Arwah Perempuan Penunggu Kost

Bukan pindah tapi tepatnya baru mulai ngekost, awalnya orang tuaku tidak setuju kalo aku kuliah dan kost di Bandung. Tapi karena sudah menjadi cita-citaku untuk kuliah di perguruan tinggi disini, akhirnya orangtuaku merelakan aku untuk meninggalkan kota Jakarta. Dan ternyata benar, sangat menyenangkan untuk belajar mandiri dikota ini dan hingga sekarang aku tinggal menetap di bandung.

Selama aku merantau disini, ada sebuah cerita menyeramkan yang terselip dan bahkan aku rahasiakan sampai sekarang. Ini menjadi beban buatku, aku hanya ingin berpesan untuk kamu yang baru saja kost atau mencari kost. Carilah kost yang aman dan yang paling penting kamu harus tau asal usul kost tersebut, jadi ceritanya begini. Ini terjadi ketika awal aku kuliah di bandung sekitar tahun 2006, waktu itu baru sebulan aku tinggal dibandung. Setelah mencari informasi kost di seputaran kampusku, akhirnya aku memilih kost yang cukup mewah di daerah ciumbuleuit.

Kost itu sudah cukup tua, hampir mirip bangunan belanda dan harganya cukup mahal karena fasilitas di kost itu cukup lengkap. Mulai dari wifi, tv kabel, air panas dan ac lalu orang tuaku cukup khawatir dengan tempat tinggalku. Makanya mereka menyarankanku untuk mencari tempat kost an yang bagus dan kalo harganya mahal tidak masalah yang penting aman.

Akhirnya aku menetap disana, minggu pertama aku sangat nyaman dengan kost ku. Tapi ternyata semua yang nyaman belum tentu aman dan inilah hal yang aku akan ceritakan. Malam itu aku belum tidur, karena tugas kampus yang menumpuk dan harus segera dikumpulkan besok. Aku masih duduk didepan laptopku yang sudah menyala dari tadi sore.

Supaya tidak terlalu sepi, aku menyalakan lagu di laptopku dan waktu itu hanya terdengar alunan musik pelan dari laptop dan suara dari jari-jariku yang menyentuh keyboardnya. Ketika aku sedang mengetik, tiba-tiba lampu dikamarku mendadak menyala dan mati seperti akan konslet. Awalnya aku tidak menghiraukannya, tapi lama kelamaan cukup mengganggu dan membuatku takut. Aku takut kalo nanti akan terjadi kebakaran kecil gara-gara lampu konslet.

Akhirnya aku berdiri dari tempat duduk, dan melihat lampu yang menggantung di langit-langit kamar. Sepertinya konslet biasa, tapi kenapa tiba-tiba seperti ini. Aku pun mengerutkan dahiku, kemudian aku berjalan ke arah saklar lampu dan mematikannya. Aku kembali duduk di depan laptop dan suasana kamar cukup gelap. Hanya cahaya kecil yang keluar dari laptop, dan aku meneruskan mengetik lalu kemudian jantungku berdebar kencang dan badanku memaku ditambah bulu kuduk berdiri.

Baru saja aku merasakan seperti ada orang dibelakangku, dan samar aku mendengar suara tertawa. Padahal aku kan sendirian dikamar ini, kepalaku melihat ke kanan dan ke kiri. Tidak ada siapapun, aku kembali melanjutkan mengetik dan beberapa menit kemudian gangguan lain muncul. Astaga, seperti ada yang memanggil dan aku masih duduk mematung sambil keringat dingin mengucur. Suaranya terdengar jelas dan sangat dekat ditelingaku, aku berdiri lalu berjalan ke arah saklar lampu dan kembali menyalakan lampu neon kecil tadi.

