Arwah Saudariku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oke, kali ini nyata lagi. Padahal aku kan tidak indigo, tapi selalu saja melihat hantu. Tengah malam, semua keluargaku sudah tidur, kecuali aku. Jam 2 malam, aku pingin buang air kecil tapi karena sudah tengah malam dan keadaan dirumahku sepi dan sunyi, aku jadi agak takut ke kamar mandi sendiri. Karena aku gak mau membangunkan orang, jadi aku putuskan saja ke WC sendiri.

Singkat cerita, aku sudah selesai buang air kecilnya dan aku mau keluar WC (water closet), tapi aku sempat terkejut didepanku ada seorang perempuan yang sebaya denganku, padahal kan dirumah ini cuman aku seorang yang masih anak-anak, mama dan papa sudah dewasa (ya iyalah, masa masih kecil sudah punya anak, *hehe), kakak-kakakku sudah pada remaja, dan 2 adikku masih pada balita.

Pintu keluar masuk, pintu belakang, jendela, semuanya sudah dikunci, masa ada maling anak-anak (memang ada ya?). Aku ingin keluar dari kamar mandi, aku pura-pura saja tak peduli dengan anak misterius itu. Tapi pas aku mau keluar, tiba-tiba pintunya tertutup dan terkunci sendiri, aku ketakutan dan menggedor-gedor pintu dari dalam, tapi sama sekali tidak ada yang bangun. Lalu aku merasa pundakku disentuh seseorang, aku segera melihat kebelakang. Ternyata yang menyentuh pundakku adalah anak misterius tadi, lalu aku berkata kepada anak misterius itu.

Aku: siapa kamu? jangan ganggu aku!
Anak misterius: tenang, aku saudari kamu waktu kita balita dulu, kamu ingat enggak?
Aku: sejak kapan aku punya saudari hantu? Perasaan aku enggak punya saudari hantu, paling yang sudah meninggal nenekku.

Anak misterius: ya sudah aku cerita saja ya. Saat kita berdua masih bayi, aku sering main kerumahmu, tapi karena waktu dulu dihalaman rumah kamu ada kolam renang (kolam renang anak), aku terpeleset jatuh ke kolam itu sampai paru-paruku terkena air, dan meninggal tenggelam. Namaku Felisha, kamu Salma kan?

loading...

Aku: oh gitu, iya, iya aku ingat, dikirain kamu hantu penghuni rumah ini, *hehe. Terus kamu mau ngapain ke sini?
Felisha: aku kesini cuman rindu kamu saja, aku pingin lihat kamu yang sudah gede sepertiku. Sama rindu main sama kamu juga sih.

Aku: *ehm, ini kan sudah malam, jadi mainnya siang saja ya, besok sekolah.
Felisha: iya. Besok aku datang lagi ke kamar kamu. Jam 2 kamu ada?
Aku: ada. Dadah.
Felisha: dadah juga.

Lalu Felisha pun membuka pintu WC dan aku segera keluar dan melanjutkan tidurku. Siang hari, ternyata apa yang dikatakan Felisha benar, dia datang kekamarku tepatnya jam 2 siang ketika aku sedang menyisir rambutku. Dia pun bermain bersamaku. Sekian ceritaku, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,704 posts

Please vote Arwah Saudariku
Arwah Saudariku
Rate this post