Cerita Pendek (Kisah Nyata) Bagian 4

Cerita sebelumnya cerita pendek (kisah nyata) bagian 3.

9. Mereka semua memang benar

Narasumber: Kakak Rani (Rani is my best friend in my story “Ayako datang“)
Lokasi: Medan, Indonesia

Mereka bilang “loe jangan pernah membeli kotak musik antik itu. Jangan pernah!” Oh my God, kenapa memangnya? Aku sungguh tidak habis pikir ketika mereka, teman sekampusku melarang keras aku membeli kotak musik itu. Aku memang suka dengan hal-hal yang berbau musik apapun itu. Alat musik, mendengar musik, ataupun kotak musik.

Di rumah, aku memiliki koleksi kotak musik sebanyak 20 kotak musik. Koleksiku bukan hanya kotak musik di era sekarang, tapi ada juga kotak musik di era dulu yang jarang banget ditemukan alias antik. Tapi aku tidak pernah merasakan apapun dari koleksi kotak musik kunoku yang sudah aku beli. Kali ini aku mau beli kotak musik antik ini, mereka malah melarangku. Alasannya bermaca=-macam. “Itu hanya gosip. Zaman modern mana ada lagi hantu-hantuan” kataku.

Kemudian salah satu temanku berkata “bukan hanya hantu mur, katany..” (terputus). Aku memutuskan omongan temanku. “Aku gak percaya. Sudahlah yang beli kotak itukan aku, bukan kalian. Jadi kalian gak usah ikut campur” aku tetap kekeh membeli kotak musik antik itu. “*Tring, tring” (suara kotak musik yang indah), aku merasa nyaman mendengar alunan melodi kotak musik itu.

Keesokan harinya. Tiba-tiba aku berada dirumah seorang ustad. Aku sangat bertanya-tanya. Kenapa aku? Ada apa? Kenapa ramai sekali? Aku lihat wajah keluargaku dan teman-temanku sembab dan melihat aku bangun, mereka semua histeris. Teman-teman dan keluargaku yang menjengukku semua keluar dari kamar tempat aku tidur, hanya mama kini yang berada disampingku sambil memegang kening dan telapak tanganku.

Mama mengobrol denganku empat mata. Mama utarakan semua perasaan takutnya padaku, kecemasannya dan lain-lain. “Badan kamu membiru dan mata kamu melotot. Kamu hilang kesadaran”. Dan diakhir ceritanya mamaku bilang “nak, kamu kesurupan”.

10. Aku berada di belakangmu

Narasumber: Kakak teman Rani
Lokasi: Medan, Indonesia

Kejadian ini sudah lama sekali. Tapi sampai sekarang masih selalu aku ingat. Seumur hidup. Aku sampai sekarang masih berpikir, apa ini hanya kebetulan semata atau memang ada hal lain yang terjadi. Dari dulu, aku memang anak kutu buku. Hobi membaca dan setiap hari kerjaku hanya membaca buku. Aku memang anak pintar di sekolahku dan selalu mendapat juara umum.

Suatu hari di waktu siang, aku dan temanku pergi ke perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah setiap hari memang selalu sepi. Para siswa jarang menyinggahinya. Hanya ada beberapa siswa, paling hanya satu dua orang disetiap harinya. Malah siang ini hanya ada aku dan Jefri yang berada di perpustakaan. Sejujurnya kalau aku katakan, ruang perpustakaan ini tidaklah layak.

Karena keadaannya sudah seperti sarang hantu. Tapi karena hobiku yang suka membaca, setiap hari aku selalu singgah kesini bersama dua atau tiga temanku. Karena hari ini temanku yang lain lagi malas dan sebagainya, aku hanya pergi bersama Jefri. Di perpustakaan.

“Aduh *bro, aku cabut dulu ya” kata Jefri.
“Mau kemana?” tanyaku.
“Toilet *bro. Nanti aku balik lagi”.
“Ya sudah. Sana”.

Akhirnya aku sendirian di perpustakaan. Keadaan yang sunyi, tidak membuat aku hengkang dari situ, malahan aku lebih fokus untuk membaca. Saat asik membaca, halaman demi halaman aku buka. Tiba-tiba aku melihat sebuah kata yang digaris bawah dengan tinta merah terang. Kata itu bertuliskan “aku”. Aku tidak menghiraukan tulisan itu dan lanjut membaca.

Karena bosan membaca satu buku, kemudian aku membuka buku lainnya dan dihalaman pertama aku menemukan sebuah kata lain yang digaris bawahi tinta merah terang bertulisakan “berada”. Aku sedikit bingung, tapi tak aku hiraukan. “Mungkin ada siswa yang suka mengaris bawahi kata-kata penting” itulah pikiranku. Aku kemudian membuka halaman-halaman selanjutnya dan aku juga menemukan kata lain yang digaris bawahi tinta merah terang, bertuliskan “di”.

Aku mulai bingung dan bertanya tanya “apa maksudnya?” tapi tetap tak aku hiraukan. Aku lanjutkan membaca. Saat asik baca, ada satu buku terjatuh dari rak dan aku segera mengambil buku tersebut untuk meletakkannya kembali, tapi disaat aku mengambil buku tersebut, halaman buku itu terbuka dan menunjukkan sebuah kata yang membuatku semakin heran karena kata tersebut juga digaris bawahi tinta merah terang yang bertuliskan “belakangmu”.

loading...

Aku kemudian mengingat semua kata-kata yang bergaris bawah tinta merah terang itu dan aku gabungkan menjadi satu kalimat “aku berada di belakangmu”. Aku mulai takut dan yang membuatku harus pergi dari perpustakaan secepatnya adalah ketika aku menemukan selembar kertas yang entah dari mana asalnya bergambar seorang wanita berambut panjang berbaju putih dan betapa mengerikannya ketika aku membaca sebuah kalimat yang bertuliskan “aku berada di belakangmu”.

Ok guys, thanks ya sudah membaca cerita pendek (kisah nyata) yang aku ambil dari teman-temanku diberbagai negara. Pertukaran mahasiswa/i yang kujalani ini bukan hanya untuk mendapat pengalaman baru, teman baru atau apapun. Tapi kami juga saling berbagi kisah mistis satu sama lainnya. Lain kali bila ada kisah terbaru, aku akan share di KCH. Semua ini adalah cerita asli tanpa direkayasa. Ok guys, see you next time and bye.

Fiolin Fradah

Fiolin Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Fiolin Fradah has write 89 posts