Cerita Papa Soal Neneknya

Sesuai ucapanku kemarin soal kenapa aku gak pernah di perlihatkan yang seram-seram atau di ganggu. Jadi gini aku sedikit cerita ya soal keluarga dari papahku. Kalau kepanjangan aku jangan di marahin ya. Nenek papaku asli Banyuwangi. Jadi dulu pas muda buyutku (nenek papaku) menikah dua kali yang pertama dengan orang Inggris, lalu meninggal karena sakit terus buyutku menikah lagi dengan orang Belanda alias kompeni *hehe.

Nah hasil dari nikah sama kompeni buyutku melahirkan omaku yaitu ibunya papaku. Aku lahir gak pernah lihat buyutku karena buyut meninggal ketika papaku belum menikah dengan mamaku. Papaku gak pernah bercerita soal neneknya cuma pernah bilang kalau dia dekat sekali dengan neneknya, bisa di bilang kalau papaku itu cucu kesayangan neneknya.

loading...

Sekitar tahun 2013 bulannya lupa aku di ajak makan sama seseorang yang berbisnis denganku. Singkat cerita saat makan bareng dan ngobrolin pekerjaan tiba-tiba dia buka omongan yang konteksnya jauh di luar bisnis. Sebut saja namanya Mas Wan.

A: Aku
W: mas Wan

W: naf, nenek kamu kecil ya orangnya. Hitam manis. Orang jawa bangetlah. Dulunya penari ya.
A: hah? (Aku berfikir sejenak nenekku itu ada 2 yang 1 nenek dari mama yang satunya lagi dari papa) ah, kalau nenek dari mama kan mas Wan sudah kenal. Kalau nenek dari papa sih sudah meninggal pas aku kelas 3 SD. Cuma nenek dari papaku itu bule loh kan bapaknya nenekku itu kompeni orangnya putih kok, tinggi dan bukan penari juga.

W: oh gitu ya, tapi yang ngikutin kamu ini orangnya yang tadi saya jelasin.
(Aku bengong. Apa maksudnya dengan ngikutin. Lalu aku tanya lagi ke mas Wan).
A: maksudnya ngikutin apa ya mas?
W: dia suka sama aura kamu. Dia kelihatan sayang banget sama kamu. Ya ngejagain kamulah intinya. Sekarang saya tanya deh kamu pernah gak di gangguin sama hal-hal yang aneh (maksudnya mistis).

Aku menggeleng cepat. Lalu menjawab “ah, kalau di gangguin sih gak pernah mas paling di lihatin tapi gak pernah di tunjukin mukanya palingan yang bagus-bagus nunjukin mukanya kayak putri atau prajurit zaman dulu”. Mas Wan tersenyum lalu bilang “yaitu kenapa kamu gak di gangguin yang jagainnya model begini sih” katanya sambil tertawa dengan muka yang penuh makna.

Aku masih bingung dengan ucapannya, yang jagain kita ya Tuhan pikirku. Tapi aku gak mau ambil pusing selama aku gak merasa terbebani. Saat pulang aku menceritakan ke mamaku. Mamaku diam lalu menyuruhku mencoba bertanya sama papaku. Aku bertanya sama papaku, beliau mengeluarkan album foto dan menunjukkan salah satu foto zaman dulu (itu loh foto yang hitam putih dan sudah agak kumal).

Papaku bilang kalau di foto itu adalah buyutku, neneknya papaku. Aku memperhatikan dengan saksama lalu membandingkan ucapan mas Wan tadi dan aku kaget ternyata deskripsi yang dia sebutkan tadi persis dengan ciri-ciri buyutku.

Papaku bilang “itu neneknya papa, buyutmu. Dia itu orangnya pahit lidah (orang pahit lidah itu biasanya kalau ngomong sesuatu akan kejadian sesuai yang di ucapkannya. Buyutmu juga gak penakut orangnya. Dulu ada saudaranya yang di gangguin sama Jin, Jin di datangin sama buyutmu itu di marah-marahin. Buyutmu memang orang sakti di kampungnya. Primadona kampung, pintar menari makanya 2 bule *klepek-klepek” ucapnya tertawa.

Aku juga ikut ketawa. Papaku melanjutkan “dulu papa yang ngerawat masa tuanya pernah ya dulu pas papa muda pernah tidur temanin buyutmu yang sakit, tidurnya di bawah di sebelah tembok. Itu temboknya merunduk papa kaget papa pikir mau roboh temboknya. Ternyata buyutmu bilang ke papa untuk gak usah takut karena itu sebenarnya temboknya ngasih hormat ke buyutmu yang sedang tidur di sebelahnya soalnya di tembok itu ada penunggunya.

Dulu sebelum meninggal dia pernah bilang kalau anak cucunya gak akan di gangguin dan bilang sama papa kalau nanti papa punya anak bakal di jagain sama dia. Makanya yang sering di gangguin itu opa kamu, ayahnya papa. Kan dia menantu, buyutmu gak mengucap soal menantu sih” ucap papa sambil tertawa. Aku yang mendengarkan hanya bengong dan tertawa saja ngikutin papaku *hehe. Add line ku, selamat berkawan ya, makasih.
Line Id: missonaft

KCH

Nafta

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Nafta has write 2.657 posts