Bule Penunggu Pohon Cemara

Hallo sobat KCH, salam kenal. Namaku Sherra, ini adalah cerita pertamaku tentang mereka yang tak pernah terlihat oleh manusia. Awalnya aku sempat ragu untuk menceritakan ini atau tidak. Kejadian ini dialami oleh temanku yang berdarah India, sebut saja namanya Miira. Ia adalah anak tunggal. Orang tuanya jarang dirumah. Waktu itu didepan rumahku tumbuh sebatang pohon cemara, sejenis cemara angin tepatnya.

loading...

Tiap kali Miira datang ke rumahku, ia sangat mengagumi lembutnya daun cemara itu. Aku sendiri bingung apa spesialnya pohon itu. Namun sampai suatu waktu, aku mengantar Miira pulang ke depan pintu rumah, Miira tampak bertingkah aneh. Ia mendadahi pohon cemara dan pulang. Aku bingung apa yang salah dengannya. Setiap saat mau pulang, Miira selalu melambaikan tangan pada pohon itu.

Awalnya kupikir ia hanya berkhayal atau apa, nah saat malam tiba sesuatu di bawah pohon cemara menunjukkan diri padaku. Aku sangat ketakutan sampai tak bisa berteriak atau lari. Sosok itu kurang lebih seperti anak lelaki yang kira-kira seusiaku, rambutnya pirang mirip orang bule gitu, kulitnya putih pucat. Namun ia sempat tersenyum lembut dan akhirnya menghilang. Aku tak berani menceritakannya pada orang lain, bahkan Miira sekalipun.

Tapi saat minggu sore Miira datang lagi ke rumahku. Ia tampak menggebu-gebu menceritakan alasan mengapa ia sangat menyukai pohon cemaraku yang sudah berusia 10 tahun itu. Rupanya, Miira adalah anak indigo. Ia bisa melihat hantu-hantu yang berada di luar sana. Ia mulai bercerita kalau rumahku dulunya adalah tanah orang Belanda.

Katanya orang Belanda itu adalah seorang jenderal pada zaman penjajahan, namun seluruh keluarganya dibunuh oleh orang pribumi. Nah, si jenderal ini punya satu anak laki-laki. Anak itu mati di racun dan arwahnya masih bergentayangan di area rumahku. Aku saat itu tak mampu berkata-kata lagi. Aku sangat merinding sekaligus takjub akan ceritanya. Pantas saja orang tuaku selalu menolak ketika aku meminta untuk menceritakan sejarah rumahku ini.

Kabar baiknya hantu anak lelaki itu beraura positif dan kini menjadi teman Miira untuk sementara. Katanya itu adalah hantu yang ramah dan tak suka menjahili orang. Aku bertanya apakah ada hantu lain disini, namun Miira hanya menggelangkan kepalanya. Antara percaya atau tidak, aku dan Miira memilih untuk mendoakan makhluk halus itu agar ia berbahagia. Miira memang sempat sedih karena tak melihat hantu penunggu itu lagi.

Aku merasa lega karena setidaknya tak ada hantu macam itu lagi. Akhirnya, Miira selalu bermain kerumahku dan dia tak pernah lagi melambaikan tangan pada pohon cemara itu. Aku tetap membiarkan pohon itu rimbun karena membawa kesan sejuk bagiku yang tinggal di Jakarta. *Semua yang aku tulis ini nyata dan percaya atau tidaknya tergantung pada pribadi masing-masing. Terima kasih semuanya.

loading...
KCH

Sherra

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Sherra has write 2.751 posts