Burung Hantu

Siapa yang tidak tau burung hantu, nah aku akan cerita tentang pemilik burung hantu. Kejadiannya ini penuh misteri sekitar 14 tahun yang lalu, ketika saya berumur 10 tahun. Waktu dulu kalau saya pas liburan sekolah, saya selalu tidur dirumah nenek. Saya kaget karna kakek tadi siang tangkap burung hantu disekitar rumahnya. Dan sekarang burung itu berada di dalam sangkar depan teras rumah nenek. Setelah malam semakin larut, saya pun tidur disebelah nenek.

Ditengah malam saya terbangun karna berasa mau buang air kecil. Begitu saya buka mata, nenek udah gak ada disamping. “Mbah.. Mbah”. Saya manggil nenek dengan panggilan Mbah. Setelah beberapa kali dipanggil, tapi tetep gak ada jawaban dari nenek. Akhirnya saya turun dari tempat tidur buat nyari nenek, untuk minta dianterin kekamar mandi.

Tapi pas saya turun dari tempat tidur, saya ngelihat nenek ada dideket jendela, seperti sedang mengintip sesuatu. “Ada apaan mbah?”. Tanya saya penasaran. Nenek langsung melihat ke arah saya. “Sstt”.

“Dafi kenapa?” Tanya nenek. Sambil bisik-bisik. “Mau buang air kecil mbah” Jawab nenek “Ya, sudah ayo mbah anterin”. Singkat cerita, begitu selesai buang air kecil, saya dengar suara seperti benda jatuh keras banget. “Brakk!” Spontan saya kaget. “Astagfirullah aladzim”.

loading...

“Suara apaan tuh mbah?”. Nenek mulai keliatan panik dan semakin takut. Pelan-pelan nenek menuntun saya kearah jendela, mau ngelihat apa yang barusan jatuh. Nenek mengintip kearah luar, saya pun juga ikut ngintip ke arah luar. “Allahu Akbar” Mata saya melotot dan mulut gak bisa ngomong apa-apa setelah melihat kakek saya lagi berhadapan dengan kuntilanak.

Saya lihat bentuknya itu tinggi sekali, rambutnya panjang, mukanya pucat. Jarak antara jendela dengan sangkar hanya sekitar 3m, jadi saya bener-bener bisa melihat itu kuntilanak. Dia melayang-layang disekitar sangkar burung hantu. Burung hantu yang berada di sangkar itu terus-menerus melompat-lompat dan mengepakan sayapnya.

Nenek yang melihat hal itu langsung membawa saya. Nyuruh saya buat palingkan muka. Tapi saya dengar kuntilanak itu ngomong, “Burung itu milik saya. Hihihi”. Kata-kata itu terus diulangi sampai akhirnya kakek saya melepaskan burung hantu. “Jangan pernah mengambil apa yang bukan milikmu. Hihihi” Itu kata-kata terakhir yang disampaikan sama kuntilanak itu.

Lama-kelamaan suara tawanya pelan-pelan menghilang bersamaan dengan wujudnya yang ikut hilang. Setelah itu kakek saya langsung masuk kedalam rumah, sambil menghela nafas. “Kirain tuh burung hantu gak ada yang punya”. Kata kakek saya yang keliatannya kecewa sambil memberikan suatu nasihat kepada saya, pertanda akan adanya kemunculan sosok makhluk gaib adalah ketika tengah malam burung hantu mengepak-ngepakan sayapnya, setelah kejadian tersebut saya langsung kembali tidur.

KCH

KCH

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

KCH has write 2,678 posts

loading...