Burong Tujoh

Burong Tujoh yang berarti Hantu dan Tujoh merupakan sebutan untuk angka tujuh di dalam bahasa Aceh. Jadi, Burong Tujoh adalah makhluk halus atau hantu yang berjumlah tujuh. Kisah legenda Burong Tujoh sudah lama dikenal oleh orang-orang Aceh, dan menjadi hantu yang sangat menakutkan disana. Belum ada yang bisa menggambarkan bagaimana wujud sebenarnya dari ketujuh makhluk halus ini.

Masyarakat hanya percaya bahwa Burong Tujoh ini mendatangkan marabahaya atau penyakit bagi orang-orang yang selalu menjadi korbannya. Menurut kisahnya, Burong Tujoh atau tujuh hantu ini suka mengganggu orang dengan cara merasuki orang itu sehingga mereka tidak mampu mengendalikan diri mereka. Orang-orang yang kerasukan Burong Tujoh akan berperilaku aneh, Mereka mendadak menjadi liar seperti binatang.

Ada yang berteriak keras, mengeluarkan kata yang tidak senonoh dari mulutnya, meronta, dan bola mata yang membelalak ke atas. Ada juga yang memanjat pohon atau tembok, atau tubuhnya kaku sehingga sulit dikendalikan orang-orang yang ingin menahannya berbuat yang lebih buruk. Orang yang dirasuki Burong Tujoh, biasanya di tangani oleh seorang Tengkeu atau untuk sebutan orang yang dianggap memiliki kemampuan paranormal.

Tengkeu ini kemudian akan meniupkan napasnya kepada orang itu seraya memanjatkan doa untuk pemulihan korban Burong Tujoh. Setelah korban didoakan, biasanya dia akan berubah menjadi tenang dan berangsur-angsur pulih, hingga kembali seperti semula. Konon Burong Tujoh yang meresahkan masyarakat, ada hubungannya dengan santet atau ilmu hitam yang dianut oleh seseorang untuk mencelakakan orang lain.

Burong Tujoh bagi masyarakat, memang identik dengan ilmu hitam. Tujuh hantu jahat ini diyakini merupakan sebuah “peliharaan” oleh orang yang memiliki ilmu hitam atau biasa disebut dukun. Ketika dukun ini ingin mencelakakan orang yang menjadi targetnya, maka Burong Tujoh akan dikirim untuk mengganggu mereka. Tidak hanya mengakibatkan penyakit, tapi Burong Tujoh bisa sampai merenggut nyawa orang itu.

Walau begitu kepercayaan masyarakat tentang Burong Tujoh yang merupakan hasil perbuatan orang yang mendalami ilmu hitam, juga sering disalah-gunakan oleh masyarakat untuk menyebar fitnah. Tidak jarang, beberapa kasus yang terjadi di Aceh dan sekitarnya merupakan korban fitnah yang dikaitkan dengan mitos Burong Tujoh. Bukan hanya kerugian materi atau nama baik, nyawa pun melayang akibat mitos tersebut.

Pada November 2008, di desa Deunong, seorang laki-laki tua dituduh menganut ilmu hitam setelah ada seorang warga desa yang menderita penyakit yang berkepanjangan dan tidak kunjung sembuh. Menurut penuturan beberapa warga, orang yang menderita penyakit misterius itu terus mengucapkan nama laki-laki tersebut. Mendengar itu, warga langsung mencurigai kakek yang berusia 70 tahun itu seorang dukun santet Burong Tujoh.

Dikuasai oleh amarah, warga lalu berkumpul di depan rumahnya seraya meneriaki “Burong Tujoh” dan melemparinya dengan batu sebelum akhirnya membakar rumah kakek tua itu. Untungnya laki-laki tua itu berhasil diselamatkan pihak kepolisian dari amukan warga. Namun setelah ditelusuri oleh polisi, tidak ditemukan satu pun bukti bahwa laki-laki tua itu mengamalkan ilmu santet. Akhirnya kasus ini ditutup dan laki-laki tua itu hanya dianggap korban fitnah.

loading...

Pada Juni 2012, di desa Cot Saleut. Sepasang suami-istri diseret keluar dari rumahnya sebelum dikeroyok masyarakat hingga tewas mengenaskan. Tidak sampai di situ, kemarahan warga desa Cot Saleut mendorong mereka membakar rumah pasangan itu hingga rata dengan tanah. Keluarga korban yang ditinggalkan hanya bisa pasrah akibat mitos yang kebenarannya mungkin tidak akan pernah terungkap. Beberapa kejadian mengenai mitos ini sungguh menyesatkan masyarakat.

Legenda Burong Tujoh sebagai penyebar penyakit sudah sangat dipercaya sebagian besar orang-orang yang tinggal di Aceh. Mungkin inilah cara iblis dalam menghasut orang melalui mitos yang menyesatkan untuk menghancurkan sesama umat manusia. Langsung atau tidak langsung, Burong Tujoh merupakan mitos yang menakutkan bagi orang yang mempercayainya.

Share This: