Cahaya Lampu Malam Hari

Selamat malam jumat KCH, sebelum membaca cerita yang berjudul “cahaya lampu malam hari” sebaiknya setelah baca ini jangan sering keluar malam. Apalagi menuju jalanan yang sepi, mungkin saja nasib kamu akan sama seperti cerita yang dialami oleh seorang karyawan pengantar makanan. Bagi kamu yang sudah mengirim cerita namun tidak di publish, harap baca di Konten Terlarang jadi kamu tidak cape menulis dan pada akhirnya cerita kamu tidak di publish, sebelum membaca cerita ini saya ingatkan kembali untuk “Jangan pernah baca ini sendirian”.

*Kriiing… “Baik bu akan saya antar kesana, ada yang bisa saya bantu lagi? jika tidak ada, terima kasih selamat malam”. Namaku Yusuf, aku bekerja di salah satu restoran cepat saji di kota Bandung. Malam ini, aku mendapatkan shift malam. Agak seram memang untuk ku yang agak sedikit penakut, apalagi aku bekerja di bagian pengantar pesanan. Malam ini tepat jam 12.00 aku mendapat orderan, daerah ini ramai jika siang hari namun saat malam tiba, jalanan menjadi sangat sepi.

Masih terasa sepi sampai sekarang karena beberapa malam yang lalu sempat terjadi pembunuhan yang bisa dibilang sadis. Seketika aku terkejut ketika ada seseorang yang menepuk pundak ku, dan saat aku menoleh ternyata itu lina, teman kerjaku. Dia bilang jangan bengong aja, bagaiman dengan pesanan nya. Akhirnya aku pun pergi dengan pesanan di belakang motorku, jalanan malam itu sangat sepi. Diperjalanan aku berhenti sejenak untuk melihat alamat pemesan.

Aku melihat struk pembelian dan belum sempat aku membacanya, handphoneku mati karena habis batre. Akhirnya aku melihat struk menggunakan cahaya lampu motorku ini. Sangat disayangkan jalanan sekitar sini masih banyak yang berlubang. Kurang pencahayaan dan juga sepi, seolah rumah satu dan lain nya hanya sebuah pajangan tanpa penghuninya. Aku lanjutkan kembali perjalananku dengan harapan ada seseorang yang bisa aku tanyai sana sini.

Kepalaku sibuk melihat kanan dan kiri, mencari konsumen atas nama “Ibu Maryah” sekarang aku melihat cahaya lampu seperti senter yang mengarah kepadaku. Ternyata itu orang-orang yang sedang meronda, lega rasanya akhirnya aku tidak sendirian di jalanan ini. Akupun langsung menghampiri mereka dan langsung bertanya alamat itu lalu salah seorang dari mereka berkata bahwa rumah ibu maryah berada tidak jauh dari pos ronda.

Dia pun memperjelas, jika warna rumahnya berwarna hijau. Lanjut dia berkata, bahwa aku akan lebih mudah menemukan rumah itu karena hanya satu-satunya yang berwarna hijau. Setelah mengucapkan terima kasih, aku melanjutkan perjalanan. Akhirnya aku menemukan rumah ibu maryah, aku segera turun dari motor dan langsung mengetuk pintu.

“Permisi.. delivery order..” Selamat malam bu, pesanan atas nama bu maryah. Seseorang membuka pintu, seorang wanita dan ternyata itu adalah ibu maryah. Aku memberikan pesanan nya dan dia masuk kembali kedalam untuk mengambil uangnya, dia menyuruhku menunggu di dalam tapi aku menolak. Aku menunggu diluar karena jika aku masuk kedalam rumah rasanya tidak enak dan sopan. Sekitar 5 menit aku menunggu ibu maryah, dia tidak kunjung keluar juga.

Angin mulai berhembus perlahan dan entah kenapa sangat dingin, aku masih tetap berdiri luar sambil sesekali melihat ke arah motorku yang berada di pinggir jalan dan tiba-tiba. Apa itu, baru saja aku melihat sekelebat bayangan hitam melewati motorku. Aku memicingkan mataku untuk mengetahui apa sebenarnya yang baru aku lihat itu. Dalam keadaan sedikit takut, aku memberanikan diri berjalan ke arah motorku.

Ketika aku akan melangkahkan kakiku, tiba-tiba aku merasakan ada sebuah tangan di pundak ku. Tangan itu menahan langkahku, dan ketika aku menengok ternyata itu ibu maryah. Dia bertanya kepadaku mau kemana, dan aku menjawab tidak kemana-mana. Aku hampir saja dibuat pingsan karena dikagetkan oleh bu maryah. Setelah aku berpamitan dengan nya, aku langsung berjalan ke arah motorku. Dari kejauhan aku mendengar, ibu maryah berkata hati-hati kepadaku.

Aku menoleh kepadanya sambil tersenyum dan berkata “Makasih bu, mari..” aku putar motorku ke arah aku datang tadi. Sengaja aku pelankan motorku karena disini banyak batu. Sekarang, kepalaku sibuk mencari beberapa warga yang sedang meronda tadi. Perasaan tadi tidak jauh dari sini, kemana ya mereka. Dan aku lihat, mereka sudah tidak ada di pos ronda nya “mungkin lagi keliling” aku berkata dalam hati.

