Cerita Pengalamanku Saat Dewasa

Cerita ini aku alami saat aku masih tinggal di komplek perumahan, dari lahir sampai kini aku dewasa, komplek rumah itu jadi saksi aku besar dan tumbuh menjadi seorang yang dewasa. Di depan rumahku itu ada sebidang tanah yang masih kosong, di tanah tersebut tidak ada yang pernah mengisi, hanya berisikan kebun yang berantakan dan gelap, dengan beberapa pohon pisang, dan pohon lainnya yang tidak aku kenali.

Dari kecil sampai dewasa, aku tidak berani melangkahkan kaki menuju kebun depan rumahku itu. Aku cuma bisa melihatnya dari jauh, tapi karena sudah terbiasa, akhirnya aku tidak lagi menggubris kebun di sebelah rumahku itu, lagi pula menurut tetangga di kebun itu banyak ular, hingga suatu hari aku harus menginjakan kaki di kebun itu. Ya, tanpa sengaja keponakanku yang belum dewasa itu bermain bola, lalu menendang bolanya hingga masuk kesana.

Dan rintangan yang aku hadapi untuk masuk kedalam situ, adalah pagar yang lumayan cukup tinggi menjulang. Pohonnya terlalu banyak dan rimbun tapi aku masih melihat dengan jelas, dimana posisi bola yang masuk didalam kebun ini, letaknya tidak jauh. Sepertinya aku bisa melihat bola itu berada bersebelahan dengan sebuah batu besar, aku berjalan perlahan, aku mengambil bola dan apa itu?

Terdengar ada bunyi gemericik, di semak, seperti binatang yang sedang berlarian, aku buru-buru mundur dan bergegas keluar. Namun baru saja aku menaiki besi panjang yang menjadi pijakan tadi, sayup-sayup aku mendengar, suara tertawa cekikikan dari arah belakangku. Aku sempat terdiam, aku tidak mau melihat kebelakang karena suaranya cukup jelas terdengar oleh telingaku. Aku segera memanjat, dan melemparkan bola pada sepupuku.

Singkat cerita, malam itu aku tidak bisa tidur, badanku gatal semua. Alhasil, ibuku menaburi bedak gatal yang dingin dan itu membuatku sedikit tenang. Lalu, tanpa sadar aku pun terlelap. Entah berapa lama aku tidur, tiba-tiba suara jendelaku yang berderik-derik tertiup angin kencang, membangunkanku. Aku berjalan sempoyongan dan aku mencoba menutup jendela, mataku setengah tertutup, karena aku memang masih mengantuk. Aku menutup jendela dengan cepat, dan astaga! Pandanganku, tiba-tiba tertuju pada kebun gelap di depan rumahku itu, mataku yang mengantuk, kini tebelalak lebar. Aku coba mengucek mataku tapi, itu masih jelas, terlihat sangat jelas, padahal aku melihatnya dari lantai 2 rumahku. Terlihat suatu pemandangan yang sangat mengerikan.

loading...

Di kebun itu terlihat seorang perempuan dewasa yang telah berdiri, tidak bukan berdiri. Dia tidak berdiri tetapi dia berjalan, rambutnya panjang menjuntai, dan kepalanya seperti tidak punya tulang leher, dia berjalan pelan dan karena penasaran aku terus memperhatikannya. Saat ini, dia tertawa cekikikan, dengan kepala yang berputar-putar, dia seperti memakai daster dan terus berjalan, hingga berada tepat di depan kebun. Lalu dia memanjat, dan ya Tuhan, dari cara memanjatnya pun, sebenarnya aku tidak tahu kalau dia bukan manusia.

