Boneka Dora

Hai, perkenalkan aku suci indah sari biasa dipanggil indah. Tapi kalian boleh manggil apa saja karena itu gak penting. Ok mulai ceritanya (ini kisah nyata lho), kalian tahu boneka dora? Wanita lucu, pintar, dan cerdik. Saat itu aku masih berumur 9 tahun dan aku sangat suka dora dikarenakan kecerdikannya.

Pada suatu hari mama mau pergi ke pasar dan menanyakanku ingin beli apa?. “aku ingin beli boneka dora” kataku. Mama tersenyum lalu mengelus rambutku dengan lembut. Mama pun mengucapkan salam dan pergi. Sambil menunggu aku memutuskan untuk mengerjakan PR di ruang tv. Setelah selesai aku menonton tv dan kebetulan ada film telettubies. Entah kenapa aku jadi pengen beli boneka teletubbies. Hehe (namanya juga anak anak).

*Ting.. Tong..!!

Aku berlari ke pintu. Saat kubuka terlihat mama sedang membawa 3 kantong keresek dan salah satu isinya boneka dora. Setelah salam, berterima kasih, dan cipika-cipiki aku langsung membawa boneka dora ke kamar. 1 hari, 2 hari awalnya sih gak ada kejadian apa apa. Tapi hari itu di malam jumat, hujan turun sangat deras dan aku menaruh boneka di meja belajar karena mau tidur dengan orang tua. Lalu esoknya kulihat boneka doraku ada di kasur.

Aku kaget. “Ah.. Mungkin saja ada yang iseng” pikirku. Kubiarkan saja dia di kasur. Siangnya mama menyuruhku mengambil pisau di dapur. Akupun mengambilnya, tapi aku kekamar dulu untuk buang air kecil karena kamar kami disediakan kamar mandi khusus. Entah kenapa aku gak berfikiran kenapa gak ke kamar mandi umum ajah? Mungkin karena masih kecil kali ya? Kembali ke topik.

Aku menaruh pisau lalu ngacir ke kamar mandi. Setelah keluar kamar mandi aku terkaget karena boneka dora ada di depan pintu kamar mandi dengan pisau di pangkuan nya. Aku mengambil dora itu dan menatapnya lama. Tiba-tiba saja suasana jadi dingin dan mencekam. Entah imajinasi atau nyata, boneka itu berkedip 2 kali dan mulutnya membentuk seringai.

Aku mengambil pisau dan berlari ke arah mama. “Ma.. Boneka doranya buang saja aku takut” pintaku. “tapi kan ini baru dibeli 3 hari yang lalu sayang” jelas mama. “buang ma..” pintaku. Mama menghela nafas dan hendak membuang. Tapi aku memilih untuk ikut karena takut dirumah sendirian. Saat mama ingin membuang, ada pemulung yang menginginkan nya dan mama memberikan nya.

Saat aku dan mama berbalik pemulung itu berterima kasih dan saat aku berbalik lagi, pemulung itu sudah tidak ada?!. Sejak saat itu aku jadi tidak suka dan takut dengan boneka dora. Kawan, maaf ya ceritanya gak seram karena aku bermaksud ngehibur aja dengan pengalaman masa laluku.

loading...

Share This: