Bayangan Misterius

Hallo KCH Readers. Saya mau share sedikit pengalaman aneh waktu saya masih kecil dengan judul bayangan misterius. Ini yang pertama di mana nenek dan kakek saya masih hidup. Kejadiannya waktu saya masih di bangku SD. Dulu, setiap malam saya tidur dengan nenek yang kamarnya terletak paling depan ruangan, sehingga dari jendela besarnya bisa melihat teras rumah, jalanan dan rumah tetangga, depan dan kiri kanan. Di dalam kamar jendela itu di pasangi gorden tipis berwarna biru muda.

Kalau malam bisa melihat bayangan-bayangan dari benda-benda di luar teras. Posisi ranjang saat itu menempel dengan dinding sejajar di bawah jendela. Jadi kalau posisi saya tidur di pinggir ranjang, saya bisa melihat dengan leluasa ke jendela. Kebetulan saya selalu suka tidur di pinggir ranjang karena memang saya takut tidur nempel dengan dinding.

loading...

Awal cerita saat itu saya sudah siap tidur. Jam menunjukkan sekitar pukul sembilan atau setengah sepuluh malam. Kalau zaman dulu jam sembilan saja orang-orang sudah pada tidur, sepi sekali seperti tengah malam. Nah, kebetulan saya anaknya tipe yang suka berkhayal sebelum tidur jadi ketika nenek saya sudah terlelap saya masih larak-lirik berpikir macam-macam. Keadaan kamar juga sudah gelap hanya di sinari cahaya yang tembus pandang dari luar oleh lampu-lampu penerangan di gang.

Ketika sedang asik-asiknya berkhayal tiba-tiba dari atap tetangga sebelah ada suara gedebak-gedebuk cukup keras, lalu ada suara seperti kucing berantem atau kucing marah. Saya kaget sekali karena tadinya suasana sudah sunyi senyap. Mata saya langsung tertuju pada jendela dan menatap lebar. Alhasil beberapa detik kemudian saya melihat bayangan itu untuk pertama kalinya melintas dengan cepat ke arah berlawanan dari rumah tetangga tempat munculnya sumber suara ribut tadi.

Melihat bayangan itu saya takut bukan main, serasa jantung mau copot. Pasalnya bayangan itu tinggi dan berbentuk layaknya manusia, walau saya juga tidak tahu pasti itu manusia atau bukan, namun langkahnya sama sekali tak berbunyi. Selang dari itu tak lama bayangan tersebut muncul kembali melintas kembali ke arah rumah tetangga saya. Makin berdebar saja jantung saya waktu itu. Mau lihat dan mengintip keluar jendela tapi saya takut, mau memejamkan mata dan tidur juga sudah tidak bisa.

Akhirnya saya diam terpaku dengan mata masih menatap lebar jendela itu. Saya tunggu hingga setengah jam kemudian tidak ada yang terjadi lagi. Akhirnya saya mencoba untuk tidur dan masih dalam keadaan menenangkan diri. Jujur saya lebih takut kalau itu adalah manusia ketimbang makhluk halus. Kalau makhlus halus bisa di bacakan doa agar hilang, tapi kalau manusia?

Besok paginya sebelum berangkat sekolah, saya memberanikan diri untuk cek keadaan teras tempat bayangan misterius itu melintas serta atap tetangga di mana sumber berisik itu bermula. Semua dalam keadaan normal, tidak ada yang berantakan ataupun rusak. Saya berpikir terus menerus penasaran sebenarnya itu apa. Walau masih SD saya punya pemikiran sedikit agak rumit. Kemudian saya memutuskan untuk tidak bercerita kepada orang tua atau siapapun di rumah akan hal itu. Saya tahu saya masih kecil pasti nanti akan kurang di anggap.

Selanjutnya, dalam rentang waktu tertentu (tidak setiap hari) dan di jam tertentu di mana saya sendirian yang masih belum tidur bayangan itu sering melintas. Dua kali melintas, layaknya orang pergi dan pulang. Bayangan misterius itu muncul juga selalu di awali dengan bunyi atap tetangga yang gedebak gedebuk. Saya sudah mulai menyiapkan diri dan membelalakkan mata ke jendela tiap kali ada suara atap tetangga sebelah ada gedebak-gedebuk karena pasti bayangan misterius itu akan melintas. Hingga beberapa minggu ke depan akhirnya saya mulai terbiasa.

Singkatnya, ketika liburan sekolah tante saya datang dengan anaknya yang masih balita. Saya senang bermain dengan anaknya, namanya Aida. Umurnya mungkin sekitar satu setengah sampai dua tahun kala itu. Ceritanya saat itu selepas dari toilet saya ke kamar nenek saya untuk memakai celana ganti dan bermain dengan sepupu saya itu. Ternyata ketika saya masuk sepupu saya sudah tidur pulas sendirian dengan di pasang lampu lima watt, karena tidak mau membangunkan, saya tidak nyalakan lampu besar, saya tetap bergegas memakai celana.

Nah pada saat itulah mendadak sontak bunyi gedebak-gedebuk itu muncul. Saya langsung kaget dan deg-degan karena posisinya saya berdiri dan berhadapan persis dengan jendela. Saya langsung melihat jam, padahal baru pukul delapan kurang. Antara mau kabur dan menggendong sepupuku keluar kamar atau diam di tempat memperhatikan dengan saksama penasaran untuk melihat pertama kalinya dalam keadaan berdiri bukan sedang berbaring di ranjang seperti sebelum sebelumnya.

Akhirnya saya melangkah mundur teratur menjauh dari jendela dan, ya bayangan misterius itu melintas, kali ini dengan hembusan angin yang membuat gorden di dalam ruangan sedikit melambai, padahal jendelanya sudah tertutup yang jika di pikir mana mungkin gorden di dalam jadi bisa melambai. Di situlah terakhir kalinya saya mendengar bunyi berisik dan melihat bayangan misterius itu. Sampai sekarang saya berpikir kira-kira itu apa ya?

loading...