Beku

Aku punya sepupu, namanya Assyahra Puteri Fradah, panggil saja Ara (19), ia anak dari pak Felix Fradah. Ara adalah seorang mahasiswi disalah satu perguruan tinggi di Medan. Ara tidaklah tinggal dengan kedua orang tuanya, dia ngekost, karena jarak antara rumahnya dan kampus sangatlah jauh, jadi dia putuskan untuk mencari kost yang ada didekat kampusnya.

loading...

Suatu hari, aku main main ke kost Ara. Suasana tempat kostnya itu sangatlah tak bersahabat. Aku sudah menyarankan Ara untuk pindah, tapi dia bilang kalau dia sudah berusaha, tapi semua tempat penuh. Dia bingung, mau bagaimana lagi semua sudah penuh. Jadi, saat aku menginap dikostnya Ara, keesokan harinya Ara ngampus dan dia bilang kalau dia pulang agak telat, karena harus kerumah temannya dulu untuk kerja kelompok atau buat tugas.

Aku pun mengiyakan saja. Di tempat kostnya Ara, banyak sekali yang aku lihat. Mulai dari wanita gantung diri dipohon besar samping rumah kost, makhluk besar dan hitam, diujung tembok yang mentok sampai anak-anak yang wajahnya hancur didepan pintu ibu kost. Wih, banyak banget. Aku tak menghiraukan mereka. Aku menganggap mereka itu tak ada. Aku pun yang tadinya ingin melihat pemandangan sekitar jadi malas karena ada mereka, aku kemudian masuk kekamar.

Di dalam kamar, aku nonton sendiri. Nonton drama korea (kesukaan) melalui laptop yang aku bawa. Tak terasa aku menonton sampai hampir mau maghrib. Saat sehabis shalat, aku kemudian berniat melanjutkan nonton lagi, tanggung. Karena tadi episodenya sempat aku cancel. Sudah hampir jam 8, Ara belum juga pulang. Kemana dia? Lama banget. Aku ngedumel (ngomel) sendiri dikamar sambil nonton.

Saat enak-enaknya nonton, tiba-tiba badanku seperti tak bisa digerakkan, alias beku. Beku seperti es. Aku merasakannya sendiri. Sangat, sangat kaku dan aku bingung kenapa. Seluruh anggota tubuhku tak dapat digerakkan, terkecuali bola mata. Di dalam hati, aku hanya bisa berdzikir dan berdoa, jangan sampai ada apa-apa. Tapi, tetap saja beku. Beku semua. Kaku semua. Kenapa aku bilang badanku beku? Karena selain badanku gak bisa digerakkan, hawa kamar juga terasa sangat dingin seperti dikutub. Makanya, aku serasa beku,seperti dikutub.

Aku kebingungan sendiri. Mau minta tolong, bagaimana. Mulut tak bisa digerakkan. Ya Allah, bagaimana ini. Tolonglah aku. Kemudian aku istighfar dan berdzikir lagi. Akhirnya pelan-pelan, jari jemariku mulai bisa digerakkan begitu juga mulutku dan lama kelamaan seluruh anggota tubuhku ikut bisa digerakkan. Hawa kamar sudah tidak dingin lagi dan kembali normal. Aneh. Aku merasa sangat aneh sekali apa yang barusan aku alami.

Jam 9 kurang, Ara pun pulang dari rumah temannya. Aku diam saja dengan apa yang aku alami tadi, aku gak menceritakannya ke Ara. Aku takut, kalau nanti dia menjadi parno. Aku hanya menyuruh dia untuk segera mencari tempat kost baru, karena takutnya Ara bisa mengalami seperti apa yang aku alami. Membeku. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

Please vote Beku
Beku
3 (60%) 1 vote