Aku mempercepat laju motorku, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang berbeda. Motor ini terasa sangat berat, berbeda dari sebelumnya. Aku menyondongkan badanku melihat ke arah depan, untuk melihat roda depan ban motorku. Tapi ternyata tidak bocor, sampai tiba-tiba motorku mati. Padahal baru saja motorku ini aku service, sangat tidak mungkin jika mendadak motor ini mati.

Aku melihat sekeliling, dan suasana dijalanan itu sangat gelap. Karena cahaya yang aku harapkan dari motor itu mati, akupun turun dan mendorong motorku. Saat aku mendorong motorku, aku mendengar suara motor lain dibelakangku. Saat melihat ke belakang ternyata tidak ada satupun kendaraan yang menuju ke arahku. Dan aku berhenti mendorong motorku karena aku merasakan di depan ban motorku seperti ada sesuatu.

Aku mendorong lagi dengan sekuat tenaga, dan sepertinya memang ada yang menghalangi. Motorku malah terpental mundur, dengan perasaan kesal aku coba menyalakan lampu motor untuk melihat apa yang menghalangi ban depan motorku itu. Ketika aku lihat, sebuah benda bulat agak sedikit hitam dan memiliki rambut. Ternyata itu kepala manusia, beberapa saat aku terdiam dengan mata yang terbuka lebar dengan tanganku yang menutupi mulutku yang menganga.

Dengan rasa kaget, aku melihat di depanku ada kepala manusia yang hampir semuanya tertutupi dengan rambut. Saat aku memundurkan motorku dengan perlahan, tiba-tiba saja sekarang kepala itu menggelinding menuju ke arahku. Segala macam doa berhasil keluar dari mulutku, tapi itu tidak berhasil membuatku tenang. Aku berteriak dengan sangat kencang sambil memutar-balikan motorku dan memaksanya untuk menyala.

Dengan cepat aku menaiki motor dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi begitu motorku sudah menyala. Tapi batu-batu kecil dijalanan memperlambat laju motorku, aku berusaha untuk tidak melirik ke belakang karena aku sangat takut kepala tadi mengikutiku. Dan secara tidak sengaja ketika aku melihat ke arah spion, tepat dibelakangku itu aku melihat kepala tadi yang kini melayang terbang mengejarku.

Aku melihatnya dengan jelas, kepala itu terbang. Tepat dibelakangku sambil tertawa cekikikan, dan barulah aku lihat jelas ketika kepala itu melayang di sebelahku, kepala itu adalah kepala seorang wanita dengan rambut yang sangat panjang. Aku berusaha berdoa semampuku dan dengan cepat aku segera menghentikan motorku dan turun dengan panik sambil meninggalkan motorku begitu saja. Aku berusaha lari sekencang mungkin agar kepala itu tidak mengikutiku.

Semakin kencang aku berlari, aku merasa kepala itu semakin mengikutiku. Seperti ada sesuatu yang melayang-layang tepat dibelakangku. Sampai akhirnya akupun terjatuh dan kepala itu kini melayang-layang mengitariku, dia seperti akan mengucapkan sesuatu kepadaku. Aku langsung jongkok dan menutup kedua mataku, sampai akhirnya terdengar suara seorang wanita “Tolong aku… tolong aku… kembalikan anggota tubuhku… tolong carikan organ tubuhku yang lain… tolong akuu… hihihi”.

Aku tidak berani mengangkat kepalaku apalagi melihat sosok hantu kepala tanpa tubuh itu. Sampai akhirnya entah kenapa badanku terasa sangat lemah, badanku kesemutan, kepalaku mulai pusing dan saat itu aku sempat tidak sadarkan diri. Sampai akhirnya ada seseorang yang membangunkanku, aku membuka mataku dan melihat ada beberapa warga. Lalu aku dibawa ke salah satu rumah warga, dan aku diberikan minum agar aku tenang.

Mereka memintaku menceritakan apa yang aku alami tadi. Akupun menceritakan semua yang aku alami tadi, sampai salah seorang warga angkat bicara. Dulu dan mungkin sampai sekarang, banyak sekali orang yang dibunuh disekitar sini dan arwah mereka sampai minta disempurnakan jasadnya. Jika tidak mereka akan terus mengikuti, sampai jasadnya disempurnakan dan konon mereka mengganggu jika ada cahaya lampu dimalam hari karena itu bisa menarik mereka untuk datang.

Oleh karena itu, banyak rumah warga disini lampunya redup. Karena takut didatangi oleh hantu kepala yang minta jasadnya disempurnakan. Lanjut dia juga berkata, jika kamu melewati jalan ini tengah malam, jangan menggunakan lampu kendaraan jika tidak mau diganggu oleh hantu yang ada disini. Seperti yang aku alami sekarang. Aku percaya karena aku mengalaminya sendiri.

loading...
loading...
KCH

KCH

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

KCH has write 2.751 posts