Berdoa Sebelum Tidur Bagian 2

Sebelumnya berdoa sebelum tidur. Sudah 2017 dan sudah lama banget aku tidak berkunjung ke rumah kakaku yang di Bekasi.

Lala: kapan om main kesini lagi?
Aku: kapan-kapan deh kalau ada waktu.

Hanya itu komunikasi terakhir aku sama si Lala melalui pesan singkat. Dari kabar yang aku tahu dia tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan memilih untuk bekerja. Sementara aku, masa kerjaku sudah habis dan tidak di perpanjang. Aku pun memutuskan untuk beristirahat dulu di rumah orang tuaku. Makhluk itu sudah tidak muncul lagi di mimpiku.

Tapi dia sudah berani menampakan wujudnya di alam nyata. Sesekali aku melihatnya tapi tidak lama dia menghilang lagi. Seperti saat aku masih kerja, tepatnya waktu di kota Padang. Malam itu aku sedang mengambil uang di sebuah ATM, saat mau berbalik badan untuk keluar tiba-tiba insting aku kambuh. Pasti di belakang dan benar saja, perempuan dengan tatapan mata penuh kemarahan di balik helai rambut yang panjang kusut berbaju putih dengan bekas darah terlihat gak jauh dari pintu sebuah ATM.

Rasa takut dan gemetar membuatku tidak bisa bergerak sama sekali tapi tidak lama setelah itu dia hilang begitu saja. Terus lagi tepatnya di kota Palembang. Malam itu aku berdua dengan teman berkunjung ke suatu tempat namanya jembatan Ampera. Saat sedang berjalan jalan di pinggir jalan jembatan Ampera. Seperti biasa insting aku kambuh lagi, aku pun langsung berbalik badan melihat kebelakang ternyata makhluk itu tidak ada.

Temanku bertanya ada apa? Aku jawab enggak ada apa-apa. Aku pun berbalik kembali, dan betapa syahdunya suara cekikikan mengiringi kemunculanya di depanku meluluhlantakkan rasa beraniku dan tidak berapa lama hilang lagi. Begitulah dia hadir tiba-tiba di tempat tempat tidak terduga. Merasa bosan dirumah akupun berencana main ke tempat kakaku. Sore hari aku sampai di rumah kakaku. Oh iya kakak aku ini usianya jauh banget sama aku, aku lahir tidak lama setelah kakak aku menikah.

Kakak: eh kamu, gimana sehat?
Aku: alhamdulillah.
Kakak: lagi libur?
Aku: enggak kak, sudah habis kontrak.

Kakak: oh, kok gak bilang-bilang mau kesini?
Aku: kejutan, *hehe.
Kakak: bukan masalah kejutannya tapi besok kakak mau ke Bandung, mau ikut?
Aku: oh, enggak deh kak.

Tadinya sih aku berniat mau bersantai lama nih di rumah kakakku tapi ternyata kakakku mau ke tempat mertuanya jadi paling besok juga aku pulang deh.

Lala: lama amat om gak kesini sini.
Aku: sehat La?
Lala: enggak om aku lagi sakit.
Aku: loh sakit apa?

Lala: sakit domba.
Aku: sakit apaan tuh kok domba?
Lala: dompet bangkrut, *hehe.
Aku: bukannya sekarang sudah kerja?
Lala: sudah lama om berhenti, ini lagi nyari lagi.

Di malam hari aku kembali berbaring di tempat tidur di sebuah kamar yang telah membawaku ke suatu hal yang mengerikan. Sosok perempuan yang dulu hadir di mimpiku kini selalu muncul di alam nyataku. Hal itu lah yang membuat aku penasaran hingga aku kembali kesini. Karena sudah ngantuk aku berdoa dan langsung tidur. Sekitar pukul 01.30 aku terbangun. Aku menuju kamar mandi dan kembali lagi ke kamar.

Aku lihat keluar jendela, hanya ada keheningan dan tidak ada apa-apa. Tidak ada yang aneh keadaanpun aman terkendali, karena masih terasa ngantuk aku berdoa dan kembali tidur. Pagi hari aku melihat kakak dan suaminya sudah siap-siap mau berangkat ke Bandung. Aku pun berniat mau pulang saja tapi aku tidak melihat si Lala.

Kakak: kakak berangkat ya.
Aku: loh memang si Lala gak ikut?
Kakak: Lala gak jadi ikut, katanya entar mau interview kamu temanin si Lala ya.
Aku: oh begitu, iya kak.

