Cerita Horor di Kampus

Hallo, handy lagi nih. Kali ini aku mau ngangkat cerita horor kampus dari pengalaman pribadi teman saya yang bernama Irsan. Begini ceritanya! Suatu sore kira-kira pukul setengah enam. Irsan datang kerumahku, dia bertanya apa aku bisa mengantarnya ke perpustakaan umum? di karenakan aku gak punya jadwal apa-apa, aku menyanggupi ajakan Irsan. Tak lama berselang, aku dan irsan pun tiba di perpustakaan umum yang dimaksud.

Irsan dengan sibuknya memilih-milih buku untuk di bawanya pulang dan di pelajarinya. Dengan nada kesal, aku pun bilang kepada Irsan.
“San, masih lama gak?”
“Bentar lagi, tunggu saja!” begitu katanya.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, aku angkat dan ternyata ibuku menyuruhku pulang secepatnya, ibuku bilang, bapakku mau berangkat keluar kota lagi. Tanpa pikir panjang aku pun pamitan ke Irsan, dan dia cuma ngejawab dengan mengangguk saja. Irsan yang kala itu, selesai memilih buku apa yang akan dia pinjam, segera keluar dari perpustakaan umum itu, dengan maksud hendak langsung pulang.

Tetapi, entah ada angin apa, Irsan kepikiran untuk mampir menuju kampusnya yang kebetulan jaraknya yang terbilang dekat dengan perpustakaan tadi. Setelah sampai kampus, Irsan memarkirkan motornya didekat pos satpam, yang saat itu pak satpam belum kelihatan. “Belum datang kali ya!” gumamnya. Tanpa pikir panjang lagi, Irsan pun bergegas melangkah ke arah tujuannya, yaitu laboratorium komputer yang berada di lantai 2. “Pakai ketinggalan lagi tuh flash disk” Irsan menggerutu.

“Padahal bahan-bahan buat skripsi disitu semua”. Irsan pun sampai di tempat yang ia tuju, ruangan kampus yang gelap, bahkan sangat gelap, padahal malam belum terlalu larut, di tambah cahaya bulan yang begitu terang. Tapi, bagi Irsan, malam itu, seperti lain dari biasanya, dia merasa ada sesuatu yang menatap dan mengawasinya dari kegelapan. Tiba-tiba dengan sombongnya, Irsan berkata “jurig, kunti, rek naon oge aing mah teu sieun, di tanya siah lamun papanggih” (setan, kuntilanak, mau apapun juga aku gak takut, aku tanya kamu kalau ketemu).

Begitu sesumbarnya Irsan, yang kemudian di susul dengan suara gaduh dari dalam lab komputer. Irsan tersentak kaget, “padahal lab nya kosong, tapi kayak ada orang mukul-mukul meja, geser-geser kursi kayak gitu ya!?” pikir Irsan. Dari pada masuk ke dalam lab, ternyata Irsan lebih memilih meninggalkan tempat itu. Irsan pun berlari menuju motornya, setelah sampai, dia bermaksud merogoh kunci motornya di dalam saku. Tapi ternyata kunci motornya sama sekali tidak ada.

Setelah memeriksa setiap saku yang ada di baju dan juga celananya, ternyata hasilnya sama saja, alias kunci motornya benaran gak ada. Kemudian “*rrrrr..” suara ponsel Irsan bunyi, ketika dia angkat rupanya terdengar suara seorang laki-laki, “hey, kunci motor kamu ada di lab komputer nih! ini punya kamu kan?” ucap seorang pria yang berbicara lewat telepon tadi. “Si*lan, loe ngerjain aku ya!?” bentak si Irsan.

Kemudian, Irsan menutup teleponnya, tapi setelah di amati ternyata nomor ponsel barusan, bukan nomor dari temannya Irsan. “Masa bodo” gumam Irsan pendek. Irsan kembali berjalan menuju ke arah lab komputer tadi, dengan harapan, teman-temannya memang ngerjain dia. Setelah sampai di tempat yang di tuju, ternyata memang sepi. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Irsan pun masuk ke lab itu, sambil sesumbar seperti yang di lakukannya tadi. “Woy, sudah dong! Mana kunci motor!?”.

Tak ada seorang pun yang menjawabnya, tapi tiba-tiba “Cring!” Irsan seperti menendang sesuatu, kemudian dia mengikuti arah suara itu, sambil menyalakan aplikasi senter yang ada di ponselnya. Sambil merangkak, dia menyorotkan ponselnya ke tiap sudut.Tak lama kemudian, kunci motornya berhasil di temukan, tetapi ketika hendak berbalik, sekelebat bayangan putih tersorot cahaya ponsel, Irsan pun terkejut, tapi ketika dia memeriksa kembali sekeliling, ternyata memang tak ada apa-apa.

loading...

Beberapa langkah menuju tangga tiba-tiba, terdengar suara seseorang tertawa dengan suara berat, sontak saja Irsan hanya bisa melongo dan ternganga. Di susul dengan suara orang yang menaiki anak tangga, saat itu entah kekuatan dari mana, Irsan memberanikan diri, berlari ke arah tangga yang menuju lantai satu. Dan di lihatnya sosok kakek tua, dengan baju compang camping, seperti seseorang yang tengah kesulitan menaiki anak tangga. Tanpa tengok kanan kiri, Irsan melesat berlari menuju pos satpam yang letaknya memang agak jauh.

Lolos dari sang kakek, menyusul pula sesosok wanita berbaju putih panjang dengan rambut hitam acak-acakan, tertawa dengan tawa khasnya yang mengerikan. Melayang-layang di atas pos satpam. Irsan pun berusaha dengan susah payah, menghidupkan motornya, dan melaju menjauhi kampus horornya itu. Nah, segitu cerita horor di kampus untuk kali ini. Tapi ini memang kejadian yang diceritakan oleh teman saya.

KCH

handy

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

handy has write 2,670 posts