Bayangan Hitam di Pinggir Kali

Malam itu aku baru saja mematikan ponsel karena sudah lowbat setelah ngobrol di grup facebook KCH bersama weni, yain, bayu, andi and bismi. Waktu saat itu (kalau gak salah nih) sudah menunjukan jam 11 malam. Aku kemudian mematikan televisi dan masuk kedalam kamar, kemudian mencoba untuk tidur tapi entah kenapa mata gak bisa terpejam.

Setelah hampir 1 jam akhirnya aku menyerah dan keluar sambil menghidupkan kembali televisi yang sudah aku matikan tadi. Bosan dengan acara televisi, aku kemudian mengambil flashdisk kemudian memutar salah satu koleksi film hasil download beberapa waktu yang lalu. Film yang aku putar saat itu film kartun superhero yang berjudul Teen Titans (The Judas Contract 2017).

Selang setengah jam kemudian aku mulai merasa lapar dan ternyata menonton film pada jam-jam mendekati tengah malam apalagi nontonnya sendiri ternyata kurang lengkap tanpa ditemani camilan dan teh panas. Aku pun berjalan kedapur untuk memasak air dan mengambil beberapa camilan yang ada didalam kulkas, tetapi begitu memasuki dapur, aku mencium aroma tidak sedap yang makin lama terasa menyengat hidung.

Awalnya aku cuekin saja aroma tidak sedap itu tapi makin lama baunya membuatku mual dan mau muntah. Akhirnya aku pun memberanikan diri untuk mencari sumbernya, sebenarnya rada-rada ragu juga karena ingat cerita-cerita yang ada di KCH, tapi aku memberanikan diri sampai akhirnya aku dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba menegurku dari belakang yang berkata “mas, mas”.

Aku mengenali suara itu tetapi aku enggan menoleh karena takutnya ternyata suara itu bukan dari suara orang yang aku kenal, sampai tiba-tiba pundakku terasa sakit karena tepukan yang lumayan keras mendarat disana yang membuatku reflek menoleh tanpa bisa menyembunyikan perasaan terkejut.

Aku menghela nafas panjang setelah mengetahui bahwa yang menepuk pundakku adalah mantan pacarku (*hehe) yang kemudian berkata “tolong sampah yang didapur itu dikeluarin saja taruh depan rumah soalnya sudah gak enak baunya”. Aku pun menganggukan kepala kemudian dengan menahan aroma yang tidak sedap dari sampah itu aku pun mengikat dan membawanya keluar rumah.

Awalnya akan aku biarkan saja didepan rumah biar besok dibawa sama tukang sampah yang biasa mengambil sampah pagi-pagi, akan tetapi setelah aku pikir-pikir sebaiknya sampah ini dibuang saja disebuah kali depan rumah ketimbang dibiarkan karena takutnya diobrak-abrik sama kucing atau anjing yang kelaparan tengah malam *hehe. Aku mengambil kunci gerbang kemudian membukanya sambil tengok kiri kanan memperhatikan kondisi luar (malu kalau ketahuan orang/tetangga).

Aku perlahan-lahan berjalan kepinggir kali dan berpikir sebaiknya aku membuang sampah itu tidak tepat didepan rumah tapi agak jauh ditempat yang agak gelap dan tidak ada rumah diseberangnya. (Maksudnya biar gak ada yang lihat/ngenali). Aku pun menyusuri jalan pinggir kali menuju kesebuah pohon palm yang agak gelap dan dengan cepat kemudian membuang sampah yang aku bawa.

Ketika aku baru saja membalikan badan untuk kembali kerumah, aku dikagetkan dengan suara mendehem yang terdengar dari bawah pohon palm tersebut. Aku menoleh dan melihat ada bayangan hitam yang mendekat perlahan kearahku. Bisa dibayangkan, tentu saja aku kaget plus takut (sedikit saja takutnya *hehe) sampai akhirnya bayangan itu berada ditempat yang agak sedikit terang dan aku berkata lega “pak rudi, sedang apa malam-malam disana?”.

Orang yang aku panggil pak rudi itu kemudian berkata “saya baru habis beli rokok dik” dan berkata lagi “tadi habis buang sampah ya?”. Aku pun mengiyakannya, tanpa bisa menyembunyikan rasa malu aku berkata “iya pak soalnya sampahnya sudah bau sekali” kemudian pak rudi berkata lagi “lain kali biar diambil tukang sampah saja”.

“Iya pak, saya tidak akan mengulanginya lagi, saya permisi dulu” kataku sambil berlalu meninggalkan pak rudi yang baru saja menyalakan rokoknya. Pak rudi menganggukan kepala dan aku bergegas berjalan kerumahku. Tepat sebelum memasuki rumah tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara yang berkata “dik, dari mana saja malam-malam gini?”

loading...

Aku pun menoleh kearah suara itu dan menjawab “dari sana tadi” sambil menunjuk kearah pohon palm. Lalu yang membuat aku terkejut setengah mati, aku melihat pak rudi sedang duduk diteras rumahnya yang arahnya berlawanan dari tempat aku menemuinya tadi, sambil menghisap rokoknya. Aku bergegas masuk kerumah dan mengunci gerbang depan sambil bergidik ngeri membayangkan “sesuatu” yang mirip pak rudi didekat pohon palm pinggir kali. Sekian.

Nah pembaca KCH, pesannnya adalah “jangan buang sampah sembarangan, apalagi disungai atau kali karena selain bisa mencemari lingkungan dan sebagai salah satu penyebab banjir, bisa juga itu mengganggu makhluk lain yang berdiam disana”. Betul gak?!

Yandi Lalu

yandi

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts