Bayi Buruk Rupa

Ketika itu senin malam di bulan Maret yang hujan. Seorang wanita hamil digiring ke dalam ruang darurat rumah sakit itu, setelah terjatuh di lantai di rumahnya. Wanita malang ini merasakan sakit yang bertubi-tubi, kondisinya pun kian mencemaskan. Dia mengalami pendarahan dalam dan dokter mengatakan dia harus dioperasi segera. Wanita ini tahu bahwa dirinya sekarat, tapi dia tetap ingin menyelamatkan bayinya. Dokter lalu mempersiapkan segala hal untuk melakukan operasi “Caesar”.

Satu-satunya cara yang memungkinkan. Ketika wanita ini akhirnya tak bisa terselamatkan di meja operasi, setelah mereka menyayat perutnya untuk dibuka. Ahli bedah meraih ke dalam perutnya dan mendapatkan bayinya, namun sayang mereka juga tak dapat menyelamatkannya. Bayi itu diangkat dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi.

Itu adalah bayi terburuk yang pernah mereka lihat, kulitnya berwarna abu-abu bercampur kebiru- biruan yang menggambarkan tak ada kehidupan. Kepalanya rusak dan belum terbentuk dengan sempurna, wajah bayi tersebut menggelayut dan mengerut persis seperti kulit orang tua. Perawat secepatnya mengambil bayi tersebut dan membawanya ke ruangan khusus, dimana terdapat tempat tidur untuk bayi yang baru lahir.

Bayi itu sangat buruk rupa dan langsung menjadi pembicaraan yang hangat seluruh perawat dan karyawan yang ada di rumah sakit itu, tentang bagaimana menyeramkannya kejadian itu. Mereka semua bergantian ke ruangan dimana bayi itu berada, hanya untuk melihat dengan jelas menggunakan mata kepala mereka sendiri. Dua orang perawat juga ingin membuktikan kejadian tersebut dan masuk ke kamar bayi itu. Ketika mereka dapat melihatnya, mereka langsung merasa jijik dan tak mampu untuk melihatnya untuk kedua kali. “Oh Tuhan…” kata seorang dari mereka, “bayi itu sangat buruk rupa”.

“Sungguh lebih baik jika itu sudah tak terselamatkan.” kata perawat yang satunya lagi. Tiba-tiba mata dari bayi buruk rupa itu terbuka dan mulutnya mulai bergerak-gerak. Dari tenggorokan nya keluar sebuah suara mengerang, lalu perlahan-lahan dengan suara yang serak dia mulai berbicara, “Saya mungkin bayi buruk rupa yang pernah ada, tapi yang lebih buruk akan terjadi pada kalian berdua pada hari Kamis pukul 3 sorenya”.

Lalu bayi itu menutup kembali matanya dan kembali tenang seperti sedia kala. Kedua perawat tadi sudah langsung berlari keluar ruangan dengan menjerit-jerit dan menangis histeris. Rekan-rekan mereka lalu memberi perawatan kepada mereka agar bisa menenangkan diri. Beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka dapat menceritakan kepada semua yang ada disitu tentang apa yang baru saja mereka alami. Namun tak ada yang percaya pada cerita mereka.

loading...

Dokter yang memeriksanya kembali, memeriksa organ-organ tubuh bayi itu, tetap mengatakan bahwa bayi itu sudah meninggal, seperti saat pertama kali dikeluarkan dari perut ibunya. Setelah itu, kedua perawat tadi makin ketakutan dan mulai gemetaran. Mereka memutuskan untuk meminta ijin tidak masuk bekerja selama 2 hari karena masih merasakan takut. Psikiater rumah sakit itu lalu mencoba memberitahu mungkin itu hanya imajinasi mereka, hanya pikiran mereka saja.

Di hari itu kedua perawat tersebut akhirnya bisa kembali bekerja. Beberapa jam di rumah sakit itu, mereka mengalami suatu kecelakaan yang aneh yang membuat mereka tewas seketika. Sore itu, sebuah tabung penyimpanan gas bocor di ruangan dimana hanya kedua perawat itu berada, lalu meledak dan menewaskan mereka di tempat. Peristiwa itu terjadi hari Kamis pukul 3 sore, sesuai dengan yang bayi buruk rupa itu ramalkan.

Share This: