Boneka Putri

Cerita ini mengisahkan tentang sebuah boneka yang dimiliki oleh seorang anak perempuan bernama putri. Putri adalah anak yang periang. Hari itu dia sangat senang karena baru pindah rumah bersama kedua orang tuanya. Rumah baru mereka ini cukup besar bagi mereka bertiga dengan halaman yang juga cukup luas sebagai tempat bermain putri dan juga untuk tempat bercengkrama bersama keluarga.

Di rumah baru ini ada sebuah bangunan terpisah yang merupakan gudang tempat menyimpan barang-barang yang tidak terpakai tetapi masih layak digunakan. Satu hari setelah pindah putri yang penasaran dengan gudang itu kemudian meminta di bukakan kuncinya kepada pak dono yang merupakan penjaga rumah yang sudah bekerja disana semenjak pemilik sebelumnya.

loading...

Putri senang sekali karena ternyata didalam gudang berisi banyak sekali mainan yang masih bagus yang merupakan milik dari penghuni sebelumnya. Ada berbagai mainan mulai dari alat masak memasak mini, miniatur rumah, boneka-boneka barbie dan masih banyak lagi yang lain. Tetapi putri paling senang dengan sebuah boneka anak perempuan yang lucu dan imut.

Setelah membersihkannya, boneka itu kemudian dibawa putri kedalam kamarnya, dia sangat menyukai boneka itu, entah mengapa dia merasa boneka itu sangat menyenangkan digunakan bermain. Beberapa hari berlalu putri merasa bonekanya itu hidup dan bisa berekspresi layaknya manusia, terkadang boneka itu berekspresi senang, sedih, lucu. Awalnya putri tidak memperdulikannya tetapi lambat laun dia merasa risih apalagi semenjak dia merasa boneka itu memperhatikannya.

Hal itu kemudian diceritakan putri kepada ibunya, tetapi tanggapan ibunya seolah tidak percaya apa yang dikatakan putri dan mengatakan kalau itu cuma perasaan anak kesayangannya itu saja. Sampai suatu hari sepulang sekolah putri yang tidak langsung pulang kerumah bermain bersama teman-teman barunya di sawah yang berada tidak jauh dari rumahnya. Di sana mereka berencana mencari buah jambu yang banyak ditanam dipinggir sawah, tetapi apa yang putri lakukan itu menjadi bencana, karena dia terjatuh dari pohon jambu saat memanjat untuk memetik buahnya, tangan putri sebelah kiri harus di gips karena tulang pergelangan tangannya retak.

Hal ini membuat putri tidak bisa bersekolah untuk beberapa hari dan harus beristirahat dirumah. Pagi itu saat putri bangun tidur dia melihat bonekanya seperti terlihat sedih dan menangis memperhatikan putri dari balik lemari kaca tempat putri menaruhnya, putri tentunya kaget dan segera berteriak memanggil ibunya dan menceritakan apa yang dilihatnya, ibu putri yang datang terburu-buru mendengar anaknya berteriak kemudian mengecek boneka itu dan dia tidak menemukan ada hal janggal dengan boneka itu dan mengatakan putri mungkin salah lihat.

Putri terdiam walaupun dia merasa sangat ketakutan yang akhirnya meminta ibunya mengembalikan boneka itu kegudang. Hal itu diluluskan oleh ibunya, tetapi karena lupa membawa kunci gudang ibu putri akhinya meletakan boneka itu didalam lemari ruang tengah. Beberapa hari berlalu putri sudah sembuh dan kembali bersekolah. Dia kembali dengan aktivitasnya normalnya bermain bersama teman-temannya terkadang didalam rumah atau dihalaman belakang, sampai suatu hari saat bermain besama teman-temannya dia menemukan boneka itu dilemari ruang tengah.

Putri yang terkejut kemudian mengambil boneka itu dan bersama teman-temannya berencana membuangnya ke sungai yang terletak disamping rumahnya. Setibanya dipinggir sungai putri kemudian mengambil ancang-ancang melempar boneka itu, tetapi malang dia terpeleset jatuh ke sungai dan mulai hanyut. Teman-teman putri berteriak histeris meminta pertolongan tetapi sepertinya tidak ada yang langsung mendengarnya saat itu karena kondisi sekitar sungai yang sepi.

Putri hanyut semakin jauh dan dia cuma bisa berpegangan pada boneka itu saja, entah berapa lama dan berapa jauh dia hanyut yang anehnya dia tidak tenggelam karena ternyata boneka itu membantunya mengapung layaknya sebuah pelampung, walaupun dia heran bagaiman itu bisa terjadi. Sampai pada suatu tempat tiba-tiba boneka itu tersangkut pada akar pohon yang menjulur ke sungai dan putri yang sudah lemas merasa jari-jari boneka itu memegangnya supaya tidak hanyut. Entah berapa lama dia tersangkut sampai sayup-sayup terdengar suara orang ramai dan mengangkat tubuhnya dari pinggir sungai itu.

Putri pingsan dan keesokan harinya dia baru tersadar dan menemukan dirinya sudah berada dirumah sakit didampingi kedua orang tuanya berserta beberapa kerabat. Putri mencari bonekanya yang ternyata saat itu sudah ditaruh ibunya didalam gudang. Menyadari apa yang dilakukan boneka itu padanya putri kemudian meminta ibunya membersihkan boneka itu dan menaruhnya dikamarnya.

Setelah sembuh putri menemukan boneka itu sudah ditaruh dikamar seperti permintaannya, sekilas dia melihat boneka itu tersenyum lega dan bahagia saat melihat putri sudah pulang. Putri kemudian memeluk bonekanya dan mengucapkan terima kasih. Karena penasaran dia kemudian menanyakan kepada pak dono sebenarnya ini boneka apa dan milik siapa. Pak dono akhirnya bercerita kalau itu adalah boeka pemilik rumah yang terdahulu.

Boneka ini sangat dia sayangi karena katanya boneka ini bisa seolah hidup walaupun pak dono tidak percaya dengan perkataan majikan kecilnya waktu itu. Sampai suatu hari saat bermain dipinggir sungai anak majikannya itu terjatuh dan hanyut sampai di temukan meninggal. Orang tuanya kemudian memindahkan barang anaknya ke gudang dan menjual rumah itu kepada orang tua putri.

Saat memindahkan boneka itu pak dono terkejut ternyara boneka itu menangis dan terlihat sangat sedih. Dari itulah pak dono mengambil kesimpulan kalu boneka ini memiliki perasaan seolah hidup dan sangat menyayangi pemiliknya dan merasa sedih ketika pemiliknya mengalami musibah. Mendengar itu putri berterima kasih dengan apa yang diceritakan pak dono dan berjanji akan selalu berhati-hati agar bonekanya tidak bersedih hati. Sekian.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts