnya nanti aku sudah gak ada kamu cari pengganti yang lebih baik dari aku ya”.
“Jangan ngomong gitu ah sayang, sudah kamu tidur dulu ya”.
“Iya sayang”.

Saat itu saya tidur di ruang tamu sambil menonton televisi, saya merasa ada yang gak enak dengan hawa di malam hari itu karena sangat dingin. Saat itu saya takut kalau bella tambah kedinginan dan saya tengok dia di kamar saya. Saya lihat dia tidur dengan pulasnya yang menambah kecantikan wajahnya. Pas saya lihat jam “sudah jam 2 pagi , mendingan tidur sajalah”. Akhirnya saya tertidur dan terbangun sekitar jam 8. Saya menengok ke kamar saya dan bella masih tertidur dengan pulasnya.

“Hmm dasar kerbau jam segini belum bangun juga”. Saat saya keluar dari kamar dan melihat handphone, ternyata ada misscall dari ayah dan ibunya bella. Saat saya telepon, suara mereka terisak seperti menahan tangis. Lalu saya berkata “ada apa pamer (papa mertua, *haha) kok kayak habis nangis?”.

“*Koe *seng sabar *yo *nduk”.
“*Ono *opo *toh pamer?”.
“Bella meninggal *nduk”.
“Meninggal? Meninggal dari mana *toh pak. Orang dia lagi tidur di kamar saya”.
“*Ora *nduk, bella meninggal pas mau ke jakarta nyusul kamu, bus *seng di tumpaki *tibo *neng kali”.
“Terus *iki *sopo *toh pak, *seng di kamarku?”
“Coba *koe lihat dulu *nduk *ono *pora? Mungkin dia kangen *arep nengok *koe tuk terakhir kali”.

(Pas aku lihat ternyata kosong kamarku. Pas aku lihat ke loteng, aku melihat bella).
“Sayang makasih untuk malam ini. Aku merasa wanita yang paling bahagia meskipun nyawaku sudah enggak ada”.
“Kenapa kamu paksain mau ke jakarta kalau ujung-ujungnya kamu celaka?”.
“Ini semua sudah takdir sayang, lagipula aku sudah terlalu kangen sama kamu, dan semuanya terbayar semalam. terima kasih atas pelukan kamu dan ciuman kamu itu membuatku merasa tenang di alam sana”.

(Aku pun terisak mendengar semua pernyataan Bella).
“Kamu gak usah nangis sayang, kamu sudah memberi malam yang terindah buatku. Ingat pesanku semalam ya sayang, cari pengganti yang lebih baik dari aku. Jangan yang lebih buruk”.
“Baik sayang aku akan selalu ingat pesanmu itu”.
“Kalau begitu, aku mau pamit pergi dari kamu dan dari dunia ini”.

loading...

Lalu dia pergi dan saya terbangun, dan ternyata saya pingsan setelah mendengar Bella meninggal, dan ternyata saya mengigau memanggil nama Bella, akhirnya saya ijin kepada orang tua saya untuk pergi ke Pemalang. Dan saya semakin terisak ketika melihat kuburan bella.

Saat saya kembali ke jakarta, ke kamarku dan ternyata ada sejaring kertas di kasurku yang bertuliskan “Happy Anniversary 3rd sipitku sayang” dan aku kembali menangis membayangkan semua kenanganku dengannya. Sekian terima kasih.
Line: jaenainggolan23

KCH

Jaenal arifin

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Jaenal arifin has write 2,694 posts