Belajar Tafakuran

Hi kenalkan namaku Doni dan aku akan ceritakan pengalaman tafakuran. Ya maksudnya buat merenung ditempat sunyi, sambil melihat dan merasakan indahnya kebesaran Tuhan. Langsung saja ya, pada suatu malam saya bersama teman-teman sedang pergi ke sebuah kuburan keramat yang berada di desa kulur Majalengka.

Sesampainya disana, saya ditempatkan sendiri-sendiri dengan jarak yang memang sangat jauh sama teman-teman saya. Sebut saja “uka-uka” ya semacam uji nyali seperti itu. Setelah saya ditinggalkan sendirian, suasana seketika itu mulai sangat mencekam, suara aneh mulai pada menghampiri, dan bulu kuduk pun langsung ikut berdiri.

loading...

Sebuah suara langkah jalan kaki pun menghampiri saya, sontak saya menyalakan senter dari hp saya. Ternyata setelah di sorot oleh senter sana-sini, gak ada orang satupun, saya menyangka itu adalah teman saya yang mau nakut-nakutin. Senter di hp ku mulai aku matikan lagi, menjelang berapa menit kemudian batin saya berkata, seperti ada orang dipinggir.

Saya memberanikan diri buat untuk melihat ke arah samping, dan astagfirulah ternyata ada sesosok pocong di sebelah saya, dengan mukanya yang hitam gak terlihat apa-apa, cuma kain kafan saja yang jadi pembungkus bajunya. Saya pun langsung berteriak sekeras-kerasnya dan semua teman-teman pada datang. Ya begitulah cerita saya, mau percaya mau tidak terserah anda, terima kasih sudah membaca.

Share This: