Bau Daging Bakar

*Ehem, assalamualaikum pemirsa KCH. Dwi lagi yang datang dan akan membawakan kisah dengan judul bau daging bakar, semoga kalian tetap terhibur dengan cerita-cerita saya ya, dan terima kasih atas respon para penulis dan pembaca disitus ini. Walaupun tak aku sebut satu-persatu, semoga kalian merasa sendiri, *hehe.

Oh iya maaf dicerita ”boneka cantik” kemarin ada penulisan judul lagu, eh judul cerita yang salah. *Coz itu kiriman member lain, *hihi. (Semoga yang punya cerita tidak marah, *hehe) maaf kak john gak bisa ngasih tahu, biasanya kalau salah saya protes, *hehe.

Kali ini adalah episode ke-76 tentang bau daging bakar, *wew semoga saja ada member lain yang ikutan bersaing memecah rekor horor. Biar semakin sukses deh KCH, hore, *hihi (lebay). Setelah jengkel lihat blog lain yang mencopas cerita disini, jadi saya akan menulis sekaligus berlebay ria. (Dasar demit/dwi emang amit-amit dah).

loading...

Cerita ini terjadi dibulan september 2015. Pada hari minggu aku turut pacar kepantai. (*Ye, macam lagu saja, *lebay). Saat itu, ada aku, fadly, ibu, bude beserta 2 anak gadisnya, kak ari (kakak kandung) dan mantan pacarku yang sekarang jadi misua eh suami syahku setelah hasil rebutan dengan cowok lain, *hihi (lebay).

Hari itu adalah hari minggu, awalnya tidak ada niat buat jalan-jalan kepantai Klara di Lampung. Pantai yang baru dibuka atau baru diresmikan ini membuatku penasaran. Terutama yang belum pernah kesana. Akibat semalaman SMS-an karena saya marah, gara-gara janji tidak pernah ditepati. Akhirnya tertujulah si doi tepatin mau ngajak rekreasi. Tidak lupa woro-woro alias promosi ke keluarga besar siapa yang hendak ikut.

Ternyata berhasilah mengajak mereka ditambah ada bulek dan anaknya, yang kebetulan datang dari Lampung Timur. Ayo kita kemping! Setelah diperjalanan dengan ditemani lagu-lagu dari negara Hindia. *Wih mantap deh sambil goyang-goyang, *hihi. Eh ini bulek dan anak-anaknya pada mabok alias mabu perjalanan, maklum gak pernah naik mobil, apalagi mobil bagus *hehe.

Wah gawat nih, akhirnya kita ngobrol-ngobrol biar tidak pada diam dijalan, karena bisa menimbulkan mual bagi pemula. Saat sampai didaerah panjang ada makam khusus orang cina. Tapi kata doi, makam ini lain dari makam-makam cina yang ada di Indonesia. Mungkin karena tradisi kepercayaannya kali ya. Sebelum di makamkan, konon katanya si mayat di asapin dulu (*wih macam daging asap saja ya, *hihi). Katanya biar awet (awet muda kali ya, *hehe).

Saat berangkatnya sih tidak ada hal-hal aneh lewat makam ini. Tapi pas pulangnya baru deh terasa hawa mistisnya. Makam ini berada diatas bukit, semakin keatas semakin tinggi derajat si empunya (katanya). Saat sedang asyik mengobrol, aku mencium aroma daging bakar. Dan pas doi membahas makam ini, tiba-tiba aku nyeletuk.

“*hmm bau apaan ini, seperti bau daging bakar”.
“Hah!? Apa? Kamu mencium bau? Waduh” kata doi.
“Iya benaran” kataku.

Sontak, doi menyalakan AC lebih besar dan menambah kecepatan laju mobil, untuk menghindar area makam itu. Saat sudah jauh dan sangat jauh barulah, dibuka kaca jendela supaya hilang bau daging bakar yang tersisa.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts