Carla

بسم الله الرحمن الرحيم assalammu’alaikum. wr. wb. Ini pertama kalinya saya menceritakan hal yang saya alami di KCH. Perkenalkan nama saya annaoopal tyagi. Saya biasa dipanggil tya oleh teman-teman dan orang-orang yang kenal dengan saya. Saya mau bercerita pada member kch, cerita yang saya bawakan sudah 2 tahun lamanya yaitu tahun 2014 lalu. Oke langsung saja, saya adalah pelajar SMPN 2 Tanjungpinang.

Saya termasuk pelajar yang pandai disekolah saya, pada hari itu yaitu hari sabtu malam minggu sekolah saya mengadakan kegiatan pengukuhan anggota PMR, dan saya pun tentunya ikut dalam kegiatan tersebut (maklum anggota PMR juga soalnya). Pukul 12.15 siang terdengar kumandang adzan dzuhur, saya pun menghentikan aktivitas saya dan berniat untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur dan saya ingin mengajak teman saya regina. “Re, sholat yuk? Sudah adzan nih!”.

“Kamu duluan aja tya, aku masih belum selesai nih tugasnya!”.
“Yakin nih? Oke deh aku duluan yah, jangan lupa nyusul ya!”.
“Iya tya”.

Dan aku pun bergegas mengambil peralatan sholatku diransel, dan mulai berjalan menuju musholla sekolahku. Pada saat menaiki tangga yang memisahkan ruang laboratorium dengan ruang komputer, aku seperti merasakan ada sesuatu yang bergerak cepat di hadapanku. Sontak aku pun terkejut dan terpeleset, untung saja di belakangku ada abang senior yang sigap langsung menolongku, abang itu pun bertanya padaku.

“Ada yang tergores tidak tya? Coba diperiksa dulu lutut kamu itu!”.
“Em, cuma goresan kecil saja kok bang, gak apa-apa kok”.
“Bagus deh kalau gitu, untung saja masih di anak tangga yang pertama, hehe kalau tidak, mungkin sudah tinggal kenangan kau tya!”.
“Hehe, iya bang, untung ada abang, makasih ya bang!”.
“Iya tya sama-sama”.

Aku masih kepikiran sama yang tadi lewat itu apa, jadi selesai sholat aku cerita sama temanku tadi regina, dia hanya berkata “itu halusinasi kamu aja kali”. Kemudian waktu menunjukkan pukul 18.02 teman-teman cewekku sudah pada ke musholla semua, tinggal aku sendiri diruang kelas yang sudah kami bereskan sebagai ruang tidur kami, karena aku kelamaan ganti baju jadi teman-temanku ninggalin aku dikelas sendirian. Hari sudah mulai gelap lagi jadi aku enggankan niatku untuk menyusul temanku yang sudah hilang di kegelapan koridor tangga atas, jadi aku memutuskan untuk sholat di ruang kami saja.

Pada saat aku sholat tepatnya di rakaat ke 2 dan 3 aku merasakan ada sesuatu yang berulang kali melintas di sajadah yang aku pakai itu. Hingga pada saat rakaat ke 3 aku kehilangan konsentrasiku, aku mendengar ada suara seseorang meminta tolong dari arah aula sekolah, yang kemudian ada orang yang menepuk pundakku dan berkata “tolong aku!”. Sontak aku membaca istighfar dalam hatiku dengan keringat dingin yang bercucuran sampai aku menyelesaikan sholatku yang agak kurang khusuk.

Kemudian selepas isya sampai waktu menunjukkan pukul 23.00 malam, kami diarahkan senior untuk lekas masuk ke dalam ruang istirahat kami sampai pukul 24.00 tengah malam. Di dalam kelas semua temanku sudah terlelap kecuali aku dan salah seorang temanku yang bernama rita. Aku melihat rita duduk dipojok ruangan disamping regina yang tertidur nyenyak. Wajah dia pucat pasi dengan memeluk kakinya dengan kepala yang menunduk, ketika aku memanggilnya, malah ia berteriak “tolong aku! Tolong aku! Heahh (berteriak keras)”.

Aku terkejut dan kembali mengeluarkan keringat dingin, anehnya teman-temanku tidak ada yang terbangun, kemudian rita bangkit dan berdiri, berjalan menghampiriku dengan tatapan orang yang penuh amarah dan mimik muka yang menuntut pertolongan sekaligus sangat menakutkan. Aku pun menangis karena takut, sambil terbata-bata aku membaca surah Al Qolam, kemudian rita terjatuh dan sosok yang merasukinya tampak jelas keluar dari tubuh rita, ia kembali menatapku, sungguh wajahnya sangat menyeramkan.

Aku lihat ia masih memakai seragam sekolah OSIS dengan penuh robekan dibaju dan roknya, dan banyak darah yang keluar dari belakang kepala, leher, dan tampak dari selangkangannya, sosok itu sangat marah, aku memberanikan diriku untuk bicara. “Siapa kamu? Mau apa kamu dariku? Jika kamu membutuhkan pertolongan maka memintalah pertolongan kepada Allah swt!”.

Ia menjawab “tolong aku!” dengan nada yang tinggi tampak nametag nya bertuliskan “Carla”. Sosok itu mulai berputar-putar di atas teman-temanku tidur, kemudian ia mulai anarkis, menjatuhkan meja kursi yang kami susun dan menghidup matikan lampu ruangan, kursi jatuh dengan suara yang sangat keras membuat semua terbangun dan menyadari semua yang terjadi. Teman-temanku mulai panik dan histeris, membuat anak laki-laki berdatangan menolong kami.

loading...

Sosok itu berteriak sangat keras yang menyakitkan telinga dan sekaligus membuat kaca-kaca diruangan pecah, temanku rita pun berteriak “pergi kamu wahai makhluk tak kasat mata, jangan ganggu kami, sesungguhnya Allah swt dapat membuatmu hangus menjadi debu!”. Dengan seketika sosok itu pun menghilang dan suasana menjadi tenang kembali.

Itulah kisahku, ini untuk para pembaca “janganlah kamu takut dengan makhluk tak kasat mata yang berniat buruk padamu, takutlah kamu pada Tuhan yang menciptakan kamu dan makhluk tersebut, karena bila iman kita kuat maka derajat kita lebih tinggi dibanding makhluk-makhluk tak kasat mata, sesungguhnya Allah maha pencipta dan maha memusnahkan”. Terima kasih, maaf kalau kurang seram yah, wassalam.

KCH

annaoopal tyagi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

annaoopal tyagi has write 2,670 posts