Cerita Pendek (Kisah Nyata) Bagian 2

Cerita sebelumnya cerita pendek (kisah nyata).

4. Bawah kolong

Narasumber: Masami (22 tahun).
Lokasi: Tokyo, Jepang.

loading...

Malam ini aku menginap di apartemen temanku bernama Sora. Biasa, Sora tinggal sendirian di apartemen mewahnya. Dia belum menikah, karena dia merupakan wanita karir yang sangat sibuk dan selalu pulang ditengah malam. Keluarganya pun jarang datang mengunjunginya, karena letaknya yang jauh. Katanya juga sebelum dia membeli apartemen ini, di apartemennya pernah ada kasus gantung diri atau apa.

Itu hanya kata-kata orang. Dia tidak percaya dan lagian selama 10 bulan mendiami apartemen ini, dia tidak pernah mengalami hal-hal ganjil “itu hanya gosip. Kalau memang arwah gantung diri itu ada, sudah dari dulu kan aku diganggunya terus? Pasti aku sudah pindah dari sini”. Benar juga pikirku. Mungkin ada orang yang tidak suka dengan pemilik apartemen ini sehingga menyebarkan gosip murahan itu agar apartemennya tidak laku.

“Sepertinya apartemenmu hanya kau singgahi beberapa jam saja? Lihat nih gelas-gelasmu sampai berdebu dan makanan didalam lemari es sudah kadaluarsa. Kau tak tahu?” kataku. Sora menjawab dengan senyum khasnya “*Hihi, kau tahulah Masami, setiap hari waktuku hanya dikantor atau diluar kota. Aku memang jarang lama-lama di apartemenku. Kalaupun ada, itu hanya malam, hanya numpang tidur saja. *Hehe”. Setelah selesai mandi, aku kemudian bersiap tidur.

“Apa yang kau minum, Sora?”.
“Obat tidur. Aku harus minum obat tidur agar aku bisa cepat tidur. Ini sangat manjur. Aku jadi ketergantungan. Tapi bagus juga sih, jadi aku tidak pernah terlambat lagi”.
“Apa sudah lama kau meminum obat itu?” tanyaku.
“Sudah hampir setahun. Dan dengan obat ini, tidurku selalu nyenyak”.

Seusai minum, Sora bersiap untuk tidur. Hanya dalan hitungan menit, badan Sora yang aku goyangkan seperti sudah tak berjiwa. Dia sudah sangat lelap dan seperti orang mati. Tinggal akulah yang belum bisa tidur. Tidak berapa lama, tiba-tiba tempat tidur yang aku dan Sora tempati bergoyang-goyang. Aku sangat kaget “Sora, sora bangun. Sora gempa bumi”.

Aku baru ingat, kalau Sora sudah minum obat tidur itu. Tapi saat aku lihat, lukisan, vas bunga atau apapun benda tidak ada yang goyang. Hanya tempat tidur saja yang bergoyang. “Ini bukanlah gempa bumi. Mustahil”. Tempat tidur itu terus bergoyang, seperti ada sesuatu yang sengaja menggoyangkan.

Aku semakin tidak bisa tidur, aku sangat ketakutan. Tubuhku kaku. Tempat tidur ini semakin cepat gerakannya. Lama kelamaan berhenti. Dengan jiwaku yang tinggal separuh, aku memberanikan diri untuk melihat kebawah kolong tempat tidur. Perasaanku semakin tidak enak.

Aku pun menundukkan kepalaku dan kulihat dibawah kolong sungguh gelap, tapi tiba-tiba ada dua buah cahaya merah, akupun semakin memperhatikan dan karena penasaran, aku turunkan kakiku dari tempat tidur, aku masukkan kepalaku kedalam kolong dan kuperhatikan dua cahaya lampu itu dengan saksama dan “astaga!” itu bukan cahaya, itu dua buah mata manusia.

5. Boneka

Narasumber: Bae Hee.
Lokasi: Daegu, Korea Selatan.

