Arwah Teman yang Mendatangiku Bagian 3

Assalamualaikum wr, wb dan salam sejahtera buat kita semua. Kali ini aku mau lanjut cerita dari “arwah teman yang mendatangiku bagian 2“. Tapi untuk cerita satu ini bukan cerita seram, tapi aku cuma mau berbagi kisah saja. Melanjutkan kisah yang sudah aku tulis, pokoknya kalau aku ingat aku tulis disini.

Bermula sebelum temanku itu meninggal, malamnya dah lupa aku malam apa, mama liza mendengar suara elang didepan rumah. Katanya dalam hati “siapa ya, yang meninggal, mungkin orang dekat” katanya. Mitos atau benaran aku pun gak tahu kalau ada suara elang pasti ada yang mau meninggal. Besok harinya orang tua liza dikabari bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Ayahnya liza pun sudah pasrah dia mengabari saudara-saudaranya bahwa liza sudah tiada. Mungkin filling seorang ayah ya.

Waktu kejadian tabrakan itu, liza dibonceng naik sepeda motor bersama temannya sebut saja bunga. Aku pun kurang paham kejadiannya, cuma yang aku dengar kawannya itu tidak apa-apa. Sebenarnya liza pun tidak terluka parah, tapi mungkin luka dalam. Nah itu kejadiannya sore mungkin selang beberapa menit setelah dia menegurku. Setelah kejadian kawannya bunga itu, langsung pergi menghilang begitu saja. Waktu pemakaman pun tidak ada nampak, mungkin trauma. Si bunga itu pun temanku juga tapi kami tidak terlalu akrab.

Setelah kejadian itu orang tua liza sangat bersedih, maklum anak perempuan satu-satunya sedangkan adiknya laki-laki. Selang beberapa bulan liza meninggal nenek dari mamanya sering dimimpikan, katanya liza mau mengajak neneknya ikut. Ya begitu gak berapa lama neneknya pun meningnal. Terus kakek dari mamanya pun nyusul. Aku pun gak tahu kejadiannya karena aku gak dikampung waktu itu.

Setelah nenek sama kakek dari mamanya meninggal, terus gak lama juga selang beberapa bulan nenek dari ayahnya liza meninggal. Nenek dari ayahnya ini yang sering aku datangi sama atun. Kalau kami datang neneknya selalu memeluk kami katanya mengingatkan dia sama cucunya liza. Karena kami dulu seringnya bertiga kemana-mana. Apalagi kalau kami kerumah liza, mamaknya selalu berlinang air mata.

Di pojok rumahnya pasti ada foto dia dipajang. Kami pun ikut sedih melihat orang tuanya seperti itu. Kayaknya mamanya liza sangat terpukul. Ya maklum lah seorang ibu pasti sering marah sama anaknya mungkin dia merasa menyesal. Memang sih mamanya liza itu sering kali marahin liza, apa-apa gak pernah betul dimata mamanya.

loading...

Tapi sekarang aku sudah gak pernah lagi mampir kerumahnya, kalau atun sekali-sekali pernah katanya. Maklum aku sibuk kerja. Sekian dulu ya nanti kalau ada yang aku ingat lagi aku bagi. Wassalam.

Facebook: lia pioneer
Instagram: @pioneerneer88

lia

Aku suka baca kisah misteri tapi aku tak mau jumpa apapun yang berbau misteri... fb.lia pioneer

All post by:

lia has write 12 posts