Karena lapar aku pun langsung pergi keluar untuk membeli sarapan. Sesampainya di rumah aku langsung mengajak si Lala sarapan.

Aku: La sarapan dulu nih.
Lala: iya om bentar.
Si Lala langsung keluar dari kamarnya.
Aku: kamu mau interview dimana?
Lala: *hehe enggak ada interview om.
Aku: oh.

Aku pun langsung to the point, untuk menanyakan hal-hal apa saja yang dia alami setelah kejadian itu.

Lala: malam itu aku sama pacar aku lagi duduk di taman. Tiba-tiba pacar aku melihat sosok cewek seram yang muncul terus hilang di samping aku. Melihat pacarku langsung lari, aku pun mau ikut lari ke arah pacarku. Tapi tiba-tiba aku ngerasain ada sesuatu di belakangku yang menahanku untuk lari. Terus aku tengok perlahan dan cewek jelek, baju putih kucel, rambut panjang berantakan itu muncul, aku takut banget setengah mati dia ketawa cekikikan tapi terus hilang gitu saja.

Ternyata si Lala juga mengalami hal yang sama denganku.

Lala: bukan cuma itu saja sih om, malah gara-gara si cewe jelek itu aku di putusin 2 kali. Om sih gimana?
Aku: sama, terus kamu sudah kasih tahu mamah?
Lala: aku belum ceritain ini sama siapapun, malah aku tungguin om datang.

Setelah sarapan aku pun langsung ngajak si Lala pergi keluar buat jalan-jalan sambil memikirkan kenapa makhluk ini jadi muncul di alam nyata setelah kejadian itu. Habis puas jalan-jalan kita pun pulang sore hari sekitar jam 17.00. Sehabis shalat isya aku sama Lala langsung nonton televisi. Menonton televisi di warnai dengan cerita canda dan obrolan suasana pun jadi terasa biasa saja walau kita hanya berdua di rumah ini. Sekitar jam 21.00 baru deh suasana jadi berubah, karena ada suara keran air yang terbuka dari dapur. Seketika saja si Lala langsung berpindah tempat duduk di sampingku menggenggam bajuku. Lala menatapku terus berbisik.

Lala: om ngerasain enggak?
Aku: iya, kamu tenang saja.

Tidak berapa lama keran air dari dapur itu tertutup kembali. Aku sama si Lala merasakan kehadirannya. Dengan perasaan sangat takut aku melirik-lirik ke setiap sudut ruangan. Pandanganku berhenti pada satu titik, di sebuah kaca pintu meja di bawah televisi. Si Lala pun mulai melihat ke arah yang sama, setelah dia menyadarinya seketika saja dia memejamkan matanya dan langsung memeluku dengan sangat erat.

Lala: om aku takut banget.

Dari sebuah kaca pintu meja terlihat sosok perempuan itu berada tepat di belakangku. Di suatu sisi aku sangat takut banget, tidak bisa berkutik sama sekali bersamaan dengan debar jantung dan gemetar. Di sisi lain ada rasa marah, aku sangat marah karena sosok ini telah membuat si Lala sangat ketakutan. Ketakutan yang hanya akan membuat makhluk ini semakin kuat. Tapi suasana jadi tambah enggak karuan tiba-tiba saja televisinya mati sendiri.

Pandanganku jadi beralih pada kaca televisi, di cermin kaca televisi kulihat sosok perempuan itu sudah tidak ada. Aku mulai bisa menggerakan tubuhku. Dengan sedikit keberanian, aku melihat kebelakangku. Tidak ada apa-apa, aku sedikit merasa lega. Dengan perlahan akupun mencoba ngelepasin pelukan erat si Lala dan menenangkannya.

Aku: sudah La tenang saja gak usah takut.
Lala: ih, gak mau aku takut banget.
Aku: tenang saja, ada om disini jadi Lala gak usah takut.

Si Lala pun mulai membuka mata dan memandangku, aku pun membalasnya dengan senyuman.

Aku: percaya deh sama om, gak usah takut.

Si Lala pun perlahan melepaskan pelukannya.

Aku: sudah hapal belum?
Lala: sudah.
Aku: dalam hati saja.

Si Lala pun tersenyum dan mengangguk.

Aku: bentar ya om mau periksa televisinya.

