Bau Vanilla dan Sosok Shyntia

So what’up guys, ah sorry kalau tidak seram tapi ini adalah kisah nyata saya, diakhir cerita akan banyak kejadian seram yang terjadi guys. So lets read. Waktu itu aku sedang melakukan diksar (didikan dasar) untuk anak kelas satu yang baru masuk organisasi. Kebetulan aku ketua organisasinya, nah acara jerit malam sudah selesai, semua anggota baru kembali istirahat dilapangan, aku dan 3 orang temanku membersihkan lantai sekolah, satu lantai satu orang dan aku membersihkan lantai teratas, waktu menunjukka pukul 01:00 dini hari.

Aku mulai masuk kesetiap kelas untuk mengambil kamera dan beberapa barang yang sudah digunakan, saat aku masuk dikelas C10, posisi kelas itu ada dibagian sudut belakang, aku hanya melintas dan melihat ada kamera serta barang lainnya, seingatku tidak ada yang berposisi dikelas ini tadi, tapi sudah lah aku masuk saja. Aku masuk mengambil kamera dan merapikan bangku yang berantakan, lalu aku melihat tas cewek dimeja kedua dari belakang diujung kiri, lalu aku melihat kaki cewek dikursinya sepertinya kaki itu lagi diluruskan (posisiku disamping bangku depan).

Lalu aku berjalan menghampiri bangku itu bulu tangan dan leherku merinding, suasana menjadi dingin dan aku melihat ada siswi sedang tertidur diatas kursi (kursinya panjang) sepertinya sedang kecapekan. Dia masih memakai seragam sekolah, lalu aku duduk diatas meja disamping tas miliknya, lalu aku membangunkannya. Dia terbangun dengan paras wajah yang terlihat sangat capek dan agak pucat, dia sangat cantik dengan kulit putih mulus berambut panjang sampai dada.

Setelah bangun dia bersandar di dinding kelas, lalu aku sempat ngobrol dengan dia, dan aku tahu namanya adalah Shyntia siswi kelas 3, dia mengeluh sangat lapar dan meminta makanan kepadaku, untungnya aku membawa tas-back yang berisi susu kotak dan 3 bungkus roti, lalu dia makan sangat lahap, aku mencium bau tubuhnya yang harum seperti bau vanilla gitulah.

Selesai makan, aku mengajaknya untuk turun dan bergabung dilapangan bersama yang lainnya, tapi dia menolak tapi anehnya dia tidak pernah kulihat dikantin atau pun dikelasnya padahal aku adalah pelancong kelas. Terus kami berdua bercanda sangat lama, kami cepat akrab, ketika sedang asyik ngobrol handy talkie berbunyi, temanku bertanya posisiku, dan aku katakan kalau aku lagi BAB ditoilet.

Tak terasa 1 jam sudah aku bercanda dengan Shyntia, aku tahu alamat dan id linenya, lalu dia kembali tidur karena aku tidak tega jadi aku temani saja dia tidur. Esok paginya kepalaku terasa sangat berat dan pusing, ketika membuka mata, aku lihat temanku sedang membangunkanku. Dan kaget sekali aku ketika melihat aku sedang ada dilantai toilet, temaku menemukanku ditoilet sedang tertidur.

Lalu aku teringat dengan Shyntia, lalu dengan cepat aku berlari kedalam kelas C10 untuk melihatnya. Aku menjadi tambah kaget ketika aku melihat suasana dan bangku disana masih dalam keadaan berantakan, lalu aku menuju kebangku tempat Shyntia semalam. Bangku itu kosong dan aku duduk terdiam diatas bangku itu, rasa takut sudah menguasai diriku, lalu tak sengaja aku menoleh kelaci.

Aku melihat ada bungkusan susu kotak dan roti yang semalam kuberikan ke Shyntia, aku tahu kalau itu punyaku karena aku memberinya tanda (tanda cemilan untuk panitia), lalu dibawah bungkusan susu kotak ada secarik kertas dengan berisi surat dari Shyntia yang berisi.

“Terima kasih dirs (nama panggilanku) kamu sangat baik padaku, aku suka sama kamu, aku akan sering datang dan melihat keadaanmu sayang. Shyntia”. Sangat terkejutnya aku membaca surat itu, lalu aku memasukkan surat itu kekantong saku, setelah itu aku tak sadarkan diri lagi, lalu aku terbangun ditengah lapangan (diksar masih berlangsung), dan temanku datang membawa sebotol air minum.

Temanku bilang kalau aku pingsan ditoilet sejak pagi, aku semakin takut karena aku ingat aku berlari kedalam kelas C10 saat bangun dari toilet. Lalu aku memeriksa saku, anehnya surat itu tak ada, tapi isi suratnya aku ingat jelas. Singkat cerita, aku sampai dirumah, setelah masuk mandi aku masuk kekamar, sangat terkejutnya aku melihat surat itu ada diatas ranjangku, lalu aku kembali membaca surat itu tulisannya persis sekali dengan yang kubaca tadi disekolah. Lalu aku terbaring dan mengingat semua yang terjadi semalam, aku masih mengingatnya dengan jelas dan tak pernah kulupakan.

Singkat cerita lagi, saat masuk sekolah aku keruang guru untuk meminta data Shyntia siswi kelas C10, dan aku sangat terkejut karena guruku bilang 2 tahun yang lalu kelas C10 telah dihancurkan, cuma sampai kelas C9 saja, seketika itu pun perasaanku bercampur aduk (bisalah anda bayangkan). Lalu sepulang sekolah aku menceritakan kejadian ini kepada kakak alumniku, lalu ada satu kakak alumni yang tahu siapa itu Shntia, ternyata dia siswi 2 tahun yang lalu, dia meninggal karena kesurupan massal yang terjadi dikelasya dulu, dan dulu kelas C10 memang ada.

loading...

Aku masih tidak percaya dengan cerita alumni itu, lalu dia menunjukkan foto Shyntia dan memang itu Shyntia yang aku temui semalam. Aku teringat dengan id line nya Shyntia, betapa kagetnya aku ketika add id linenya dan kulihat distatusnya tertulis namaku, perasaanku makin campur aduk, lalu aku mengunjungi rumah Shyntia, aku meminta ijin kepada orang tuanya untuk memasuki kamar Shyntia, dan aku kembali ditakuti dengan bau harum vanilla itu lagi yang aku cium semalam.

Aku duduk termenung diranjang Shyntia, lalu Shyntia kembali muncul dihadapanku, aku semakin takut dan tersandar di dinding, Shyntia senyum dengan lembut lalu menghilang lagi. Sampai sekarang Shyntia masih sering menemuiku, saat menulis cerita ini pun Shyntia duduk disampingku, dan aku sudah terbiasa dengannya, juga bau vanilla itu sudah tak asing lagi bagiku.

DiRs

Just indigo guy

All post by:

DiRs has write 9 posts