Boneka Luna

Luna adalah seorang pembuat boneka porselen yang tinggal disebuah rumah sederhana yang terdapat di kota Bandung. Dia sudah cukup lama merintis pekerjaan sekaligus hobinya ini. Suatu hari dia mendapat undangan jamuan makan oleh temannya yang tinggal tidak jauh dari babakan Siliwangi. Jamuan makan itu dimulai jam 8 malam.

loading...

Suasana malam yang begitu tenang membuat Luna bersemangat menghadiri jamuan makan itu. Dia mengenakan gaun kaftan berwarna salem yang terlihat lembut lengkap dengan aksesorisnya. Setelah merasa nyaman, Luna bergegas menyalakan mesin mobil dan segera meluncur menuju rumah temanya dengan kecepatan mobil yang cukup kencang.

Sesampainya disepanjang jalan babakan Siliwangi, Luna teringat sebuah pesan jika melewati jalan ini turunkan kecepatan mobil. Karena jika tidak akan ada sesuatu terjadi. Dan benar, saat luna sudah melambatkan laju mobilnya didepan jalan dia melihat seorang gadis kecil berjalan menghampirinya. Wajahnya pucat dengan luka dan mata yang menghitam.

Luna takut dan menggigil. Dia pernah mendengar sebuah cerita jika melihat gadis kecil dimalam hari itu adalah hantu Uci yang pernah mengalami tabrakan maut disini.  Jendela mobil diketuk2nya oleh gadis kecil itu. Luna menoleh dan pindah kearah sisi kiri bangku mobil.

“Di mana bonekaku?”. Hanya itu yg didengar luna. Dia hanya menggelengkan kepala penuh keringat basah. Jalanan sangat lengang dan sepi. “Jika kamu Uci. Gadis kecil itu. Aku mohon jangan ganggu aku. Jangan”. Sebelum luna melanjutkan kalimatnya, uci melayang dan hinggap dikaca mobil bagian depan. Tanganya mencoba meraba-raba. Luna yang begitu ketakutan, kembali menghidupkan mesin mobilnya.

Namun, kuncinya terjatuh. Dia merogoh kolong bawah jok mobil akhirnya ketemu. Setelah mesin hidup mobilpun segera beranjak berjalan penuh tergesa-gesa. Suara ponsel luna bunyi, temannya berkali-kali menelepon. Hantu uci sudah menghilang, dengan meninggalkan bekas darah dikaca. Saat mobil luna hampir menemui belokan tajam, dia tidak melihat bahwa didepanya ada sebuah truk barang yang berjalan berlawanan arah.

Tanpa *ba, bi, bu, mobil luna yang sangat kencangpun tak dapat mengelak. Tabrakan mautpun kembali terjadi. Mobil luna terpental cukup jauh dibahu kanan jalan. Truk yang menabrak langsung pergi begitu saja. Mobil luna ringsek. Hancur. Pintunya terlepas dan terpental. Luna masih didalam. Dia tewas seketika itu juga.

Kepalanya tergencet dan remuk diantara kursi dengan bagian depan mobil pada setir. Darahnya ada dimana-mana dan mengucur. Boneka yang dia bawa dari rumah, yang dia dudukan disebelahnya terjatuh diantara kolong bawah jok kursi. Darah yang mengucur dari kepalanya menetes dan meresap kedalam bola mata boneka itu.

Dika Agustian

Dika Agustian

Dika Agustian Kota Pekalongan Penulis cerita Horor Whatsapp 081575351742 Pin BB DA098A6D

All post by:

Dika Agustian has write 1 posts