Benteng Fort Union

Urban legend yang berasal dari benua Eropa, tepatnya menyangkut sebuah benteng bernama Fort Union. Kisahnya, pada jaman perang, ada seorang letnan bernama John yang hendak dikirim untuk berperang. Ia memiliki seorang kekasih, Celia. Ketika hendak berangkat, Celia berjanji akan menunggu sang letnan selamanya, dan jika sang letnan tak kembali, Celia tak akan menikah seumur hidup.

Namun nasib berkata lain. Beberapa minggu berlalu ketika pasukan letnan John kembali ke Fort Union, tanpa sang letnan yang telah menghilang, kemungkinan telah terbunuh. Sang kekasih, Celia, bersedih selama seminggu dan kemudian dengan cepat melupakan mantan kekasihnya, memperlihatkan belangnya yang menakutkan.

Bulan berikutnya, seorang letnan baru yang kaya dan tampan dikirim ke Fort Union. Letnan baru dengan cepat jatuh hati pada Celia, dan Celia yang tamak segera menerima lamarannya. Mereka memutuskan menikah. Persiapan pesta pun digelar, membuat isi benteng melupakan mantan letnan mereka yang tak diketahui rimbanya. Pada hari pesta pernikahan, acara berlangsung meriah.

Para tamu dan pengantin sedang berdansa waltz ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka tiba-tiba, angin dingin menusuk berhembus masuk. Semua orang terdiam menatap ke arah pintu. Di sana berdiri sosok mayat berpakai seragam letnan. Matanya berlubang, namun ada api yang membara dan menyeramkan di sana.

loading...

Kulit kepalanya lenyap, memperlihatkan tengkorak dan isinya yang berlumur darah. Tubuhnya sudah membusuk. Itu adalah John. Semua yang berada di hall tersebut terdiam seolah terhipnotis ketika John melangkah ke arah Celia, merangkulnya, dan mengajaknya berdansa. Bagai terhipnotis, para pemusik mulai memainkan sebuah lagu waltz yang menyeramkan bagaikan mars kematian.

Mereka berdua terus berdansa ketika wajah Celia yang ketakutan memucat, warna kematian menghiasi ekspresinya, wajahnya menjadi pucat seputih gaun yang dikenakannya, dan bibirnya terbuka, menganga, ketika ia terjatuh dan meninggal seketika di pelukan mayat sang letnan. Letnan John meletakkan tubuh Celia di lantai, dan dengan jeritan yang menyayat hati ia meninggalkan ruangan.

Semua orang seolah terbangun dari hipnotis, sang pengantin pria yang ketakutan terdiam di samping tubuh kaku pengantin wanitanya. Dua minggu kemudian, tubuh John ditemukan dan dikuburkan di samping kuburan Celia. Sejak saat itu, hantu Celia sering terlihat di kala senja, menangisi kuburan John.

Share This: