Arwah Nenekku

Hy aku siti yang biasa di panggil sama teman-temanku opoy *haha, nama sama panggilanya nggak pas ya *haha. Iya nih nggak tahu nih teman-teman tuh *ngelandihnya suka yang bukan-bukan. Oh ya aku pingin nyeritain pengalaman aku nih saat ibu dari nenekku meninggal dua minggu yang lalu, okey langsung saja ya.

Malam itu aku tidur sendirian, biasanya aku selalu tidur sama teman-temanku. Nggak tahu kenapa malam itu nggak ada satu orang pun teman yang nginap di rumahku, dalam hatiku ngerasa “ih kok nggak biasanya ya aku kayak gini!”. Sempat dalam pikiran aku buat tidur sama adik, soalnya malam itu perasaanku nggak enak tapi ya aku urungin tuh niat buat tidur bareng adik karena aku malu masa sih sudah gede masih saja tidur sama adik.

loading...

Aku terpaksa deh tidur sendirian, aku pun mulai memberanikan diri sementara itu aku memainkan ponselku agar rasa takutku tak berlebihan. Tapi walau sudah aku coba rasa takut itu makin membuat perasaanku tak enak hati, jam menunjukan 22:34 tapi aku belum juga bisa tertidur. Setiap aku memejamkan mata, mataku selalu terjaga dan seperti ada yang harus aku lihat.

Malam itu keadaan begitu sunyi, tanpa aku sadari dari tadi selalu saja ada angin bertiup halus padahal di kamarku tak mungkin bisa angin masuk di tambah kamarku itu kedap suara. Beberapa detik kemudian aku mulai resah, waktu berjalan terasa lama, kejadian-kejadian janggal mulai aku rasakan tapi aku berusaha untuk tenang dan *cuek seakan-akan tak ada apa-apa walaupun sebenarnya jantungku mulai berdetak tak karuan.

Nafasku mulai terasa sesak, aku mencoba menguatkan hatiku dan tiba-tiba aku mencium harum ibu dari nenekku yang di sukai oleh beliau dan suara kursi goyang yang sering dia duduki semasa beliau hidup. Jantungku mulai tak bisa di kendalikan, keringat dingin mulai membasahiku. Ingin rasanya aku pejamkan mata tapi mataku seakan tak bisa aku perintah, dia melotot dan tak bisa di pejamkan.

Selanjutnya aku dengar suara derap langkah yang seakan menuju kamarku, sesaat nafasku terhenti *drap, drap, drap. Di iringi suara tongkat yang di pakai oleh ibu dari nenekku. Semakin jelas aku nendengar langkah itu, semakin jelas juga langkah itu menuju kamarku. Beberapa saat kemudian pintu kamarku terbuka “*krak!”. Aku lihat sesosok wanita bungkuk, mengintip kamarku.

Aku langsung pura-pura tertidur, berharap soaok itu menghilang tapi yang aku harapkan tak seperti yang aku bayangkan. Sosok itu ternyata memasuki kamarku dan mulai berjalan perlahan, aku mulai gentar dan bingung apa yang harus aku lakukan. Sementara sosok itu perlahan berjalan menuju ranjangku. Dalam hati aku mencoba untuk berpikir positif tapi kenyataannya ini aku sedang tidur dalam ketakutan karena sosok yang mengerikan menghampiri ranjangku.

Beberapa detik kemudian aku merasa sesuatu yang dingin menyentuh kakiku, basah dan dingin, keringat dingin mulai mengalir tapi lebih deras dari yang pertama. Tangan itu mulai naik ke atas tubuhku, dari kaki sampai lutut dan mataku tetap terpejam karena rasa takutku yang mulai membuatku tak tenang, akhirnya aku menjerit sekuat tenaga dan pingsan.

Keesokan paginya aku tersadar dan binggung karena semua anggota keluargaku mengerubuniku dan aku menanyakan “ada apa?”. Mereka menjawab “tidak ada apa-apa”, dan aku diam dalam hatiku “*apes banget sih hidupku, kenapa coba harus di datangin arwah nenekku yang sudah mati uh”. (Eh iya ya, yang namanya arwahkan sudah mati). Dan pertama kalinya aku ngerasa ketemu sama setan, sejak hari itu aku jadi nggak berani tidur sendirian, lebih parahnya aku kalau mau kemana-mana pasti minta antar dan nggak berani keluar malam. The end.

siti khofifah

All post by:

siti khofifah has write 1 posts

Please vote Arwah Nenekku
Arwah Nenekku
3.3 (65%) 4 votes