Ayako Datang

Aku punya teman baru yang berasal dari Jepang bernama Ayako. Ayako itu seorang wanita yang sangat cantik. Entah seperti apa aku bisa memuji kecantikannya. Ayako tinggal entah dimana, aku tidak tahu. Mungkin dia tinggalnya tidak jauh dari lokasi apartemenku dan teman-temanku.

Aku: A
Ayako: Ay
Yui: Y
Akira: Ak
Lee Hui: LH
Rani: R

A: Ayako datang!

(Semua teman-temanku terkejut).

LH: (diterjemahkan dari bahasa inggris) aku belum siap tugas.
Y: kau mau disini atau ikut kami pergi?
LH: pergi.
Y: oke, cepat tinggalkan semua itu.

Mereka, Lee Hui, Yui, Akira dan Rani, teman-temanku bersiap-siap pergi keluar dari apartemen. Aku menarik salah satu temanku yang bernama Akira untuk tetap stay disini.

A: please!

(Akira sedikit ragu, memilih aku atau teman yang lain).

A: percayalah Akira. Dia tidak jahat. Please, temani aku.

(Aku percaya, Akira pasti mau menemani aku. Tapi).

loading...

Ak: Gina, aku takut.
A: tidak apa. Dia tidak jahat.
Rani: sudahlah Gin. Jangan tahan Akira. Jangan paksa dia untuk menemanimu bersama Ayako gila itu.

Rani marah padaku. Mereka menarik Akira dan pergi keluar dari apartemen. Kini tinggal aku di apartemen. Mungkin tidak. Ayako. Kini aku bersama Ayako. Ayako duduk diam menghadapku. Menatapku yang sedang terduduk lemas bersandar di dinding. Aku menatap Ayako. Sungguh memang, Ayako itu wanita yang sangat cantik sekali. Mungkin. Sangat cantik. Tapi tidak bertahan lama. Kini didepanku Ayako menjerit kesakitan. Memutar kepalanya 360 derajat, seperti kita hendak melepaskan baut, diputar-diputar. Begitu juga dengan Ayako. Kepalanya diputarkannya sampai.

A: *akh! (Aku menjerit).

(Lepas. Kepalanya kini lepas. Kepalanya kini terpisah dari tubuhnya. Kini Ayako tidak cantik lagi).

A: pergilah. Pergilah.
Ay: *hihi, hihi, hihi.

Ayako hanya tertawa. Ayako hanya melayang-layangkan kepalanya yang terlepas didepanku. Sedangkan sisa tubuhnya yang tanpa kepala itu, berada didepanku. Dengan tangannya mengelus-elus rambutku. Aku sangat ketakutan. Aku hanya bisa menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Tidak sanggup aku melihat Ayako.

Ay: *hihi, hihi, hihi.

Aku menangis. Aku takut. Tolong aku! Tolong! Itulah yang ada didalam hatiku. Tidak bisa berucap apa-apa lagi. Mungkin karena ini semua, tidak ada satupun temanku yang bersedia menemaniku dikala Ayako datang. Bersambung.

Fiolin Fradah

Fiolin Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Fiolin Fradah has write 94 posts

loading...