Blender

Assalamualaikum wr, wb. Lama juga tidak berjumpa. Sudah deh langsung kecerita saja. Di dapur, ada seorang ibu berusia 36 tahun. Ibu itu sedang memperbaiki blendernya yang rusak. Hanya pisau blendernya saja yang rusak. Ketika sedang dibenarkan, saklar blendernya sengaja dimatikan, agar tidak ada aliran listrik yang mengalir ke blender yang dibenarkan. Di saat itu, muncul anak perempuan bernama Desy (10 tahun).

Desy: lagi apa bu?
Ibu: kamu gak lihat ibu sedang apa? Ibu lagi benarkan blender. Pisau blendernya rusak. Mungkin ada yang tersumbat.
Desy: oh begitu ya!?

Ibu: iya Des. Kamu bisa bantu ibu gak?
Desy: bantu apa bu?
Ibu: tadi adikmu (3 tahun) main sendirian dihalaman belakang. Tolong perhatikan dulu!
Desy: iya bu

Desy pun pergi kehalaman belakang rumahnya untuk memperhatikan adiknya. Tetapi ternyata adiknya tidak ada. Desy pun mencari kemana-mana sambil memanggil nama adik lelakinya. Desy pun kembali lagi kedapur menghampiri ibunya yang sangat sibuk dengan blendernya. Tanpa disadari, adik lelakinya sudah berada didepan saklar blender dan gulungan kabel-kabel.

Gulungan dan saklar blender itu ternyata menarik perhatiannya. Adik lelaki itu pun memain-mainkan salah satu kabel itu, yaitu kabel saklar blender. Saat adik itu sedang memainkan kabel blender itu, Desy melihat adiknya yang akan memasukkan kabel blender itu ke colokannya. Desy mau berteriak agar adiknya menjauh dari kabel-kabel itu, tapi semua sudah terlambat. Saklar blender itu sudah dicolokkan ke tempat pencolokannya hingga mata pisau blender yang sedang dipegang dengan kedua jari tangan ibu itu.

loading...

Mata pisaunya yang sangat tajam (agar bisa memutar dengan sangat cepat) menggiling ke sepuluh (5 jari kiri dan 5 jari kanan) jari tangan Ibu. Keadaan yang hening sekarang menjadi suara jeritan si Ibu. Ibu itu berteriak sangat keras sampai ke 10 jari tangannya habis digiling. Darah terciprat kemana-mana sampai kena wajah Desy. Sedangkan Ibunya menangis-nangis sambil menahan rasa sakitnya.

Tetapi sayang, blender itu tidak terpasang dengan kuat, dan blender itu jatuh sampai mata pisaunya terlempar dari tempatnya. Mata pisau itu melayang tinggi. Hingga akhirnya mata pisau itu mendarat tepat ditengah leher ibu itu. Desy segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil mendengar suara jeritan ibunya yang sangat keras.

Jeritan itu pun berhenti. Desy segera membuka telapak tangannya dan melihat apa yang terjadi. Lalu dia melihat ibunya sudah meninggal dengan mata pisau yang menancap sampai menembus leher ibu. Desy hanya bisa menangis sambil melihat ibunya yang sudah meninggal. Orang-orang pun datang ke rumah Desy dan segera menyelamatkan ibunya Desy. Sekian.

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2.652 posts