Aku pun langsung menuju ke arah televisi. Aku tekan tekan tombol on/off nya tapi tidak mau menyala. Aku pun mengecek kabel colokannya, aku cabut lalu aku colokin lagi terus aku tekan-tekan tombol on/off nya.

Lala: ah sudah om, biarin saja mending kita bobo yuk, aku ngantuk.

Kupikir mungkin televisinya rusak. Aku lihat jam sudah jam 22.00 malam.

Aku: ya sudah kita bobo saja.
Lala: tapi om temanin aku, aku gak mau sendiri.

Karena kasihan aku pun mengiyakan.

Lala: di kamar aku apa di kamar om?
Aku: di kamar Lala saja.
Lala: ya sudah ayo om.

loading...

Kita pun menuju kamar, aku nyalain full kipas anginnya sementara si Lala langsung berbaring di tempat tidurnya.

Lala: tutup saja om pintunya.
Aku: oke. Aku langsung membuat alas tempat tidur dari selimut di lantai dan langsung tiduran.
Aku: La.
Lala: kenapa om?
Aku: jangan lupa berdoa sebelum tidur.
Lala: oke.

Si Lala mulai berdoa dan langsung tidur. Sementara aku masih sangat penasaran sama makhluk itu. Doaku sebelum tidur hanya berharap di beri petunjuk supaya hal ini tidak terus terjadi. Aku pun langsung tidur. Aku mulai merasakan suhu panas di kamar ini . Aku sudah tahu dan mengerti, aku langsung bangun. Aku lihat si Lala tidak ada di tempat tidurnya. Aku melihat ke arah meja yang ada di kamar si Lala. Di sana ada seorang perempuan yang sedang menulis sesuatu.

Setelah itu dia bangun dengan membawa tali. Dia keluar dan menuju ke arah kamarku. Dia masuk dan menutup pintu. Karena ingin tahu aku mengikutinya. Saat aku mau membuka pintu kamarku, tiba-tiba aku mendengar suara si Lala.

Lala: om bangun.

Seperti ada yang memaksaku untuk kembali ke kamar si Lala. Tapi aku sangat ingin tahu dan ingin membuka pintu kamarku. Tapi perasaan memaksaku untuk kembali. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali. Saat aku mau kembali instingku kembali kambuh, hawa yang sudah sangat aku kenal. Dia berdiri di depan pintu kamar si Lala, si kuman ini lebih sadis dari sebelumnya. Suara cekikikan yang tidak mau berhenti. Wajah rusak mata melotot tajam. Kuku tangan yang sangat panjang, rambut terurai sampai ke lantai. Baju putih berdarah-darah.

Terlihat ada asap di bagian tubuhnya. Dia mendekat perlahan dengan melayang. Seperti memaksaku untuk membuka pintu kamarku. Semakin dekat, hingga akhirnya aku tidak ingat apa-apa lagi. Yang aku dengar suara adzan subuh. Aku pun membuka mata dan aku lihat si Lala tidur bersamaku di sampingku. Aku kaget dan langsung bangun.

Aku: La bangun.
Lala: iya om.
Aku: kok tidur dibawah juga?
Lala: semalam aku takut terus coba bangunin om tapi om gak mau bangun. Akhirnya aku tidur di samping om sambil membaca ayat qursi berkali-kali terus aku gak ingat apa-apa lagi.
Aku: oh gitu ya, ya sudah ayo kita bangun sudah subuh kita shalat subuh.

Sampai sekarang hidupku tenang begitu juga Lala. Makhluk itu sudah tidak ada lagi. Ini kisah nyata kami. Maaf kalau ada salah kata. Terima kasih kakak admin KCH dan terima kasih reader. Yang mau berteman

Facebook aku: Andri Setiawan
Facebook Lala: Komala Sari

Keriting

Keriting

Selain menambah pengetahuan KCH juga bisa menjadi tempat curahan hati, hitung hitung daripada mengenang mantan mending ketik cerita mengenang kisah seram. maaf sebelumnya kalau ceritaku tidak menarik ) terimakasih kakak admin yang sudah mempublish dan memperbaiki kesalahan kata. Salam buat semua sahabat KCH, sukses terus ya, selamat membaca kisah lainnya serta ingat, “bacalah sendirian di tempat angker terdekat” wasalam wr wb

All post by:

Keriting has write 13 posts

Please vote Berdoa Sebelum Tidur Bagian 2
Berdoa Sebelum Tidur Bagian 2
Rate this post