Ayunan Taman Kota

Di pinggir kota terdapat sebuah taman kota, taman itu tidak jauh dari rumahku. Suatu sore aku pergi bersama ayahku ke taman tersebut. Saat itu sudah menjelang senja dan kami tetap memasuki taman itu. Aku dan ayahku berjalan jalan mengitari isi taman dan akhirnya sampailah pada sebuah ayunan besi.

Ayunan itu sudah tua dan berkarat entah kenapa tidak ada seorangpun yang memainkan ayunan tersebut, padahal ada beberapa pengunjung yang berkali kali melewati ayunan tersebut. Ayunan besi tersebut Berbentuk seperti kursi yang bisa di pakai dua atau tiga anak sekaligus dengan sandaran dibelakangnya. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk di ayunan tersebut untuk melepas lelah dan ayahku pun mengikuti untuk duduk di sebelahku.

Ayahku menggoyang goyangkan ayunan tersebut dan aku menikmatinya. Seperti dalam buaian, lama lama aku pun bersandar di sandaran belakang karena terkantuk kantuk ketika kepala aku sandarkan dan wajahku menghadap ke langit tiba tiba terjadi suatu hal yang aneh. Langit tiba tiba menjadi gelap, samar samar ku dengar suara adzan dan aku tiba tiba tidak sadar.

Tak lama kemudian kulihat setitik cahaya di depanku, tidak ada siapa siapa di sekitarku. Aku bingung dan takut, kupanggil ayahku tapi tidak ada jawaban. Akhirnya aku putuskan untuk berjalan mengikuti cahaya tadi, alangkah terkejutnya ternyata aku berada di sebuah rumah besar tapi gelap.

Kupanggil panggil terus ayahku, sambil aku menangis tiba tiba dari belakangku ada seseorang memegang pundaku. Aku sangat terkejut dan spontan berteriak dan minta tolong. Pundakku di guncang guncang oleh sebuah tangan sambil menyebut nyebut namaku. Aku hanya bisa menangis ketakutan, dan akhirnya aku pun tak sadarkan diri.

Beberapa saat kemudian aku terbangun dan aku kaget ternyata ayahku masih di sebelahku sambil memguncang guncang pundakku dan memanggil namaku. Ternyata aku bermimpi buruk sambil berteriak teriak, kami pun segera beranjak dari ayunan tersebut dan meninggalkan taman kota.

Sampai di pintu gerbang kami bertemu dengan penjaga dengan wajah tegang penjaga tersebut berbicara “bapak, lain kali bapak jangan bermain di sini saat maghrib khususnya di ayunan tersebut”. Ayahku bertanya “kenapa?” tapi penjaga tersebut tidak mau menjelaskannya. Kami pun buru buru pulang, entah apa yang sebenarnya pernah terjadi di ayunan berkarat di taman kota itu. Mungkin pernah terjadi hal hal yang mengerikan atau misterius.

loading...

Share This: