Buang Air Kecil Sembarangan Part II

Tidak lama ayahku sembuh. Saat malam hari, kebiasaan orang dulu “jelungan” (begadang diluar rumah malam hari), tapi biasanya yang jelungan itu laki-laki (ditempat ayahku seperti itu). Saat itu ayah, kakek, dan kakak ayahku yang laki-laki (pak de), ketiduran sampai pagi karena kecapekan. Saat bangun semua panik karena ayahku tidak ada. Sudah di cari di seluruh isi rumah, di lemari, di bawah kolong tempat tidur, di bawah meja, tetap saja hasilnya nihil.

Sudah dicari ke rumah rumah tetangga tetap saja tidak ada. Tiba-tiba ada bapak tua yang mengendarai sepeda ontel (karena sepeda motor masih jarang) ke arah rumah ayahku, dan ayahku berada di belakang bapak tua itu. Bapak tua berkata.

loading...

Bapak tua : “Pak, ini anaknya bukan?”.
Kakekku : “Iya pak, ini anak saya, bagaimana kok bisa bersama bapak?”.
Bapak tua : “Tadi dia nangis ditengah kuburan sana!”.

*semua orang kaget, bagaimana bisa ayahku dikuburan sana.
Kakekku : “Ya sudah, terima kasih ya pak. Tadi semua pada bingung mencari tidak ketemu-ketemu”.
Bapak tua : “Ya pak, sama-sama”.

Ayahku langsung ditanya kakekku, “kenapa bisa sampai di sana?”. Kata ayahku “tadi malam saat semua sudah tidur ayahku belum tidur, tiba tiba ada sosok tinggi besar membawanya”. Ayahku berusaha teriak tapi tidak bisa. Akhirnya ayahku pingsan, saat bangun ayahku sudah berada di bawah pohon yang kemarin ayahku buang air kecil di sana. Karena tidak ada siapa-siapa ayahku menangis, akhirnya ada bapak tua yang mau berangkat kerja menemukannya dan mengantarnya pulang. Selesai.

NB: itu kisah nyata ayahku, asli tanpa rekayasa. Tetapi kakek, nenekku sudah meninggal saat aku belum lahir. Aku diceritakan kisah ini juga percaya tidak percaya. Tapi inilah adanya, maaf kalau tidak seram. Wassalamu’alaikum wr. wb.

KCH

Aditya Ravi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Aditya Ravi has write 2.657 posts