Cerita Hantu Kelas 6 Bil

*Argh! Semua anak perempuan berteriak histeris. Apalagi kalau bukan cerita hantu. Pak Guru memberi waktu bermain pelajaran olahraga di jam ini. Jadi, kami bebas bermain apa saja seperti kasti, betengan, sepak bola, atau cuma kejar-kejaran. Tapi anak perempuan SD ini sangat fearless (tak kenal takut), kami lebih suka mendengarkan cerita hantu seram di pos satpam di hari kamis.

loading...

Kadang nyata atau karangan kami. Aku sering bercerita-cerita hantu dari orang tuaku. Ayahku pernah tinggal di sebuah rumah penuh misteri, dari pocong sampai hantu kamar. Kali ini aku mencoba membuat mereka bertualang ke dalam cerita seram lainnya.

Nur tinggal di desa yang percaya mitos. Salah satu yang terkenal adalah mitos penunggu sumur. Dulu, ia tidak percaya sampai pada suatu hari tiba. Nisa temannya dari kota datang menginap, dan mereka bermain sepanjang hari. Nisa sedang meminum teh manis di dapur, setelah capek berlari-lari mengejar Nur yang gesit mulai dari kolam di belakang sampai teras depan. Nisa, bisik seseorang, “siapa kamu?” Nisa gemetar. *Krek! Gorden terbuka tiba-tiba. “*Grarr!”.

Argh! “Nur? Nakut-nakutin saja kamu! Nanti di hantui yang di sumur loh!” teriak Nisa marah. “*Haha, gitu saja kaget Nis. Lagi pula yang di sumur itu apa?” tanya Nur. Dari pada mikir yang enggak-enggak, akhirnya mereka bermain bola. *Syut! Ternyata bola memantul keluar. “Aku ambil” kata Nur menghalangi Nisa.

“Hah? Kok berani? Itu kan malam? Kenapa nggak besok saja?” Tara menyela tiba-tiba. “Kok gak takut sih?” Citra mulai ikut penasaran. “Karena!” aku pun mulai kebingungan menjawab. “Karena?” Ela ikut penasaran. “Ih, jangan bikin bingung dia!” kata Hana melerai. “Ya, karena kalau aku jawab sekarang nggak seram kan” jawabku. “Setelah itu, Nur berlari kecil menuju halaman yang gelap.

Oh, bola itu menggelinding ke dekat sumur. Hawa dingin mulai merasuk, kabut tipis menyelimuti halaman gelap itu, tapi Nur tidak tahu. Ia mulai menunduk untuk mengambil bola. *Ser. Perasaan Nur mulai tidak enak. *Buk! Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Nur “dik, kamu kesini malam-malam?” tanya seseorang yang ternyata adalah wanita, tangannya dingin dan suaranya sangat pelan dan lemas.

“Iya, ini kan halaman rumah aku, mbak siapa?” lalu Nur balik bertanya. Nur masih sibuk memandangi dan membersihkan bolanya. “Cepat masuk ya, nggak dengar ya, ceritanya sumur di rumah ini, kan nanti orang tuamu cemas” kata perempuan itu, kali ini suaranya sangat lemas. “*Hmm” gumam Nur sambil beranjak pergi tanpa memandang perempuan itu. “Sedang apa dia di halaman rumahku?” batin Nur.

“Kamu itu bicara sama siapa sih” tanya Nisa. “Itu!” kata Nur menunjuk ke arah sumur. Begitu mereka melihat ke sumur, ternyata terlihat perempuan dengan luka parah dan pucat, persis orang mati. “*Haha, kamu tahu siapa aku?” suaranya menggema mengerikan, tidak lagi lemah lembut. Nisa dan Nur berpandangan, melotot kaget, “*wua!”. Sontak mereka menutup pintu lalu lari.

“Aduh, makanya jangan keluar malam sendirian” kata Ibu Nur. “Jangan sekali-kali juga bicara dengan orang asing walaupun bukan hantu!” Nur dan Nisa mengangguk, lagi pula mereka tidak seharusnya bermain di ruang tamu. “Yuk, dari pada takut, kita nonton televisi yuk!” ajak Nisa. “Ayo!” jawab Nur.

“Nah,begitulah ceritanya” kataku. “Hei, aku punya cerita” kata Hana. “Habis itu aku, pasti seram!” kata Aura. “Kita kan juga punya” kata Tara dan Citra, “cerita hantu ya?” tiba-tiba Amanda dan Lenka nimbrung. “Seram!” komentar Dinda. “Sudah, sudah, gimana Hana ceritanya? Katanya kamu punya cerita?” tanyaku. “Oh, itu ceritanya” Hana mulai bercerita. Dan begitulah mereka bercerita. Hope ya enjoy, cerita pertamaku di KCH!

KCH

Nadia

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Nadia has write 2.652 posts