Tapi ternyata lampu kamar malah tidak bisa dihidupkan sama sekali, aku mulai ketakutan lalu menyambar laptop dan naik ke atas kasur. Posisinya aku menyender ke tembok kamar dengan laptop di pangkuanku, dan setengah kaki tertutup selimut. Aku melanjutkan kembali mengetik kata-kata dilaptop dan sekarang aku merasakan belaian halus diantara kedua kakiku.

Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, selimut yang menutup kakiku sekarang turun perlahan. Seperti ada yang menarik selimut dari arah berlawanan, aku menelan ludah karena ketakutan dan aku menjulurkan tanganku mencoba untuk menarik selimut itu lagi. Dan disaat aku menarik selimut itu, selimut itu seperti ditarik di ujung lainnya.

Aku menarik dengan segenap tenagaku, aku tarik dan tarik lalu dari arah bawah tempat tidur muncul tangan putih pucat yang dilanjutkan dengan penampakan kepala berambut panjang yang mukanya tertutupi oleh rambut. Kemudian semakin naik, semakin jelas sesosok perempuan berambut panjang tiba-tiba saja muncul dari bawah kasurku. Sambil tertawa cekikikan, dia mulai merangkak naik ke atas kasurku.

loading...

Naik terus dan terus hingga perempuan itu hanya beberapa centimeter dariku. Dengan jelas aku mendengar desisnya seperti orang yang sedang sesak nafas. Lalu perempuan itu menengadahkan mukanya dan astaga perempuan itu kini memperlihatkan mukanya tepat didepanku. Air mataku mulai mengalir, meluncur dari pipi. Perempuan itu terus menggelengkan kepalanya didepan aku sambil mendesis terus menerus. Aku hanya bisa menutup mata dan melafalkan semua doa yang aku tau dan ketika aku membuka mata, perempuan itu sudah tidak ada didepanku.

Menghilang begitu saja dan aku kebingungan, lalu aku berusaha untuk tidur dengan badan gemetaran mencoba untuk cepat tertidur. Ketika aku membenarkan posisi tempat tidurku, aku merasakan sesuatu yang dingin di punggungku dan tanganku meraba benda keras yang entah dari mana terpegang olehku dan samar-samar aku masih mendengar bunyi tawa yang menyeramkan dari perempuan tadi. Ketika aku membuka mata, ini pasti mimpi dan entah bagaimana aku sudah berada dalam sebuah keranda mayat.

Aku mencoba untuk mendorong tutup keranda mayat itu tapi tidak bisa terbuka, aku berteriak minta tolong dan teman di kost seperti tidak mendengar apa-apa. Aku berusaha keluar dari keranda mayat itu namun sama sekali tidak bisa dan ternyata aku bersama perempuan menyeramkan itu didalam keranda mayat. Perempuan itu berada disebelahku sambil menyeringai dan tertawa cekikikan.

Siapa dia, kenapa tiba-tiba mengalami hal ini. Aku terus berusaha meronta sampai akhirnya penutup keranda mayat itu terbuka karena tendanganku. Aku berusaha keluar dan nampaknya karena aku panik dan ketakutan, tidak sengaja aku membentur ujung meja tempat belajarku. Dari situ aku tidak ingat apa-apa lagi dan yang aku ingat hanya kejadian semalam.

Esok pagi, sebuah tangan lembut membangunkanku. spontan aku bangun, dan aku bergerak meronta-ronta seperti orang kesurupan lalu aku menangis. Setelah tenang akhirnya aku menceritakan kejadian yang terjadi kepada temanku. Dan mereka semua terdiam, seperti tau sesuatu lalu seminggu setelah kejadian itu saat aku sudah siap untuk pindah ke kost yang baru.

Aku baru dengar bahwa sebenarnya, itu adalah arwah perempuan penunggu kost. Dan setiap kali ada pendatang baru maka hantu itu selalu menampakan wujudnya pada para penghuni baru. Bagi intan temanku yang sudah bertahun-tahun di kost itu ketika mendengar tangisan atau didatangi langsung, itu sudah menjadi hal yang biasa.

Share This: