Bertemu Pocong di Kebun Pisang

Assalamualaikum wr. wb. Perkenalkan namaku Aditya. Di sini aku mau menceritakan kisah nyata bertemu pocong di kebun pisang yang di alami oleh nenek ku. Langsung saja ke cerita ya. Pada saat nenek ku berumur ±12 tahunan, kira-kira tahun 1944-an lah. Pada saat nenekku pulang pengajian ia pulang lewat samping kebun yang banyak di tanami pohon pisang, ia pulang sendiri karena berbeda arah dengan teman-temannya.

Karena saat itu malam jumat kliwon, nenek ku merinding saat melewati kebun itu “Ono opo yo iki kok batinku ra penak, padahal biasane nek lewat yo ra mrinding ra opo kok iki mrinding koyo ngene yo (Ada apa ya ini kok perasaanku tidak enak, padahal biasanya kalau lewat ya tidak merinding tidak apa-apa kok ini merinding seperti ini ya)” batin nenek ku.

Nah setelah melewati rerumpunan pohon pisang, nenekku seperti ada yang mengawasi dari belakang. Lalu nenek ku menoleh kebelakang, tapi kosong tidak ada apa-apa, begitu juga yang kedua lainnya dan juga tidak ada apa-apa. Tapi saat yang ketiga, nenekku menoleh dan ada sesuatu berwarna putih di sebelah pohon pisang, ya! Tidak salah lagi itu adalah pocong lagi berdiri dengan wajah yang “rusak”. Nenekku yang ketakutan pun langsung menoleh ke depan lagi.

loading...

Dan nenekku yang masih kecil pun ingin segera lari tapi sia-sia. Tubuhnya tiba-tiba saja tidak bisa bergerak. Nenekku ingin menjerit tetapi mulutnya seperti terkunci dan dalam hati ia terus memanjatkan doa. Lalu nenekku menoleh kebelakang lagi berharap pocong tersebut sudah hilang, tapi apa? Saat itu nenekku mungkin lagi apes ya, bukannya hilang malah “dia” menampakan wujudnya di depan muka nenekku. Seketika itu nenekku jatuh pingsan, dan saat ia terbangun ia sudah di dalam kamar rumah.

Ibunya nenekku bertanya kepada nenekku. “Nduk Ono opo kok kowe semaput neng pinggir wit gedang, untunge di tulungu pakde Senen” (Nak, ada apa kok kamu pingsan di pinggir pohon pisang, untungnya kamu di tolongin sama pakde senen). Lalu nenekku menceritakan semuanya kepada bapak dan ibunya.

Lalu bapaknya bercerita kalau disitu dulu pernah ada yang bunuh diri dengan cara menggantungkan diri karena cintanya di tolak oleh sang wanita. Lalu nenekku tidak pernah lagi melewati daerah itu saat malam hari. Tamat, maaf kalau gak seram ya. Aku cuman menceritakan kisah nyata yang di alami nenekku, wassalamualaikum, wr, wb.

loading...