Aku terbangun dari tidurku. Sebuah suara yang berisik entah dari mana, mengganggu tidurku. “*Huft, besok aku harus bangun pagi. Besok kelas Mr.Ok, suara ini sangat membuatku tidak nyaman”. Aku kemudian mencari asal suara itu. “Sepertinya tidak jauh dan berada disekitar sini”. Kemudian aku dengar kembali suara tersebut yang bunyinya “*ik, ik, ik!” seperti suara sesuatu yang tertahan tapi jenis suara apa itu dan siapa yang memiliki suara itu? Di rumah ini, malam ini hanya ada aku seorang.

Sedangkan semua keluargaku harus pergi ke Hayang karena ada acara keluarga dan aku terpaksa tidak ikut, karena besok ada kelas si dosen killer. Suara itupun berhenti kemudian tak berapa lama muncul lagi “*ik, ik, ik!”. Oh Tuhan, bagaimana aku bisa tidur? Mau tidak mau aku harus mencari asal sumber suara itu dan semakin aku dengar sepertinya suara itu tepat dibawah kolong tempat tidurku.

Perlahan-lahan kepalaku mulai kebawah arah kolong tidurku. Dan saat kulihat. “Ah? Apa ini? Benda apa ini? Aku tidak pernah menaruh mainan atau benda apapun dibawah kolong”. Sebuah boneka barbie yang bisa memunculkan suara “boneka ini cantik juga, bisa bergerak dan bersuara lagi .Oh iya”. Setelah aku selidiki semua ternyata dibelakang boneka tersebut memiliki ruang tempat penyimpanan untuk baterainya dan juga tombol boneka itu mengarah ke tombol on.

“Boneka cantik ini punya siapa? Oh, sepertinya ini punya myung (sepupu perempuan berumur 5 tahun dan semalam datang kesini bersama ibunya, dia memiliki kebiasaan, suka dengan suasana kamarku dan bermain dikamarku. Kamar cowok. Dan lebih buruknya dia selalu lupa membawa pulang mainan-mainannya dan selalu meninggalkannya disini).

Keesokan harinya seusai pulang kuliah, aku kerumah bibi Nam (ibunya Myung). Aku pun bertemu Myung yang sedang bermain didalam kamarnya, sama. Bermain barbie. Kemudian aku tanyakan dan aku keluarkan boneka yang aku dapat tadi malam, boneka yang mengganggu tidurku “Myung, bonekamu ketinggalan semalam. Nih” aku memberikan boneka itu padanya. “Iya ketinggalan. Makasih kak” kata Myung dengan senyum manisnya. Tidak berapa lama, bibi Nama masuk kedalam kamar Myung dan bertanya.

“Kenapa dengan mata kamu Hee? Sepertinya kamu kurang tidur?”
“Ha, iya nih bi. Aku sangat kurang tidur. Semalam boneka ini berisik sekali. Gara-gara suaranya, aku jadi tidak bisa tidur lagi” jawabku.

Mendengar penjelasanku bi Nam terheran sambil tertawa.

“*Haha, mana mungkin dia ada suaranya? Apa kamu yakin?”.
“Yakin bi. Ini boneka berbaterai kan? Ini lihat, tempat baterainya. Semalam dia bersuara dan bukan hanya itu, dia juga bergerak-gerak. Semalam tombolnya diposisi on, aku rasa Myung lupa untuk mematikan tombolnya (off)” jawabku sambil menunjuk tempat baterai yang masih tertutup oleh tutupnya.

Mendengar penjelasanku, bi Nam dan Myung melihatku seperti terheran-heran.

“Hee, bibi tahu kamu kurang tidur atau karena terlalu banyak tugas ditempat kuliahmu sampai mempengaruhi pikiranmu. Tapi Hee, boneka ini sudah lama rusak dan lihat (membuka tutup baterai) baterainya tidak ada kan? Bagaimana coba boneka ini bisa bersuara dan bergerak?”.

Selanjutnya cerita pendek (kisah nyata) bagian 3.

Fiolin Fradah

Fiolin Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Fiolin Fradah has write 89 posts