Bank Berhantu

Saya pernah bekerja disalah satu bank swasta di kota bandung, sekarang saya buka usaha sendiri. Pengalaman horor saya bertemu dengan makhluk tersebut terjadi pada saat saya bekerja di bank itu. Bank tempat saya dulu bekerja menempati bangunan Belanda sebagai kantornya. Waktu itu saya dan dua orang teman saya memutuskan untuk lembur ditemani seorang satpam, karena dua satpam lainnya berjaga di area luar.

loading...

Kami lembur hingga jam 10.30 malam. Setelah itu kami memutuskan untuk pulang, ketika saya dan dua teman saya sedang membereskan berkas, teman saya yang bernama Disti ingin buang air, dia meminta untuk ditemani, jadilah saya yang menemaninya, sementara teman saya yang satunya masih sibuk membereskan berkas ditemani satpam. Saya sebenarnya takut, jalan menuju kamar mandi lumayan seram, karena harus melewati dua lorong panjang. Tapi karena teman saya sudah tidak tahan saya juga mau menemaninya, supaya bisa cepat pulang juga.

Kami berjalan dibantu penerangan seadanya, udara terasa panas. Ketika kami berjalan menuju lorong pertama, saya melihat sekelebat bayangan lewat. Akhirnya kami sampai di toilet, lalu teman saya masuk kedalam. Sudah hampir lima belas menit, tapi teman saya belum juga selesai, “Dist, kamu udah belum, kenapa lama? Hayu gera atuh” kata saya. Tidak ada jawaban, saya periksa kedalam, ternyata Disti tidak ada.

Saya mulai takut, karena sekarang saya sendirian, lalu kapan teman saya keluar. Akhirnya saya memutuskan untuk lari menuju ruangan. Sampai dilorong saya melihat Disti sedang berjalan, saya merasa lega. Saya berlari menuju kearahnya. “Disti, kamu jahat banget aku ditinggal” lalu Disti menengok kearah saya. Astaga, Muka Disti berubah menjadi seperti wanita eropa, namun dengan bentuk yang rusak, dari lubang hidung dan matanya mengeluarkan darah. Saya makin ketakutan, mendadak semuanya gelap.

Saya dibangunkan oleh satpam, disitu saya melihat Disti tampak cemas dengan saya. “Disti…” kata saya sambil menutup muka. “Neng kenapa?” tanya satpam. Saya diberikan minum untuk menenangkan diri. Lalu saya mulai bercerita apa yang terjadi sehingga saya bisa pingsan. Disti juga bercerita kalau dia sendirian di kamar mandi, ketika keluar saya sudah tidak ada.

Dan ketika dia berjalan keluar, dia melihat saya sudah pingsan. “Atuh si neng ini pasti ngelihat hantu noni belanda yang wajahnya rusak.” seru pak satpam. “Iya pak, penampakan yang saya lihat hantu dengan wajah rusah”. Lalu, “Dia memang penunggu disini neng, saya biasa liat penampakannya.” jelas pak satpam. Akhirnya, kami bertiga pulang saat itu juga dan tidak mau bekerja hingga lembur lagi takut melihat penampakan noni belanda. Empat bulan kemudian saya memutuskan keluar dari bank tersebut.

Share This: