Cafe Dekat Pohon Besar

Namaku Deri, kejadian ini aku alami beberapa waktu yang lalu. Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas di kota Bandung. Sebagai mahasiswa aku sering ngobrol dan nongkrong bersama temanku di kampus. Kebetulan, saat itu temanku membuka sebuah cafe baru. Cafe itu milik temanku yang bernama yuda, selain karena cafe itu milik temanku. Cafe itu bisa dibilang sangat cocok untuk tempat nongkrong, dengan suasana yang nyaman, makanan yang cukup enak, membuatku sering pergi ke cafe itu. Mungkin bisa dibilang sudah hampir satu minggu sejak cafe itu dibuka.

loading...

Malam itu aku janjian dengan teman-temanku untuk bertemu di cafe itu, aku lihat di parkiran sudah ada motor teman-temanku. Kulihat mereka memanggilku, aku pun mendekat dan mulai berbincang-bincang satu sama lainnya. Tapi perlahan aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini, tumben cafe ini lagi sepi hari ini.

Tiba-tiba saja, salah satu temanku vika berteriak. “Kuntilanak…” sontak teman-temanku melihat ke arah yang ditunjuk oleh vika itu. Dan tidak menemukan apa-apa, “ya elah lo jangan bercanda gimana sih?” lalu vika bilang “maafin teman-teman, aku cuma bercanda. Lagian ni tempat udah kayak kuburan, sepi banget”.

Kami pun melanjutkan ngobrol membahas tentang wanita, malam pun kian larut. Ku lihat jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Malam itu sudah terasa membosankan, tiba-tiba “itu apaan tuch?” semua teman kaget sambil melihat ke arahku. Bahkan ada temanku yang meloncat kaget, “Hehe, yach gitu aja kaget”. Aku tertawa karena berhasil menjahili mereka, aku tertawa sangat kuat karena melihat temanku pada kaget.

Aku lalu mengarahkan pandanganku menuju tempat yang aku tunjuk tadi, dan tiba-tiba aku melihat sebuah kain putih yang terlentang dari pohon tinggi yang berada diluar cafe ini. Dan untuk beberapa saat, mataku mengikuti ke sebuah kain putih itu yang berada di pinggir jalan. Pohon itu dapat terlihat dari tempat aku duduk. Aku kini benar-benar terdiam, dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sebuah sosok dengan baju putih dan rambut panjang, merangkak naik ke atas pohon itu. Jelas sekali terlihat sesosok wanita dengan baju putih.

Merangkak naik ke atas pohon dengan kepala dibawah, dan rambut yang menjuntai kebawah. Dia merangkak mundur naik ke atas pohon dan menghilang di dedaunan. Aku kini benar-benar sangat terdiam dan teman-temanku kini yang melihat aku terdiam langsung pada bertanya. Sontak aku segera beritahu teman-temanku tapi mereka tidak percaya. Aku berdiri dan menunjuk ke pohon besar itu, dan bilang bahwa tadi aku melihat sesosok kuntilanak yang merangkak ke atas pohon. Namun teman-temanku menganggapku berbohong dan mereka tidak percaya.

Perasaanku mulai tidak enak, dan ketika teman-temanku menertawaiku. Tiba-tiba terdengar suara tertawa, itu suara tertawa yang lain. Suara tertawa cekikikan yang terdengar dari jauh, semua temanku terdiam. Kami mencoba mendengarkan dengan saksama, suara tawa itu terdengar. Seketika bulu kuduk langsung berdiri dan semua temanku kini pada percaya. Kami pun bergegas meninggalkan tempat itu, aku memaksa teman-temanku untuk naik mobil bersamaku. Setelah semua teman-temanku menaiki mobil, aku menyalakan mobilku dan segera meninggalkan cafe ini.

Semakin jauh, perasaanku semakin membaik. Aku melihat temanku berdoa dibelakang, dan aku menginjak gas dalam-dalam. Pikiranku tidak tahu harus bagaimana, kini mobilku mulai memasuki jalan taman sari yang gelap. Di jalan taman sari ini sangat sepi, dan jalanan hanya diterangi oleh lampu mobil kami. Dan ketika aku membelokan mobilku, dari cahaya lampu mobilku terlihat.

Aku mendadak mengerem mobilku karena kulihat ada seorang wanita berbaju putih, menyebrang tepat di depan mobilku. Wajahnya terlihat begitu hancur, sesaat ketika mobil berhenti. Aku coba melihat tapi tidak ada siapapun didepanku dan untungnya aku bisa mengontrol mobilku. Tapi, sesuatu jatuh di atas mobil kami dan membuat kami semua terdiam. Spontan aku langsung menancap gas, dan tiba-tiba sesuatu jatuh didepan kap mobilku. Sebuah badan seketika saja jatuh dan sekilas terlihat olehku. Sebuah tubuh berwarna putih, namun hanya beberapa detik saja. Sosok itupun menghilang, dan aku segera menancap gas meninggalkan jalan taman sari itu.

Malam itu, kami memutuskan untuk menginap di rumah temanku. Esok harinya kami menceritakan hal ini kepada yuda pemilik cafe dan juga beberapa orang karyawan di cafe itu. Yuda tidak tahu kenapa, dan dia hanya bilang jangan sompral. Lalu seorang satpam disana, bilang bahwa cafe baru ini belum ada acara syukuran nya. Aku pun mengangguk, cafe ini memang seram tapi selain hal ini aku percaya makhluk halus itu memang ada dan jalan taman sari itu memang angker, karena aku mengalaminya sendiri. Sejak saat itu, aku tidak pernah lewati jalan itu ketika malam hari apalagi ketika sendirian.

Share This: