Cerita Horor di Sekolah Part 2

Halo ini lanjutan dari cerita yang kemarin “cerita horor di sekolah” ini lanjutannya, next. Dengan nafas masih ngos-ngosan aku dan Joni sejenak istirahat didepan ruangan pak Parmadi sambil bertanya apakah beliau tadi berada ditoilet ketika kami naik tangga? Namun apa jawaban pak Parmadi, beliau menjawab bahwa dari tadi dirinya ke masjid dan baru saja pulang. Mendengar jawaban tersebut tentu aku dan Joni semakin ketakutan teringat kejadian seram ditoilet tadi.

Yeah, akhirnya listrik yang tadi padam kini menyala. Lega rasanya melihat lampu seluruh bangunan kelas menyala, tak lama kemudian aku dan Joni kembali naik kelantai dua menuju ruang kelas. Namun kali ini kami memilih lewat anak tangga bagian lain karena takut kejadian seram tadi terulang lagi.

Sesampainya didepan kelas Joni mengunci pintu dan segera membukanya. Namun belum genap 5 langkah kaki kami dari pintu masuk tiba-tiba lampu kembali padam. *Apes benar nasib kami malam itu terlebih secara bersamaan angin bertiup kencang sekali menuju ruangan kelas kami. Bulu kuduk merinding dan sangat mencekam menjadikan kami semakin ketakutan.

Joni menyalakan senternya dan menuju bangku dimana dia meletakkan perkakas yang berisi pisau serta alat lainnya. Aku juga berusaha berada sedekat mungkin dengan Joni agar tidak terlalu ketakutan. Tangan Joni mulai masuk kedalam laci meja yang cukup panjang. Mungkin karena tangannya tidak sampai ujung laci makanya dia meraba-raba hingga akhirnya merasakan benda bulat yang dikiranya pegangan pisau, tanpa pikir panjang ditariknya dengan pelan benda yang terasa agak berat seperti ada yang menahannya tersebut.

loading...

Namun apa yang Joni dapatkan? Ternyata benda yang dikiranya pegangan pisau tadi adalah jari tangan hantu penunggu sekolah yang sangat menyeramkan. Sosok tangan keluar dari balik laci meja karena ditarik oleh Joni. *Argh setan. Teriakan kami berdua akhirnya menggema diseluruh bangunan sekolah. Lari terbirit-birit menuju pintu, eh rupanya kejadian paling seram seumur hidupku itu belum juga usai, hembusan angin mendadak lebih kencang dan melemparkan pintu hingga tertutup dengan suara *duar.

Tepat sewaktu kami berada didepan pintu hendak keluar. *Argh gemetar, pucat, takut, deg-degan, merinding, gugup jadi satu padu disekujur tubuh kami. Tak lama kemudian pak Parmadi berlari mendatangi kami dan mengambilkan perkakas Joni yang tertinggal dimeja akhirnya ketemu juga.

Line: kitingstres
Instagram: @trirahmatal_aydrus16

KCH

tri rahmat al-aydrus

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

tri rahmat al-aydrus has write 2,704 posts

Please vote Cerita Horor di Sekolah Part 2
Cerita Horor di Sekolah Part 2
Rate this post