Badut Pasar Malam

Pada hari sabtu tepatnya malam minggu, aku dan teman temanku pergi ke sebuah pasar malam didekat kampungku. Disana banyak permainan nya dan juga banyak pedagang yang menjual dagangan nya. Disana juga ada badut yang disukai oleh anak anak. Tetapi aku dan teman teman merasa ada hal aneh pada badut itu, entah mengapa aku juga tidak tahu.

Aku sangat senang, terlebih dengan teman temanku. Kami mencoba berbagai permainan yang seru dan sangat menyenangkan seperti komedi putar, istana balon (hehe, kayak anak kecil aja) dan trampolin. Kami juga membeli makanan, minuman, baju dan bahkan ada temanku yang membeli banyak aksesoris seperti gelang, cincin dan kalung.

Setelah lelah karena bermain, kami lalu memutuskan untuk pulang karena jam juga sudah menunjukan pukul 22.30 malam. Kami pulang dengan jalan kaki walau pun sedikit jauh juga sih tapi kalau bareng sama teman teman pasti capeknya enggak terasa deh. Dijalan kami bercanda gurau dan bercerita tentang pasar malam tadi, tetapi kami semua langsung terdiam setelah merasakan bahwa ada seseorang / sesuatu yang sedang mengikuti kita dari belakang “teman-teman berhenti dulu, sepertinya ada yang mengikuti kita dari belakang deh” kata salah satu temanku dengan lirih.

Akhirnya kami beranikan diri untuk menoleh ke belakang. Dan, ternyata yang ada dibelakang kami adalah badut pasar malam yang menatap kami melotot dengan penuh kebencian dan kemarahan, mukanya juga mengerikan dipenuhi darah. Kami langsung berlari secepat-cepatnya, badut itu juga mengejar kita dengan cepat. *Hufh, tapi untungnya kami selamat sampai rumah masing masing.

Aku juga menceritakan itu semua kepada mamaku, tapi mama ku juga tidak tahu mengapa badut itu mengejar kami dan apa yang terjadi pada badut itu sehingga mukannya belumuran darah. Rasanya lega sekaligus capek, tapi aku juga masih takut, jadi aku minta tidur bersama mama ku.

Aku tidak tahu mengapa badut itu mengejar kami, tapi yang pasti ternyata badut itu adalah korban pembunuhan yang terjadi pada malam itu setelah aku dan teman teman meninggalkan pasar malam tersebut dan baru ditemukan pada pagi hari. Tidak ada yang tau siapa pembunuh badut itu. Semenjak itu juga aku tidak berani kepasar malam bersama teman teman melainkan bersama keluargaku, itu juga pulangnya pakai kendaraan dan tidak jalan kaki lagi.

loading...
loading...