Bingung

Seperti biasa hari itu aku mendapat jadwal shift malam di kantor, aku berangkat agak malam karena kebetulan ibuku sedang sakit. Shift malam dimulai dari jam 22.00 s/d 07.00 pagi, cukup panjang bagiku karena malam tidak begitu banyak pekerjaan. Aku bekerja tidak sendirian, malam ini aku bersama dua orang temanku Daniel dan Hardi. Aku tiba dikantor jam 22.06 malam, telat memang tapi aku harus bagaimana lagi.

Adikku malah ingin agar aku tidak bekerja dulu malam ini tapi ibu kami memaksaku tetap pergi. Akhirnya di rumah ibu hanya dijaga oleh adikku, karena perdebetan itulah yang membuat aku telat. Setibanya di kantor aku lihat hampir sebagian besar ruangan di gedung sudah dimatikan, hanya beberapa saja yang masih menyala. Aku mulai absen diruangan security, kulihat jadwal satpam yang bertugas “Rahmad Hamrullah” itu yang tertulis disana.

“Oh pak Rahmad” gumamku. Tapi diruangan itu tidak ada pak Rahmad, mungkin dia sedang berkeliling. Aku masuk kedalam ruang kerjaku, disana sudah ada Daniel. Dia sedang asyik membaca komik, yah itulah dia sangat santai dan menyenangkan karena kita tidak akan pernah membicarakan hal hal yang berat jika bersama dia.

“Hay Cal” dia menyapaku, seperti biasa hanya sekali melirik dan terus membaca komik.
“woyy..” balasku, aku menyimpan tas dan mulai menyalakan komputer.
“Hardi mana, nil?” tanyaku.
“Ooh dia lagi ke toilet, tapi dari tadi sih seharusnya dia dah balik” jawab Daniel.
“Malam ini kita dapat kerjaan tambahan gak?” aku mulai membahas tugas malam ini dan Daniel akhirnya meletakkan komiknya dan kemudian memberiku setumpuk kertas.

“Ini dari Pak Andre, tadi sore dia meminta Susan meyelesaikan ini semua tapi kamu tau sendiri Susan kerjanya lama. Jadi kita hanya melanjutkan kerjaan Susan aja sebisanya, kalau malam ini tidak selesai berarti Susan harus melanjutkannya sendiri” jelas Daniel.

“Oh always yah, Susan and susan..” candaku. Kami mulai asyik ngobrol tentang hubungan Susan dan Pak Andre kemudian mulai bicara soal game.

“Teng teng teng” jam berbunyi.

“Wah sudah jam 11.00, jadi laper..” tukas Daniel.
“Jam siapa sih itu, kayak jaman Belanda aja” candaku.
“Kamu sih jarang masuk malam, itu jam Pak Lukas”, katanya biar tiap jam kita gak ketiduran “hahaha” Daniel mulai meledek lagi.

“Sudah sejam, Hardi kemana ya?” Daniel mulai tampak gelisah.
“Memanh tadi dia bilangnya cuma mau ke toilet atau kemana lagi?”. Kami terdiam dan mulai saling pandang.
“Ya sudah kita tunggu setengah jam lagi” akhirnya aku memutuskan sabar.

“Teng teng teng” jam 07.00

“Oh aku ketiduran” belum ada satupun kerjaan yang aku selesaikan. Aku hanya datang untuk tidur. Kantor mulai rame, beberapa orang mulai menyapaku. “Hay bangun” terdengar suara seorang perempuan ditelingaku. “Ini tolong bantuin donk, aku belum selesai kerjanya. Kata Pak Andre aku bisa memberikannya padamu. Kalau gak selesai, besok aku lanjutin. Hari ini aku ada meeting sama pak Andre jadi aku gak di kantor” Susan terus bicara panjang lebar, aku mulai kebingungan.

Tampak disebelahku Daniel, dia tampak ceria sekali tapi kenapa dia memakai baju ungu bukannya semalam dia memakai baju kuning. “Daniel, kamu mandi ya?” tanyaku seperti orang bodoh, “Iyalah, masa gak mandi kekantor” Aku tertegun dan benar benar kebingungan. Aku melihat semua orang tampak seperti biasa, mereka bekerja, ngobrol dan ini sungguh pagi. Aku mulai melamun dan anehnya lagi kenapa Susan baru memberiku kertas kertas kerjaan ini.

loading...

“gggrrhhh..” suara hanphoneku.
“Ical, pulang” terdengar suara orang yang menelponku seperti sedang menangis.
“Ya? Ma?” Aku mulai makin merasa aku sudah gila, ini kenapa?.
“mama? Aku istrimu cepat pulang”.
“Is..?” aku kan belum menikah.

Ku lempar Handphoneku dan memandangi orang orang sekeliling ini dimana sebenarnya.

“Ical ical ical..” badanku serasa bergetar dan.
“Woy!!” jangan melamun.
“Hardi?” tampak Hardi disampingku sedang memakan sebuah apel sambil bekerja dikomputernya.
“Kamu darimana saja?” tanyaku.
“Darimana? Dari tadi kita disini dan kamu diam saja hanya melamun. Kamu pikir disini tak ada orang yah? Ini memang malam dan waktunya tidur, tapi gak berarti tidur sambil jalan kan?” Malam?.

“Ini masih malam? oh ini beneran malam.” Aku makin stres.
“Ical, kamu gak mabuk kan sebelum ke kantor? ato gak salah makan gitu? Tadi juga Pak Rahmad kesini dan kamu diam aja saat dia menyapamu. Katanya didepan juga kamu cuekin dia”. Aku mendengarkan Hardi mulai kesal tapi aku benar benar.

“Daniel mana yah?” tanyaku gugup.
“Iya dia gak datang, tadi dia ijin katanya motornya rusak jadi gak bisa masuk kantor.
“…..?” Aku cuma terdiam dan kulihat aku masih ada di depan pintu masuk.

loading...