Arwah Korban Kecelakaan

“Ada yang kecelakaan, dua orang korban sepertinya tewas karena lukanya parah dikepala, sepertinya pecah karena banyak sekali darah yang keluar dari kepala” *deg, hatiku rasanya kaget bercampur takut dan kasihan mendengar kabar tersebut dari seorang warga yang melintas. Ya, kedua korban itu adalah tetangga saya mengalami kecelakaan yang fatal malam itu, entah malam apa saya lupa.

Kejadiannya terjadi didesa saya di Cepu, dijalan yang memang terkenal sering meminta korban, konon ada “mbok rondo kuning” itu sebutan orang-orang didesa saya untuk penunggu jalan itu, waktu itu saya sedang pulang kampung entah ada keperluan apa saya juga lupa, sekarang saya menetap di Tuban, ikut suami. Malam itu terasa sangat ramai, banyak orang yang ingin melihat kecelakaan tersebut.

loading...

Kata tetangga saya lagi (orang yang diserempet tapi selamat) sebut saja pak adi, kronologinya berawal saat pak adi hendak membeli bensin di pom untuk dijual kembali, karena membawa jerigen besar-besar pak adi pun membawa rombong (wadah yang terbuat dari bambu yang biasa digunakan untuk orang yang berjualan keliling) untuk meletakkan jerigen-jerigennya.

Setelah sampai dijalan yang dikanan kirinya sawah, pak adi dikejutkan dengan sepeda motor yang melaju sangat kencang dari arah berlawanan dan sepertinya mengarah kesepeda motor yang ditumpanginya. Pak adi pun menepi sampai habis jalan (paling pinggir) tapi sepeda motor dari arah berlawanan tadi tetap saja mengarah padanya, dan “*brak” sepeda motor tadi menyenggol rombong yang dibawa pak adi lalu terpental jatuh ke aspal.

Karena melaju sangat kencang, saat dilihat keadaan mereka sangat parah, mereka berdua anak desa sebelah saya. Satu sudah lulus sekolah dan satu lagi masih menggunakan seragam SMA, kabarnya anak yang menggunakan seragam SMA ini memang tidak pulang dari pagi. Setelah itu polisi datang dan menyelidiki kasus tersebut, setelah dilihat ternyata mereka dalam keadaan mabuk.

1 tewas ditempat dan 1 tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit dengan luka yang sama, dua-duanya mengalami pecah kepala. Saat itu adik saya ikut melihat kecelakaan itu, dan katanya memang parah, darah keluar sangat banyak dari kepala mereka, bahkan saat dipulangkan pun kepala mereka terpaksa dibungkus dengan plastik karena darah tak berhenti keluar.

Di malam yang sama ternyata ada juga tetangga desa saya yang meninggal, entah sakit apa saya juga tak tahu tapi saat itu meninggalnya dirumah sakit. Malam itu juga jasadnya diantarkan dengan mobil jenazah, karena desanya bersebelahan, mobil jenazah itu melewati desa saya. Setelah selesai mobil jenazah itu hendak pulang tapi belum berapa lama mobil tersebut kembali lagi.

Saya heran, kenapa kembali lagi, dan setelah kembali mobil tersebut terlihat balik lagi dengan dikawal beberapa orang yang mengendarai sepeda motor yang ternyata adalah sanak saudara orang yang meninggal diantar dengan mobil jenazah tadi. Saat pengendara sepeda motor tadi pulang ada yang bertanya kenapa tadi mobil jenazah balik lagi dan diantarkan kembali.

Lalu orang itu menjawab kalau tadi katanya sopir mobil jenazah itu ketakutan karena saat melewati jalan bekas orang kecelakaan tadi dia dicegat dua orang anak. Satu berseragam sekolah dan satu memakai baju biasa, dua anak tadi dalam keadaan mengerikan, seperti sedang minta tolong, mengejar mobil jenazah tadi, memegangi spion, dan satunya lagi memegang bagian kap mobil.

Seketika mobil jenazah tadi langsung tancap gas mundur (tanpa berputar dahulu), karena saking takutnya kalau terkejar. Setelah sampai dikeramaian baru mobil jenazah tadi berputar dan kembali kerumah orang yang diantarkan tadi untuk meminta tolong supaya diantarkan sampai kejalan yang ramai. Mungkin arwah mereka belum tenang. Sekian.

Nurul Chayang Ifand

nurul

Hay, sy lahir d desa terpencil di daerah blora, saya biasa di panggil mahmud sama author lain,salam kenal ya

All post by:

nurul has write 23 posts