Buku Diary

Mayra teman sekolahku. Dia periang, sikapnya sangat periang sekali. Tetapi dia menjadi trauma atas sebuah kejadian yang aku dan teman-temanku tidak ketahui. Setiap hari Mayra hanya sibuk dengan hal yang tidak penting dengan buku harian (diary) miliknya. Saat kita bertanya, “apa itu, May?” Mayra pasti menjawab “enggak apa-apa” kalau kalian terus memaksanya memberitahu dia akan menjawab “buku diary!”.

Aku mengintip apa yang dilakukannya. Tapi tetap saja. Tidak terlihat dengan jelas! Selesai istirahat kami melanjutkan pelajaran. Tetapi ada yang aneh dengan Mayra. Mayra ketakutan. “Jangan, aku mencintai mereka! Jangan!” Wali kelasku menegur Mayra “Mayra! Keluar sekarang!” Mayra malah menangis histeris sambil berteriak-teriak. Sebagai ketua kelas aku membongkar semua kepunyaan Mayra.

loading...

Aku melihat buku diary di mejanya. Aku membukanya dan aku menutup buku diary itu kembali dan membawanya hanya boleh bersamaku. Aku menyimpannya di mejaku. Teman-teman berebutan melihatnya. Tapi aku melarangnya dan menyuruh mereka duduk. Wali kelas kami hanya menyuruh kami keluar. Tapi sayang pintunya tertutup. “Cukup!” Teriakku. Mayra masih saja menangis. Aku menahan ketakutanku.

Sampai akhirnya, sebuah syair yang hanya terlihat olehku dan Mayra datang “Mayra, aku bersamamu.” Mayra makin histeris ditambah dengan tangisan dan bicara Mayra yang tak jelas. “Cukup! Cukup! Jangan ganggu kami. Kami punya keluarga! Kami hanya butuh kau tenang! Tolonglah!”. Aku berusaha menenangkan Mayra. Makhluk itu hilang seolah terbang melayang. Mayra yang berteriak dan sekarang terdiam.

Mayra berusaha menenangkan dirinya. Tapi Mayra tidak kuat sehingga dia pingsan. Teman-teman menanyakan kepadaku apa yang terjadi. Aku hanya berkata “Tidak usah ikut campur seperti es campur. Jangan ada yang berani mendekati buku diary itu!” Teman-temanku dan wali kelasku hanya terdiam. Aku berjalan keluar menuju halaman sekolah. Menunggu makhluk itu datang, yang tadi kulihat adalah mahkluk seorang perempuan berambut panjang keemasan, dikuncir dua, matanya biru, dan mengenakan daster putih.

Dia terlihat seperti orang baik. Akhirnya makhluk itu datang. Dia berubah menjadi sangat menyeramkan. Aku tak sanggup. Aku menutup mataku. Aku hanya melihat kegelapan menyelimutiku. Saat aku bangun, aku bersama Mayra di kelas. Buku diary itu masih bersamaku. Mayra sudah sadar dan semuanya baik-baik saja. Aku lega, masalah ini selesai. Tapi siapa perempuan itu?.

KCH

Sheilla

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Sheilla has write 2,684 posts