Dia bukan memanjat melainkan dia merangkak kaku menaiki pagar, seperti laba-laba melintas, dia terus merangkak dan sekarang dia tepat berada diluar kebun, dia tiba-tiba terdiam, sambil tertawa tidak jelas. Kepalanya menengok kekiri dan kekanan. Aku terus memandanginya dari atas, menyeramkan sekaligus penasaran. Sosok perempuan itu terus begerak, seperti berjalan, dia berjalan, terus berjalan dan astaga, makhluk itu berjalan menuju arah rumahku. Jantungku berdebar, dia seperti melayang, hingga di depan gerbang rumahku. Sosok itu diam, seperti tidak mau masuk kedalam.

Tetapi, tiba-tiba pagar besi rumahku terbuka sendiri. Aku masih memandanginya dari atas, dan ketika aku melihat wanita itu. Astaga, ya Tuhan., dia menatapku, dia perlahan berjalan masuk kedalam garasi mobilku. Dan aku segera berlari menutup pintu kamarku, mengunci pintu kamarku dan loncat ke kasur tempat tidur untuk menutupi badanku dengan selimut. Jantungku makin kencang berdebar, keringat dinginku mulai mengucur, sayup-sayup terdengar, seperti suara pintu dapur bawah terbuka, aku semakin ketakutan di tambah dengan suara decitan kaki yang berjalan di lantai.

Ya Tuhan, kini aku mendengar langkahnya di tangga kayu dan tiba-tiba lampu kamarku mati, aku panik luar biasa. Aku hanya bisa terdiam di tutupi selimut, lalu gagang pintu kamarku tiba-tiba bergerak sendiri, (aku bisa tahu, hanya aku bisa mendengarnya). Aku merasa ketakutan, jantungku berdenyut kencang dan suara tawa-tawa cekikikan semakin terdengar di kamarku. Aku terus berdoa di balik selimut.

Tiba-tiba aku mendengar seseorang membuka daun pintu kamarku, lalu ada suara langkah kaki. Aku kenal suara langkah kaki itu, ya suara itu adalah ibu. Aku pun langsung menendang selimutku dan aku langsung memeluk Ibu. Tapi, sepertinya ada yang berbeda dari pelukan ibu, aku merasa badannya lebih besar dan ketika aku lihat, yang aku peluk itu bukanlah ibu, melainkan sesosok perempuan dengan wujud yang sangat mengenaskan. Wajahnya seperti terbakar, dengan lidah terjulur panjang, dan aku pun sudah tidak kuat lagi untuk melihatnya, aku langsung berusaha melepaskan pelukanku, tapi tanganku ternyata tertahan oleh makhluk itu.

Dia memegang tanganku dengan erat, seolah dia tidak mau melepasnya. Aku mencoba mendorongnya tetapi tidak berhasil, sekali lagi dengan sekuat tenaga, aku mendorongnya dengan badanku dan badanku terbanting kebelakang, kepalaku membentur tembok kamar dan, (*krit, krit, krit). Aku tebangun dengan banyak cahaya, aku melihat ada selang dari hidungku, aku di rumah sakit, banyak orang di sekelilingku.

Aku tidak tahu apa yang terjadi, disitu sudah ada kakak dan ibuku. Lalu ibuku menangis dan memelukku, setelah aku pulang dari rumah sakit, ibu bercerita kalau aku di temukan pingsan di kamarku, dengan luka lebam membiru di sekujur tubuhku, lalu aku mengalami koma selama 3 hari.

Teman-teman setia KCH, terima kasih telah setia membaca cerita dengan judul pengalamanku saat dewasa ini sampai habis. Hanya saja saya berpesan, jika kalian mengunjungi sebuah tempat yang masih asing bagi kalian, ya apa salahnya jika kalian mengucapkan salam dan permisi. Kita tidak pernah tahu, bahwa di tempat itu apa hanya ada kita atau ada makhluk lain. Setidaknya ini juga pembelajaran bagi kita, kalau mereka itu memang “ada”. Jangan lupa berikan juga rating bintangnya ya.

Friska Vhe

Friska Vhe

All post by:

Friska Vhe has write 12 posts

Please vote Cerita Pengalamanku Saat Dewasa
Cerita Pengalamanku Saat Dewasa
3.9 (78.82%) 17 votes