Begu Ganjang (Hantu Raksasa)

Hai sahabat KCH perkenalkan saya Kornelia Siregar, asli batak. Saya pecinta KCH sejati. Jadi saya punya cerita yang nyata dialami oleh sahabat atau tante saya, jika dalam tutur batak. Langsung aja, mungkin semua bertanya apa itu Begu ganjang? Ini merupakan sebutan hantu raksasa dalam lingkungan batak. Nah mitosnya, ciri-ciri begu ganjang yaitu jika kita bertemu awalnya ukurannya sangat kecil, jika kita melihatnya sampai keatas maka dia akan makin tinggi, sehingga leher kita lah yang diincar untuk di jekek (cekik).

Berbulu hitam, ada yang bilang wajahnya seperti serigala ada juga bilang mukanya tidak nampak. Tapi menurut kesaksian tanteku wajahnya nenek dan kakek. Mata batin tante saya dibuka, jadi ia bisa banyak melihat hantu. Tapi tante saya sangat takut pada makhluk yang satu ini. Saat itu adalah subuh hari kira-kira jam satu pagi, menjelang tahun baru, pada 3 tahun silam saat tanteku kelas delapan.

loading...

Jadi para pemuda dan pemudi gerejanya, biasanya mengadakan keliling kampung, mengingatkan warga untuk ke gereja. Nah mereka kira-kira berjumlah lima belas orang, mereka dipimpin oleh ibu pendeta. Mereka berbaris rapi, berjalan sambil menyanyikan lagu rohani, lama kelamaan mereka keletihan. Tiba-tiba ibu pendeta memberhentikan mereka secara mendadak sambil menghadap mereka “berhenti semua! Tunduk! Jangan pernah lihat ke atas”.

Sontak para remaja gereja berhenti sambil menunduk mengikuti perintah. Ada salah satu remaja yang dikenal memang nakal, ia malah mengintip ke atas tapi dia dengan cepat mengalihkan pandangannya ke bawah dengan wajah sangat takut. Akhirnya teman-temannya penasaran, sambil berbisik “hey kenapa? apa yang kamu lihat?”. Remaja nakal tadi gak berani ngomong dan sangat ketakutan, sedangkan pendeta membaca doa.

Suasana makin mencekamkan “hey, apa yang kamu lihat? kasih tau dong!” Dengan suara bergetar ia menjawab “lihat aja. Tapi hati-hati! Sangat seram”. Ya akhirnya semuanya mengintip ke atas. Ternyata mereka melihat pas sekali di belakang pendeta itu ada dua sosok begu ganjang yang menghadap mereka. Begu ganjang itu ada yang seperti kakek dan nenek, yang penting persis sekali pada kakek dan nenek.

Mereka semua langsung tunduk apalagi tante saya, katanya mereka semua sangat terkejut karna awalnya mereka sudah mengantuk dan hal ini sangat menyialkan di tahun baru. Dua makhluk itu makin tinggi dan ketawa puas, tangannya menjulur panjang, seperti bersedia menjekek. Akhirnya ibu pendeta dengan berani langsung berbicara pada makhluk itu agar tidak mengganggu mereka. Akhirnya begu ganjang itu hilang, ternyata jalan yang mereka lewati memanglah ada penunggunya, padahal letaknya berada di pinggir jalan seperti jalan yang lain.

Akhirnya mereka saling berlomba-lomba jalan dengan cepat agar tidak menjadi di belakang. Mereka sampai ke gereja lagi kira-kira jam 5 pagi. Saat ia makin tinggi, maka kedua tangannya akan diluruskan jadi tangannya makin lama memanjang dan siap untuk menjekek. Hal yang dapat dihindari saat ketemu begu ganjang yaitu jika sudah kita lihat makin tinggi, maka langsung menunduk, jangan pernah berani untuk melihatnya sampai ia meninggi. Lalu langsung lari, tawa begu ganjang sama seperti genderuwo. Nah, sekian dari saya. Minta maaf jika banyak kesalahan dan terima kasih untuk untuk perhatian anda.

loading...