Boneka Santa Claus

Saat usiaku masih 6 tahun dan masih tinggal di sebuah kota kecil, ada sebuah toko mainan yang dikelola oleh seorang lelaki paruh baya yang tiap tahunnya memasang pernak-pernik hiasan Natal yang berbeda dan menarik di depan tokonya ketika Natal hampir tiba. Hal itu bahkan sudah menjadi tradisi toko itu sehingga sangat terkenal hampir di seluruh kota ketika menjelang Natal.

Suatu waktu saat Natal hampir tiba, sebuah boneka Santa Claus berukuran manusia dewasa di gantung di atas gedungnya sehingga menambah semarak penampilan toko itu. Sayang, sudah beberapa hari juga sejak pemasangan pernak-pernik itu, toko itu tutup dan pemiliknya ternyata sudah pamit duluan dari rumah ke rumah tetangga, termasuk rumah kami. Kata pemilik toko bertubuh tambun itu, dia harus pergi ke tempat lain dan terpaksa menutup tokonya.

Katanya pernak-pernik ini sebagai persembahan kepada kalian dan yang terakhir kalinya untuk kami lihat. Di malam natal, ternyata lelaki tua itu belum pergi karena kami bertemu dengannya di gereja. Entah apa yang dilakukannya di tokonya yang ditutup tiap hari, yang jelas dia hanya tersenyum ke arah kami sebelum akhirnya menghilang di antara keramaian.

Hari demi hari berlalu hingga tahun baru, pernak-pernik toko itu belum dibereskan juga masih terpajang di sana seperti sebelumnya. Bahkan boneka Santa Claus itu bahkan sudah mulai memburuk tapi belum juga diturunkan. Walau aku masih kecil saat itu, tapi aku mengingat dengan jelas ketika para tetangga bahkan harus menelepon polisi untuk menurunkan boneka Santa Claus itu beserta pernak-perniknya. Kini toko itu sudah dibeli oleh orang lain, dan dibiarkan kosong begitu saja. Saya masih sering bertanya-tanya kemana perginya orangtua pemilik toko itu?.

loading...

Share This: